Faktor yang Tidak Terpikirkan

Masih ingatkah temans ketika saya membuat postingan Blessing in Disguise?  Ya, waktu itu saya menulis bagaimana beruntungnya orang-orang yang di rumahnya ada Asisten Rumah Tangga seperti mbak Ani. Silakan dibaca lengkapnya seperti apa di link tadi ya.

Nah, rupanya segenap keberuntungan tersebut…..meleset dari harapan. Ada faktor lain yang bahkan gak kepikiran sama saya, dan mungkin teman-teman semua.
Masih tentang mbak Ani sudah tentu. Beliau baru saja asik-asik bekerja 1 bulan di rumah bosnya. Sampai sebuah panggilan datang dari kampung. Telepon pertama, yang memintanya segera pulang. Ibu mertuanya sakit keras. Mbak Ani menguatkan hati. Ia tetap memilih bekerja di rumah bosnya. Bukan apa-apa. Utang yang puluhan juta masih terus terbayang di matanya. Harus pelan-pelan dilunasi.
Telepon kedua kemudian datang. Berupa “ancaman.” Pulang sesegera mungkin, ibu dirawat di RS. Mumpung ibu mertua masih ada. Maukah kamu wahai Ani menunggu sampai ibumu tiada baru kamu pulang?” Begitulah “ancaman” dari kampung itu datang. Membuat mbak Ani goyah dan gentar. Hari berikutnya sudah bisa ditebak. Mbak Ani langsung pulang ke kampung sambil menangis. Seems like a little bit drama, but that’s fact.

Ya, faktor emergency terutama yang terjadi pada keluarga inti. Tidak pernah saya pikirkan. Orang tua, anak kandung, sakit keras. Ini yang membuat semua yang berada di posisi mbak Ani, akan melakukan hal yang sama. Resign. Dengan super terpaksa. Pusingkah bosnya? Sudah tentu iya. Mendadak kehilangan Asisten Rumah Tangga. Mendadak kehilangan kebahagiaan. Kan tadinya udah seneng punya ART yang bakal komit kerja demi mbayar utangnya, eh tau-tau mesti pulkam karena faktor darurat.

Semoga ada jalan keluar untuk semuanya. Untuk bosnya mbak Ani semoga dapat pengganti sesegera mungkin. Begitu pula untuk mertua mbak Ani semoga diberi kesembuhan. Dan buat kita semua yang berada dalam kondisi mesti punya ART buat bantu-bantu di rumah, semoga postingan ini menjadi pelajaran untuk selalu menyiapkan hati untuk menghadapi kondisi darurat terburuk sekalipun. Kalo hatinya gak siap, percaya deh, ujung-ujungnya stress dan panik begitu dadakan ditinggal mbak ART.
signature

Advertisements

5 thoughts on “Faktor yang Tidak Terpikirkan

  1. mrs muhandoko says:

    kasian ya mbak Ani, kena beban hutang yang harus dibayar, juga ketambahan kepikiran ortu yg sakit.
    maksudku, bukan nyuruh mbak ani jadi durhaka dengan mengabaikan ortunya. tapi, kalau seandainya masih ada saudara mbak ani yg lain yg bisa merawat ortu, bukankah lebih enak kalau merawat ortu bersama – sama dengan saudara ya?

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Iya bener Na. Ada sih sodara-sodara lain di kampung yang pada ngerawat, cuma mungkin karena Ani ini menantu langsung makanya diharapkan banget pulang karena mertua udah sakit parah. Barangkali loh hehe….

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s