Pasangan Join di Grup WA, Yay or Nay?

Tersebutlah Winda. Ia adalah seorang Marketing Supervisor di sebuah perusahaan swasta, yang sudah berkeluarga. Winda punya banyak grup WA di hapenya. Ada grup keluarga, teman se-geng, alumni sekolah, komunitas masak (Winda hobinya emang masak), komunitas naik gunung, dan masih ada beberapa lagi.

Rata-rata semua grup aktif, terutama kalo lagi mau ada acara kopdar, sebelum dan sesudah pasti notifikasi tang ting tung di hape Winda gak pernah berenti-berenti. Untuk grup komunitas naik gunung, Winda dan suaminya barengan menjadi member di WA grup yang sama.

Dari sekian banyak grup sudah tentu ada grup-grup yang isinya didominasi becanda melulu gak berenti-berenti, sampai grup yang formal dan santun. Salah satu grup alumni sekolahnya termasuk grup yang didominasi candaan tanpa henti ini. Layaknya hampir semua grup alumni, sebagian besar yang dibahas tentunya aib-aib masa lalu. Nostalgia zaman sekolah. Termasuk saling canda dengan konteks kekinian *tsaaahhh…
Semua merasa nyaman bercanda dalam grup tersebut, sampai suatu hari…………………..

Salah satu teman di grup alumni sekolah ini, meng-invite pasangannya ke dalam grup. Teman ini sebutlah Cindy. Cindy tiba-tiba meng-invite suaminya, yang samasekali bukan berasal dari almamater yang sama dengan mereka. Bahkan banyak member alumni yang belum kenal dengan suami Cindy. Lalu detik berikutnya, komunikasi mereka menjadi awkward. Dan setelahnya satu sama lain anggota saling berjapri di belakang Cindy: “eh suaminya Cindy kok ikut grup kita ya? Kenapa ya kira-kira? Wah gak bebas lagi deh kita ceng ceng-an.”

Mau “mengusir” tapi enggak enak. Mau bertanya langsung ke Cindy juga pada rikuh. Cindy sih bilang di WA Grup: “guys gpp ya laki gue join di sini. Dia sama asiknya ama kita2 kok.” Dan pada kenyataannya, saat suami Cindy berkenalan dengan semua member, ya memang style komunikasinya asik dan orangnya juga tukang becanda.

Namun tetaplah menjadi pertanyaan-pertanyaan yang pada akhirnya cuma menjadi bahan ghibah di belakang Cindy. Ada apa? Kenapa mesti ikutan join? Tidak percaya pada Cindy? Posesif dan memata-matai? Kekurangan teman di grup WA lain? Baru melek teknologi WA grup? Atau apa?

Muncullah ketidaknyamanan di beberapa member. Termasuk Winda. Lalu bagaimana cara agar yang bersangkutan bisa keluar grup supaya member lain leluasa untuk saling ledek, buka aib dan lain-lain? Entahlah…..

Pasangan berasal dari satu almamater sekolah/komunitas yang sama, dan tergabung dalam grup WA yang sama, itu wajar saja.
Bukan bagian dari sebuah kumpulan/komunitas/geng/kelompok alumni, namun tiba-tiba ingin ikutan join, sudah tentu menyisakan banyak pertanyaan.
Ada pula yang berpendapat: “memangnya kenapa kalo pasangan nimbrung di WA grup kita? Toh saat kopdar face to face/reuni dan saya mengajak pasangan, itu gak ada bedanya sama kalo pertemuan hanya dilakukan di dunia maya via WA?”

Pertanyaan masih terus bergelayut di kepala Winda hingga kini.

Kalau kamu, setuju sama yang mana? Cerita yuk di komen 🙂
signature

Advertisements

9 thoughts on “Pasangan Join di Grup WA, Yay or Nay?

  1. fibertime says:

    Kasus grup alumni? Nggak masalah…tapi biasanya yang nggak nyaman beberapa orang-orang di grup, yang personanya di setting ingin balik ke masa lalu. Dengan adanya pasangan yang bukan bagian dari masa lalu, akhirnya jadi kembali ke realita deh.

    Liked by 1 person

  2. denaldd says:

    Wah aneh juga ya ga ada garis merahnya trus tiba2 join. Seasyik apapun orangnya. Mungkin bisa diingatkan ke Cindy kalau itu grup alumni. Yang ga alumni ya ga bisa donk masuk situ. Kecuali grupnya diganti nama : grup alumni beserta pasangannya 😁
    Untunglah aku ga ada grup2an alumni di wa. 3 grup sudah cukuplah. Semuanya grup temen deket.

    Liked by 1 person

  3. Grant Gloria says:

    Nay nay nay! Biar gimanapun grup alumni ya buat alumni. Kalo laki nggak percaya dia boleh pinjam hapeku buat ngecek obrolan. Tapi utk masuk grup, gak bisa! Itu etiket yg tak tertulis, grup alumni khusus alumni. Lagian gak enak sama anggota grup lain. Ntar digunjing di belakang, diomongi yg nggak2.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s