Jualan Es Lilin

Gak kerasa bulan Muharram datang lagi. Setiap Muharram tiba, banyak sekolah Islam yang mengadakan aneka event menyambut bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah tersebut. Tak terkecuali sekolah anak saya. Sudah dua tahun ini acaranya nyaris sama, yaitu bazaar dan aneka lomba Islami. Lomba itu misalnya lomba adzan, menghias kaligrafi, sholat berjamaah, membaca Al-Qur’an dan lain-lain.

Di tahun ini, khusus untuk bazaar, kebetulan sekolah tidak mewajibkan setiap anak buka lapak. Mamak bisa bernafas lega. Eh yakin?

Oh cencu cidaaaaakkk….. Karena sang anak keukeuh ingin berjualan. Bahkan ia ingin berjualan es krim, yang mana entu jualan membutuhkan usaha lebih yaitu kudu punya storage yang bisa bikin itu es krim tetap beku jaya hingga sampai di tangan pembeli. Yassalam naaak….manalah ada mamak dan bapak ini punya benda begituan ((BEGITUAN)).

Satu minggu sejak diumumkan bahwa anak-anak boleh berjualan, saya langsung WA wali kelasnya dan mohon maaf. Sebab anaknya udah asik-asik bilang ke bu guru bahwa ia mau jualan padahal belum dapat lampu hijau dari ortunya. Lalu saya jujur bilang ke wali kelas kalau Alun fix gak jualan karena sayanya enggak sanggup nyiapin barang dagangannya. Efek ngantor membuat raga ini terlalu lelah setiap harinya, ditambah kejompoan usia yang semakin tak bisa berbohong. Wali kelas pun bilang OK, Alun berarti gak jualan.

Apa yang selanjutnya terjadi? Anaknya merengut. Karena mamaknya bilang gak usah jualan. Kemudian dilanjutkan dengan kata-kata: Udah, Alun jadi pembeli aja ya. Beliin dagangan teman-teman lainnya. Nanti kan memang tiap anak boleh bawa uang sampe maksimal 25 ribu, buat jajan sesuka hati.

Lalu bapak pun menengahi. Intinya: saya diminta jangan mematahkan semangat anak, dan ambil jalan instan dengan menyuruh ia hanya menjadi pembeli saja. Niatan anak untuk jualan itu memiliki sangat banyak pelajaran di dalamnya. Dari mulai tanggung jawab, percaya diri, belajar matematika juga. Banyaklah.

Singkat cerita…..anaknya senang karena jadi jualan dong. Mamak terpaksa meralat statement ke wali kelas dengan malu-malu. Wali kelas tertawa ketika mbaca WA soal tingkah laku Alun yang semangat banget kudu jualan.

Dan kami bertiga pun sepakat yang dijual adalah es lilin. Saya bahkan gak paham harga es lilin itu sekarang berapaan? Jadi hantam aja 2 ribu per buah hehe.

Dan step selanjutnya yang kami lakukan:

1. Bapak membersihkan freezer. Baik dari bunga es, maupun menyingkirkan segala macam ikan ayam mentah. Supaya es lilin bisa dibekukan di freezer tanpa terkontaminasi amisnya bau barang-barang mentah itu.

2. Ibu menentukan bahwa es lilin yang akan dibuat ada dua rasa. Yang pertama adalah rasa cocopandan+susu dan dikasih tiga butir nata de coco sebagai penghias aja. Yang kedua adalah rasa melon+susu tanpa nata de coco. Berhubung termasuk proyek grabak grubuk dan emang gak punya bakat dagang…..maka ibu dan bapak pun membeli semua bahannya di Alfamart yang so pasti mihil dibanding beli di toko grosiran. Dua botol Marjan masing-masing rasa cocopandan dan melon, satu kotak susu bubuk Dancow putih, dan 5 nata de coco yang di kemasan gelas plastik siap santap gitu. Ya lord…modalnya aja mihil pisan euy. Hahahaha…tenaaaang…saban jualan di sekolah mah emang gak pernah ngejar untung karena cuma untuk fun dan memeriahkan acara sekolah aja. Kemudian ibu mengeksekusi kurang lebih 30 batang es lilin warna merah dan hijau.

