4 Hal yang Membuat Saya Tidak bisa ODOP

Yang namanya orang punya blog, udah pastilah passionnya adalah menulis. Yang namanya orang punya blog, udah pastilah ingin blognya gak bersarang laba-laba a.k.a konsisten diisi terus dengan postingan. Yang namanya orang punya blog, udah pastilah ingin terus merawat blognya dengan aneka cara, biar pageviews meningkat, biar bisa menjalin banyak relasi, biar bisa menghasilkan uang juga.

Tak terkecuali saya. Udah komit punya blog, ya mesti diisi. As simple as that. Perkara isinya geje, nyampah, ngomongin aib orang, itu urusan belakangan. Yang penting blognya tetap update.

Pengen kayak orang-orang yang bisa posting setiap hari, yang bikin blognya selalu dikunjungi orang karena selalu ada cerita baru di situ. Tapi apa daya diri ini tak bisa. Bahkan menantang diri sendiri untuk One Day One PostΒ (ODOP) pun tak sangguplah awak ni.
Kenapa? Ini beberapa alasannya:

1. Tidak punya fasilitas sendiri
Mulai blog ini ada di tahun 2015, semua postingan diketik melalui laptop……..kantor. Iya, saya gak punya laptop pribadi. Kalau laptop kantor, otomatis bikin postingannya kudu curi-curi dong. Ketauan HRD apalagi bos….yah tebak sendirilah nasibku. Hahahaha lebay ya?
Pengen punya laptop pribadi, tapi kok ya uang sekolah anak naik terus dari tahun ke tahun. Hehe…kudu ngatur prioritas intinya.
Dan kalau sudah begini, manalah bisa asik-asik one day one post. Kecuali memang saat kerjaan lagi slow mampus di kantor, bisalah ketak ketik sedikit buat update-update kecil.

2. Prioritas
Waktu dalam hidup ini cuma 24 jam. Dan dari 24 jam ini tiap manusia membuat prioritas hidup berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Begitu pula dengan saya. Sepassion-passionnya saya menulis, ada anak yang butuh bimbingan belajar karena besok mau ulangan. Ada badan yang pulang kantor dan butuh istirahat cukup agar tetap sehat dan besoknya bisa tetap nyari duit. Ada suami yang juga butuh perhatian urusan 17 tahun ke atas (wahahaha nulisnya eikeh ngakak sendiri). Ada pekerjaan di kantor yang butuh diselesaikan sesuai deadline. Ada arisan keluarga yang butuh dikunjungi untuk mempererat silaturahmi. Mana prioritasmu? Kembali pada diri masing-masing ya jawabannya.

3. Kebanyakan pertimbangan ketimbang eksekusi
Maksudnya gini: kalo seandainya saya menantang diri sendiri one day one post, apapun topiknya, apapun materi yang akan ditulis, lha kok sayanya kebanyakan pertimbangan ini itunya? Ketika dalam satu hari itu mati ide, ya masak saya maksa nulis apa aja yang penting ada postingan? Mau buka aib-aib masa lalu demi ada postingan di blog? Mau buka rahasia rumah tangga yang penting blognya update tiap hari? Mau ngumbar privasi dan rahasia diri sendiri demi eksisnya blog? Nah kan kebanyakan mikir ini itunya. Kelamaan ya? Hahahaha…orang udah sampe Pluto kita baru di Bumi ini mah πŸ™‚

