Model Tantangan Apa Ini?

Siti beberapa hari ini merasa agak jengah. Ia dan Aswin tergabung dalam komunitas bersepeda yang anggotanya lumayan banyak, dan untuk menguatkan komunikasi di antara anggota, mereka membuat WA Grup. Semula, semuanya biasa saja. Sampai akhirnya Aswin secara terbuka bercerita ke Siti, bahwa dengan kondisinya yang sudah menikah….ia memiliki 3 wanita dengan status HTS (Hubungan Tanpa Status), yang ketiga-tiganya adalah member di grup komunitas yang sama.

Aswin sudah berkeluarga. Setelah hampir 8 tahun berumah tangga barulah ia dikarunia seorang anak. Ketika semua teman seumurannya sudah mempunyai anak-anak yang menginjak bangku SMA, Aswin barulah memiliki anak. Bukan main bahagianya Aswin dan sang istri. Namun di saat yang bersamaan, “kenakalan” Aswin tetap berjalan. Ia memiliki HTS diam-diam seperti yang sudah dijelaskan sekilas di atas. Satu sama lain dari wanita-wanita itu, sebut saja mbak A, B dan C, saling tidak mengetahui bahwa mereka sama-sama menjadi HTS nya Aswin. Mbak A, B, dan C, juga sudah berkeluarga, dan masing-masing punya dua orang anak. Istri Aswin samasekali tidak mengetahui kelakuan Aswin. Yang beliau tau, Aswin adalah kepala keluarga yang sangat bertanggung jawab, yang begitu menyayanginya dan sang buah hati.

Sampai di sini sudah ada yang ikutan jengah?

Sama dong dengan Siti, yang kerap kali diceritakan ini itu oleh Aswin. Dengan bangganya Aswin merasa bahwa ia semacam berhasil melewati sebuah tantangan yaitu berhasil merebut hati dari wanita lain yang juga berstatus istri orang. Siti bingung…apa yang harus dibanggakan dari hubungan Aswin dan A,B,C? Siti sudah sempat mengingatkan: apakah Aswin tidak kasihan dengan istrinya? Dan Aswin hanya menanggapi dengan cengengesan.
Terkadang, Aswin bercerita via japri ke Siti dan malah membuat Siti menjadi ngeri sendiri. Dengan bangga Aswin bertutur bahwa dengan A ia bukan hanya sekedar berangkulan, namun lebih dari itu. Sementara dengan B mereka berbuat yang lebih lagi. Ah sudahlah….dijabarkan di sini toh sudah pada dewasa. Ngertilah apa yang dimaksud dengan “lebih lagi” itu. Lalu tanpa diminta Aswin bercerita: “Siti, gimana ya kalo suatu saat tiga-tiganya (mbak A, B, C) lagi ngumpul trus mereka ngobrol-ngobrol dan ternyata menceritakan satu laki-laki yang sebenarnya sama, sebagai HTSnya mereka? Hahahaha…,” Aswin mengakhiri ceritanya dengan tawa.

Siti sudah menebak dalam hati: Aswin ini tipe yang pengen banget dikomentarin untuk “keberanian”nya, yang pengen diciyee ciyee-in (istilah zaman sekarang) saban ia ngomong nyerempet-nyerempet soal A,B,C.
Pernah suatu kali tiba-tiba Aswin japri: “Siti, duh tulungin gue dong hehe. Tuh si A sama C berantem di grup sepeda kita, mbahas perlakuan ke laki-laki gitu. Lu gak manteng grup ya?” Siti saat itu memang lagi ga buka WA Grup komunitas mereka. Dan memang WA Grup terkadang gak cuma membahas seputaran kegiatan sepedaan mereka, tapi bisa ke hal-hal lain termasuk ranah pribadi.
Siti ngebatin: “ah elah ini orang ya. Pengen banget diblow up yak adatnya?”
Siti males nanggepin. Siti cuma menulis singkat: “kalo gue percaya sama pepatah lama aja deh Win. Sepandai-pandainya kita menyimpan bangkai, suatu saat akan ketauan juga. Lo ngerti lah maksud gue apa Win. Sorry gue belum mantengin grup Win.”

Membaca cerita Siti, sayapun bingung. Apa yang harus dibanggakan dari “tantangan” model seperti itu? Kebetulan saya sudah berkeluarga. Sudah tentu langsung mikir gimana kalau posisi saya jadi istrinya Aswin? Gimana pemikirannya bahwa setelah sekian lama berumah tangga ia baru dikarunia anak? Apakah ini bentuk sujud syukurnya atas kelahiran sang anak? Ah rasanya tidak…..
Lalu, gimana kalau posisi saya jadi para suaminya A, B, C. Mungkin ada baiknya kalau memang sudah suka, ya dihalalkan saja menjadi istri kedua dan seterusnya. Tapi entahlah, mungkin memang Aswin lebih menyukai hidup dalam kondisi seperti ia saat ini. Kucing-kucingan, “main cantik” dengan kerap menghapus japri WA dengan A,B, C (agar tidak terbaca istri sahnya), dan tampil ciamik sebagai kepala keluarga bertanggung jawab nan ideal di depan sang istri.

Sampai postingan ini diakhiri, saya masih belum tau apa yang ingin dicapai Aswin lewat perilakunya tersebut. Temans ada yang pernah bersinggungan dengan cerita seperti cerita Siti di atas?
signature

Advertisements

2 thoughts on “Model Tantangan Apa Ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s