3. Kulkas kami sudahlah uzur. Hanya sebuah kulkas kecil satu pintu yang dibeli sejak tahun 2003. Daya beku freezernya sudah lumayan payah. Dimasukin banyak barang sekaligus, alamat luamaaaaa bekunya.
Saya pun dag dig dug…ini es lilin bakal beku semua gak ya? Akhirnya kami bertiga diskusi dan sepakat: kalau sampai H-1 es pada gak berhasil beku, kita banting stir ganti barang dagangan. Disamain sama dagangan waktu kelas dua dulu yaitu kokokrunch. Itu kan tinggal beli kiloan, lalu dikemas dalam plastik-plastik kecil. Beres.
Bayangkan, saking uzurnya itu kulkas, mau jualan di hari Jumat pagi, es lilin dibuatnya dari Rabu pagi dong! Tiga hari bikin es lilin doang yang mana di kulkas orang lain mah malem bikin pagi beku. Wahahaha…kubutuh dana segar tuk membeli kulkas *lhah?

4. Bapak membuatkan visual untuk branding es lilin yang sederhana. Nanti tinggal diberdirikan di samping termos es.

5. H-1 seperti biasa simulasi jual beli. Kalo ada pembeli mau beli 2 batang dan uang pembeli 10,000 berapa kembaliannya? Dan seterusnya. Sekaligus menyiapkan uang recehan untuk kembalian bagi pembeli. Oh ya sambil terus berdoa, karena hampir 90% es lilin sudah beku tapi ada juga yang belum samasekali. Gile ye? Udah mau 3 hari padahal.

6. Di hari H, akhirnya es yang berhasil beku maksimal hanya 22 buah. Sisanya ya disimpan buat makan sendiri aja. Daripada dipaksain dijual tapi malu ati karena engga beku hiks 😦

Sampai di sekolah, banyak juga anak-anak kelas lain yang menjual aneka minuman dingin dan es. Ya memanglah musim kemarau ini paling cucok ya jualan yang dingin-dingin segar.
Alhamdulilah jualannya laris. Uang hasil jualan? Jangan ditanya ya guys…..karena sudah asik-asik dijajanin sama anaknya. Dia beli dagangan teman-temannya yang lain dengan riang gembira.

20181004_205047-600x800

1538727366-picsay-600x689

1538727646-picsay-1-800x796

1538727824-picsay-1-800x527

Memang sehari sebelumnya, bapaknya sudah memberi ceramah panjang lebar mengenai makna jualan. Di mana yang namanya jualan itu sejatinya mencari untung. Kalau dapat uang hasil jualan, itu adalah uang yang akan menjadi modal beli bahan lagi, untuk dijual besoknya lagi. Tapi mindset anaknya ya masih aja: kalau jualan, aku dapat uang banyak. Kalau punya uang banyak aku bisa jajan macem-macem dong. Selesai.

Huhuhuhu…dasar bocah kicik 😦

signature

Advertisements

4 thoughts on “Jualan Es Lilin

    • imeldasutarno says:

      Walah mbak, itu super gampil. Cuma sirup melon+air matang buat encerin sirup. Lalu masukkan susu. Bisa susu kental manis. Atau kalo kayak aku yang gak suka kemanisan: susu bubuk putih diencerkan. Lalu tuang deh ke air sirupnya. Kelar mbak. Murah meriah hihihi…

      Like

  1. Fanny Fristhika Nila says:

    Bagus juga kalo anak2 disurih jualan gini. Biar mereka ngerto kalo duit itu didapt dgn kerja :p. Walopun ujung2nya mereka ttp abisin tuh duit wkwkwkwkwk

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s