From Where I Sit – Dari dalam Mobil

Mudik melalui jalur darat merupakan salah satu aktivitas yang bisa menyenangkan dan menyegarkan mata. Gimana enggak? Kalau pas lewat jalan provinsi atau jalan nasional (yang bukan jalan tol tentunya) sudah pasti mata ini dimanjakan dengan aneka pemandangan. Berkat kecanggihan teknologi, apa yang dinikmati mata, juga bisa direkam oleh lensa kamera….dan dibagikan lewat cerita/blog ke teman-teman semua.

Mudik ke kampung pak suami kemarin, selain melewati aneka jalan tol mulai tol Cikampek sampai Cipali, kami juga tentunya lewat jalan biasa yang kanan kirinya full pemandangan. Apa saja yang berhasil saya rekam via smartphone saya?
Berikut beberapa di antaranya:

1. Bajaj untuk mudik.
Yang saya tau, bajaj itu hanya ada di Jakarta. Nah kemarin waktu lewat jalan bukan tol di daerah Karawang….kami bertemu bajaj yang dipakai oleh pengendaranya untuk pulang mudik. Dalam bajaj ini, banyak barang-barang bertumpuk…khasnya bawaan orang mudik. Karena malam, jadi fotonya agak blur gelap begini.

20180613_193505-600x1067

2. Tugu teh poci.
Ya, kami terpaksa muter melewati Slawi waktu berangkat ke arah Yogya. Penyebabnya karena di jalan yang biasa kami lalui, terpantau lewat Twitter, macet total gak gerak. Jadilah kami memutar agar terhindar dari macet. Kota Slawi merupakan salah satu kota yang terkenal akan teh pocinya. Gak heran sampai ada tugu khusus untuk mengingatkan masyarakat akan hal tersebut. Nah ini tugu yang saya foto pas mampir di Slawi.

20180614_091730_crop_422x324

3. Mampir di Masjid Agung Muhammad Cheng Ho, Purbalingga.
Masih dalam edisi muter-muter nyari jalan yang gak macet, kami nyampe ke Purbalingga. Di sini ada masjid yang lumayan besar, bernama Masjid Cheng Ho Purbalingga. Terletak di jalan Raya Purbalingga-Bobotsari. Cheng Ho sendiri sebetulnya tidak pernah berkunjung ke kota ini, namun masyarakat tetap membuatkan sebuah masjid berasitektur Tiongkok untuk mengenang beliau. Kami sempatkan istirahat dan sholat di sini.

20180614_122000-800x450

4. Ada patung knalpot di Purbalingga
Padahal kalo dibaca di berbagai sumber, Purbalingga ini ngetop dengan banyaknya curug yang menjadi destinasi wisata. Lha terus kok tiba-tiba ada patung yang menggambarkan pembuat knalpot di salah satu bunderan di kota ini? Iya, karena di Purbalingga ini ada begitu banyak pengrajin knalpot motor dan mobil yang sudah terkenal bahkan ke manca negara. Maka patung ini dibuat sebagai bentuk apresiasi kepada maraknya pengrajin tersebut. Keren ya, knalpot produksi dalam negeri euy 🙂

20180614_124515-1-800x752

5. Akhirnya NYIA dibangun juga
Nah sebelum sampai di tempat tujuan, mau tidak mau kami harus melewati kawasan ini. New Yogyakarta International Airport atau disingkat NYIA. Setelah melewati jalan berliku dengan begitu banyaknya protes dan demo dari para petani dan warga yang harus digusur demi pembangunan bandara baru Yogya ini….akhirnya NYIA dibangun juga. Demo dari masyarakat yang tergusur sudah marak sejak 2015 lalu. Saya gak mau dalam membahas gimana perjalanan panjang sampai akhirnya bandara tetap dibangun di tengah protes masyarakat….karena intinya cuma mau nampilin visual-visual hasil jepretan kamera hp saya di postingan ini.
Ini adalah spanduk di lokasi pembangunan bandara. Ketika kami lewat sana, kebetulan pas libur lebaran sehingga pekerjaan terhenti. Hanya menyisakan dua alat berat terparkir di tengah-tengah lahan super luas yang kosong dan rata dengan tanah.

20180620_093217-800x450

6. Perahu terbalik namun tidak ada korban jiwa.
Di SPBU Logending-Kebumen, kami bertemu dengan sebuah truk yang mengangkut perahu nelayan. Perahu ditelungkupkan terbalik di bak truk. Karena unik, saya sempatkan memfotonya.

20180625_150230-1-2-800x589

7. Hamparan permadani hijau dan bukit, duh indahnya.
Jangan ditanya ya kalo di Indonesia. Hampir semua wilayah negeri kita pasti punya pemandangan mainstream berupa hamparan sawah, gunung, sungai, dan laut. Makanya zaman kecil dulu, salah satu gambar standar anak TK atau SD adalah 2 gunung segitiga yang tengahnya ada matahari baru nongol, plus hamparan sawah dan jalanan. Hahahaha….saya juga gitu waktu kecil dulu.
Nah kemarin pun di beberapa daerah yang kami lewati, mata benar-benar dibuat senang dengan hamparan permadani hijau dan perbukitan.

20180620_095429-800x450

Segerrrrr

 

20180620_095710-800x450

Ladang dan Perbukitan Menoreh sebagai background

20180620_095754-800x450

Ademnya hatiku

Walaupun mudik itu selalu ada suka dukanya, tapi ya kalau dihitung-hitung memang jauh lebih banyak sukanya. Selain bertemu suasana baru, bertemu keluarga besar, juga bisa cuci mata seperti ini. Gak melulu ngeliat kemacetan ibukota, mall, dan ngeliat mantan.

Kalau kamu, apa yang dinikmati selama di perjalanan mudik?

signature

Advertisements

2 thoughts on “From Where I Sit – Dari dalam Mobil

    • imeldasutarno says:

      Alhamdulilah iya. Salah satu yang bikin semangat mudik ya liat pemandangan mbak. Kadang jatohnya saya jadi norak abis, tapi biarinlah. Abis di Jakarta mana ada pemandangan bagus begitu hehe 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s