Asik-asik di Taman Piknik

Di harian KONTAN edisi hari ini, saya sekilas membaca sebuah surat pembaca berjudul sederhana : Darurat Ruang Terbuka. Inti surat dari pembaca itu sederhana: Indonesia, khususnya kota besar seperti Jakarta ini darurat butuh banyak ruang terbuka untuk anak-anak dan keluarga. Supaya mereka enggak gadget-an melulu, supaya mereka punya tempat yang luas untuk bermain dan bergerak plus berinteraksi bersama orang lain.

Sederhana namun makjleb. Memanglah di kota besar, mencari ruang terbuka nan luas memang agak sulit kita temui. Walaupun sudah ada RPTRA di sana-sini, namun jumlahnya tetap belum sebanding dengan pertumbuhan penduduk Jakarta yang semakin banyak dari tahun ke tahun, apalagi pas habis musim Lebaran hihi…

Bicara soal ruang terbuka, kami ini memang salah satu keluarga yang girang gemirang kalo bisa menemukan tempat-tempat gratis luar ruang untuk bermain anak. Makanya saban ada RPTRA yang bisa terjangkau, langsung cuss ke sana.

Nah minggu lalu kami mendapat info dari teman suami, ada sebuah taman baru yang lokasinya alhamdulilah dekat dari rumah kami. Namanya TAMAN PIKNIK. Lokasinya di Jl. Manunggal II, Cipinang Melayu, Makasar-Jakarta Timur. Jika dari pinggir Jalan Raya Kalimalang, dekat Jakarta Islamic School. Walau sedikit terhalang karena lokasinya agak lebih rendah daripada jalan utama.

20180804_093341-800x450

20180804_092437-800x450

Luas taman ini berdasarkan info yang saya baca di media adalah 10.078 meter persegi. Tidak seperti beberapa RPTRA yang pernah kami kunjung yang buka sampai malam, taman ini hanya buka dari jam 07.00-18.00 WIB. Ketika kami bertanya pada sekuriti yang menjaga, jawabannya: Memang instruksi dari Pemda begitu, bu. Kami buka hanya sampai jam 6 sore pun untuk menghindari ABG dan muda mudi yang menyalahgunakan taman ini. Yah ibu tau sendirilah ABG zaman sekarang.
Dan seketika saya pun paham apa yang bapak sekuriti itu maksud 🙂

Bagian depan taman memang lengkap dengan pos sekuriti dan pagar pembatas dengan kawasan perumahan warga. Namun bagian belakangnya masih tanpa pagar, langsung berbatasan dengan proyek perluasan jalan Kalimalang. Akibatnya ya tetap bisa dimasuki warga dari arah belakang. Tapi sekuriti tetap sigap untuk meminta warga yang datang di atas jam 18.00 WIB untuk pulang sesuai peraturan.

20180804_085828-816x459

20180804_085528-816x459

Terlihat jalan layang tol Becakayu. Perhatikan, tidak ada pagar pembatas di belakang sana. Warga bisa dengan mudah masuk lewat belakang

20180804_090239-459x816

Ketika kami main ke sini hari Sabtu pagi, taman terlihat sangat sepi. Hanya ada beberapa pengunjung saja. Sebagian adalah pasangan suami istri yang membawa anaknya bermain sembari sang anak disuapi sarapan.

Fasilitasnya sendiri: jogging track, toilet, sedikit permainan anak, sungai dan danau buatan. Kenapa saya bilang sedikit? Karena ya memang hanya ada kuda-kudaan, prosotan semen, dan semacam panjat-panjatan gitu (duh ada ya namanya?).

20180804_084115-816x459

Sementara sesuai namanya yaitu “piknik”, pengunjung tentunya berharap bisa gelar tikar dan piknik di situ. Namun di sana sini terpasang peringatan “Dilarang Menginjak Rumput.”. Ya, karena rumputnya pun masih terbilang sedikit dan nampak baru ditanam, belumlah kuat dan stabil jika harus dibebani tikar para pengunjung. Taman ini memang baru beroperasi di bulan Januari 2018.

20180804_084705-816x459

20180804_083525-816x459

Petugas nampak tengah menyirami tanaman

Pepohonan pun masih terbilang kurang sehingga terik matahari semakin asoy ketika siang menjelang. Sungainya selain kering karena musim kemarau, juga tipikal sungai kota alias berbau tak sedap. Danau buatannya dipercantik dengan bunga teratai dan jembatan tangga dari beton.

20180804_084916-800x450

20180804_083912-816x459

Si Manis Jembatan Beton

Karena kami ke sini membawa sepeda, jadi bebas menyusuri jogging track dengan bersepeda. Jika membawa mobil atau motor, ada lahan parkir di pintu depan dekat pos sekuriti.

20180804_093451-816x459

Walau di sana sini masih ada kekurangan, menurut saya overall taman ini bisa menjadi salah satu alternatif ruang terbuka yang bisa dikunjungi untuk sekedar “bergerak” di luar ruang. Perkara sesampainya di sini kita masih main hp, dikembalikan ke pribadi masing-masing ya. Cobalah ke sini membawa sepeda, jadi bisa muter-muter nyusuri jogging tracknya dan gak perlu hp-an melulu.

Ayo kita piknik 🙂
signature

Advertisements

13 thoughts on “Asik-asik di Taman Piknik

  1. deadyrizky says:

    gak enaknya cuman 1
    ada beberapa pihak yang biasanya ngepolitisasi taman” bagus kek gini
    “ini karya gubernur gw”
    “ah ngawur, perencanaannya pas gubernur gw”
    hhhh ada juga orang kek gini

    Like

  2. Uchi says:

    masi gersang ya mb. Air sungai dibawah simanis jembatan beton itu klo jernih cakep tuh… tp kudu sabar yaa namanya juga masih baru. Dan ttp alhamdulillaaah nambah taman terbuka hehe

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Iyaaa masi gersang banget. Abis tergolong baru buka juga sih. Nah makanya, seandainya airnya jernih macam sungai2 di luar negeri gitu, huhuhuhu mimpi banget kayaknya aku ya mbak. Btw mbak Ucie apa kabar? Sehat?

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s