4. Kebanyakan menghabiskan waktu di dunia nyata ketimbang dunia nyata
Satu sisi suka ngeblog. Satu sisi kok ya girang karena lebih milih banyak menghabiskan waktu di dunia nyata ketimbang dunia maya? Di satu sisi suka ngeblog, di sisi lain kayak orang yang gak mau tenggelam dalam kesibukan dunia maya (kecuali kalau dunia mayanya memang profesi ya). Di situ saya merasa aneh….dan galau….dan bingung. Ah bagaimana ini? Hehe….
Semakin bertambahnya umur, saya malah makin berusaha menghabiskan 24 jam waktu yang diberikan Allah SWT dalam satu hari satu malam, untuk hal-hal yang kaitannya dengan dunia nyata. Main sosmed masih jalan terus, tapi betapa berdebunya Facebook dan Twitter saya, karena cuma sekali-sekali dilirik. Hanya sekali-sekali diisi. Hanya sekali-sekali dipantau, itupun kalo pas ada waktu luang. Instagram yang super aktif dengan aneka foto yang diposting? Iya abis posting terus tutup dan kembali ke dunia nyata. Ngecek lagi nanti-nati aja kalo kebetulan ada waktu lowong. Pasang status WA? Wah iya saya doyan, tapi belum pernah sampe kayak jaitan celana Levi’s juga itu status Wkwkwkwkw…. Alhamdulilah masih bisa lebih banyak menyibukkan diri di dunia nyata ketimbang sebaliknya. Lha kalo udah kayak gini, gimana bisa one day one post ya? πŸ™‚

Yah itulah sodara sodari sekalian….empat hal yang membuat saya lemah dalam ikutan ODOP. Semoga kalian semua tetap bersemangat dan membuat blog masing-masing semakin ciamik, update dan memberi manfaat bagi banyak orang ya.

Jakarta, 23 November 2018, ketika hujan petir mendera ibukota

signature

Advertisements

32 thoughts on “4 Hal yang Membuat Saya Tidak bisa ODOP

  1. deadyrizky says:

    gileee ODOP!
    aku aja 3 hari 1 postingan kayaknya udah too much
    padahal ya postingannya receh”
    mungkin mereka yang ODOP itu udah passionnya atau kerjaannya kali ya

    Liked by 1 person

  2. Rahma balci says:

    laptop saya rusak, skrg pake laptop berjamaah sama suami dan anak2 kalo pengen nge youtube..jadi kesempatan make laptop diatas jam 10 malam, ketika mereka tidur semua…tapi tetap semangat ngepost, saya punya buku khusus buat blog, krn ngetik di hp jg kadang susah*direbut anak juga:D* andelin buku buat nuangin ide, malamnya tinggal eksekusi biar ngetik cepat kelar, pasti ada jalan kok..meski ga ODOP…target seminggu hrs ada postingan tetap saya jalankan meski jg sibuk urus anak dua..ayo mbak semangaddddd kitahhh

    Liked by 1 person

  3. dewi says:

    Ermm.. Lalu liat isi blog sendiri yang kebanyakan aib masa lalu dan aib rumah tangga bahhahahaa.

    Mba Imeeeell kamu tu gak perlu ODOP sdh termasuk yg paling aktif di wp readerku lo.. (oke yg ini emg aku kurang banyak follow si kayaknya)

    Liked by 1 person

  4. denaldd says:

    Kalau aku memang dari dulu ga mau memaksakan diri untuk bisa posting per hari. Yang penting buatku adalah konsisten. Jadi aku usahakan dalam satu minggu ada minimal 1 tulisan. Maksimal dua, itu sudah cukup. Kecuali kalau bener2 repot banget dalam dunia nyata, biasanya keluarin tulisan yg ada di draft atau ya ga posting apapun. Gimana donk, repot kan ya hehe. Jadi buatku, konsisten lebih penting. Sumber tulisan dari masa lalu, tidak masalah. Yang tahu pantas nggaknya juga kita sendiri kan karena sifatnya subjektif. Kalau aku batasannya, terlalu privat ga. Kalau iya, mending cari bahan yg lain. Banyak kejadian atau hal2 di sekitar kita yg bisa dijadikan bahan tulisan dan yang membuat kita nyaman menuliskannya.

    Liked by 1 person

  5. Sissy says:

    Saya juga pake laptop kantor, hehehe. Alhamdulillah diijinin buat dibawa pulang. Baru sekarang juga nih Mbak saya nulis tiap hari karena ada challenge, itu juga enaknya karena udah ada temanya yang tinggal diikutin. Kalau saya biasa bikin bank ide di handphone dulu, jadi kalau lagi mati ide tinggal ambil dari bank ide itu. Semangat terus ya Mbak.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s