I’m all out of tears, but i still want to cry

Tragedi bom Surabaya sudah berlalu, meskipun baru sehari. Media dan lingkungan sekitar pun sudah move on, membicarakan topik lain. Banyak hal yang kemarin tertutup akibat tragedi bom, sekarang menjadi topik utama. Mulai dari menunggu hasil sidang isbat nanti sore, pilpres, sampai debat cagub Jawa Barat yang rusuh itu.

Tapi entah kenapa………saya belum move on. Terus teringat sama anak-anak kecil yang nyawanya hilang gara-gara keegoisan orang tua mereka, yang benar-benar sudah di luar nalar. Mata masih berkaca-kaca teringat mereka. Saya pun bingung sama diri saya sendiri….kenapa saya ini?

Baru kali ini tragedi kemanusiaan seperti merengut sebagian hidup saya. Seolah-olah terjadi pada keluarga dan anak saya, padahal samasekali bukan. Saya juga gak tau, sampe kapan saya begini. Kok rasanya seperti orang yang abis tabrakan mobil atau kena musibah kebakaran rumah ya….yang rasa trauma dan sakitnya masih terus teringat sampai tua?

Semoga Allah izinkan saya untuk move on. Menghilangkan semua pikiran-pikiran tentang almarhum anak-anak itu.
Karena di rumah pun harusnya saya bersemangat dan gembira. Besok insya Allah kita umat muslim menjalankan puasa hari pertama, dan hari pertama untuk si bungsu belajar puasa setengah hari pula.
Karena di kantor saya dituntut untuk profesional, bukannya dikit-dikit mellow dan mewek ingat mereka. Ini pun saya masih punya pe-er nulis review yang belum berhasil saya mulai, karena betul-betul tidak ada energi untuk itu.

Sulit sekali untuk menghindari membaca berita lanjutan seputar tragedi bom itu. Karena sering refleks browsing di hape, atau lihat di TV. Apa iya harus menyepi ke puncak gunung sekalian biar bener-bener terisolasi dari segenap berita lanjutan itu? Lebay amir sih?

Pun ketika harus pelan-pelan belajar untuk mendidik anak supaya tidak terjebak dalam ideologi menyesatkan, mau gak mau ya teringat lagi sama mereka.

Duh….saya galau.

Semoga hanya saya saja yang mengalami ini. Orang lain, terutama para ibu di luar sana, jangan tiru saya ya….

I-m-all-out-of-tears-but-I-still-want-to-cry

Gambar dari boldomatic.com

signature

Advertisements

14 thoughts on “I’m all out of tears, but i still want to cry

  1. Ikha says:

    Ya Allah..kuatkanlah hati mbak Imel. Semoga kita semua diberikan petunjuk selalu untuk berada di jalan yg benar ya mbak.

    Semangat untuk si kecil buat belajar puasa pertamanya. Semoga lancar.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s