Keputusan Mendadak Itu

Kemarin teman saya, sebutlah namanya Sekar, curhat. Sekar bilang sejak dua hari lalu grup WA kelas anak bungsunya, dihebohkan dengan pengumuman mendadak dari pihak guru. Broadcast message itu intinya: agar siswa dapat mengikuti Ujian Kenaikan Kelas, ortu wajib melunasi SPP bulan paling lambat 25 Mei ini. Alias sebelum siswa menjalani ujian 3 hari sesudah deadline itu.

Seketika para ortu siswa heboh. Bagaimana tidak? Karena tanggal 25 Mei buat sebagian besar orang adalah tanggal tua pake banget. Ada yang sudah gajian tepat di tanggal tersebut, namun banyak pula yang baru gajian di tanggal 31 Mei alias akhir bulan banget. Di samping itu, berasa aneh aja SPP buat bulan Juni kok mesti lunas di Mei?

Sekar mencoba bertanya via japri ke wali kelas anaknya mengenai pengumuman tersebut. Wali kelas bilang kalau ia hanya menyampaikan pesan dari kepala sekolah saja, sehingga kalau ada pertanyaan lanjutan silakan langsung menghubungi kepsek.
Keputusan ini dinilai sangat mendadak. Yang terbayang di benak masing-masing ortu: jika sampai tanggal tersebut belum melunasi, berarti anakku gak diizinkan ikut Ujian Kenaikan Kelas dong? Langsung pada baper. Seandainya disampaikan dari jauh-jauh hari, mungkin para ortu gak akan segelisah ini.

Akhirnya salah satu teman Sekar setelah menerima pengumuman tersebut, menjadi wakil dari ortu lainnya menghadap ke kepala sekolah. Alhamdulilah kepsek bilang bahwa diharapkan di tanggal 25 sudah bisa melunasi, namun diberi tenggat waktu sampai awal bulan Juni. Dan secara normatif walau belum mbayar, siswa tetap diperkenankan ikut ujian kok sampe tuntas, apalagi kalo track record pembayaran SPP selama ini baik-baik saja alias belum pernah nunggak di bulan-bulan sebelumnya.

Penyebab utama keluar keputusan itu adalah: sesudah ujian, mulai tanggal 7 Juni nya siswa sudah libur panjang sampai selesai lebaran. Pihak sekolah intinya khawatir ada ortu yang bablas dan gak mbayar SPP sampe ketemu-ketemu pas halal bi halal tahun ini.
Sekolah anak Sekar kebetulan swasta. Sehingga apa yang menjadi keputusan dari kepsek itu, tak lain merupakan keputusan dari pihak yayasan pengelola sekolah juga.

Sekar bingung dengan keputusan ini. Kenapa pihak sekolah ketakutan? Lha wong anak mereka tetap sekolah di situ dan gak akan lari ke mana-mana? Kan abis kenaikan kelas ya tetap di situ sekolahnya. Kalopun mau pindah pas kenaikan sudah tentu ada syarat admin yang perlu dilengkapi kan, enggak ujug-ujug cabut juga?

Dan teman saya ini mengakhiri curhatnya dengan berpesan bahwa kita memang gak boleh terlalu berharap banyak pada sesuatu, termasuk memilih sekolah anak. Gak ada yang sempurna. Kurikulumnya bagus, guru-guru bonafid, sistem admin dan peraturannya ternyata kurang oke. Ada pula yang gedungnya dan fasilitasnya cihuy abis tapi tim pengajarnya B aja.
Sekarang kita tinggal pilih mana yang mau kita jadikan tolok ukur, karena tiap orangtua murid punya pandangan yang berbeda-beda.

Untuk semua siswa SD, semoga ujian kenaikan kelasnya dilancarkan, dan mendapat nilai yang bagus-bagus ya…aamiiiin….
signature

Advertisements

10 thoughts on “Keputusan Mendadak Itu

  1. Lativa says:

    Halo mba.. aku jd pengen komen krn aku jg salah satu guru di sklh swasta. Rata2 kebijakannya sama, sekolahku pun gitu. Tp minimalnya yg mei udh selesai juni masih dispensasi.. krn apa, juni udh masuk libur kenaikan kelas dan lebaran.. smntara kan karyawan2 hrs THR libura dan dll,, memang sih normalnya mw bayaran atau engga kan thr ttp dikasih.. tp kbykan sekolah di bulan ini krn liburnya panjang jd sgl bentuk administrasi sekolah kan mw tutup buku di akhir semster ini, dan kesemuanya ngebut dijurnalkan di mei dan awal juni sblm libur.. lain halnya kalo ga kepotong libur panjang puasa lebaran mgkin ga akan tuh kebijakan byaran ampe akhir juni hrs selesai di mei. Cmiiw mba. Di aku pun banyak org tua murid yg protes kok. Hehe. Semoga dilancarkan selalu ya sgl urusannya ❀

    Liked by 2 people

    • imeldasutarno says:

      Oooh iya mungkin juga ya di sekolah Sekar seperti itu. Iya guru2 juga THR-an ya, dan pada mau liburan juga makanya pekerjaan semua diselesaikan sebelum hari H libur hehe.
      Amiiin…terima kasih untuk berbagi pengalamannya ya Lativa πŸ™‚

      Like

  2. nengsyera says:

    Aq dulu skalinya sekolah swasta hanya saat SMA aja. Tapi kebijakan sekolahku dulu unik, pembayaran setahun sekali. Smua dihitung uang SPP, uang buku, uang study tour, uang ujian totalan sekian juta. Jadi saat mau kenaikan kelas pun, guru sudah memberikan surat edaran biaya tahunan sekolah di tingkat berikutnya brp juta. Ortu bayarnya bisa pas ambil rapot atau saat libur sekolah. Menurutku emg lebih enak gini sih, jd ortu bebas mikirin biaya setahun anaknya, dan biaya kenaikan kelas pertahunnya akan semakin turun. Paling mahal biaya anak kelas 1 SMA krn mencakupi biaya seragam, beda dg anak kelas 3 hanya butuh biaya SPP dan ujian thok.

    Liked by 1 person

  3. ayusaraswati says:

    Semoga mbak Sekar dimudahkan rejekinya, tapi menurutku memang seharusnya pihak sekolah bisa lebih kooperatif mengingat tidak semua wali murid memiliki kesejahteraan ekonomi yang sama.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s