Pengalaman Bedah Minor Gigi Bungsu di RS Gigi dan Mulut Angkatan Udara-Halim (part 1)

Kuharus mulai dari mana? *MewekKejer.

Begitu banyak yang ingin ditulis, begitu sedikit (baca: tidak ada) waktu yang dimiliki. Keadaan akhir-akhir ini memang gak memungkinkan. Selain lagi kondisi ART-less, pekerjaan di kantor pun sedang hectic-hecticnya. Akhirnya harus memilih prioritas mana duluan yang wajib dilakukan. Maka pilihannya udah pasti: ngurus rumah tangga, pekerjaan kantor, dan beristirahat yang cukup pas ada waktunya. Ngeblog akhirnya dijadikan prioritas -entah nomor berapa-.

Makanya begitu ada waktu luang begini, dan mulai mosting lagi, trus bingung mau mulai cerita yang mana.

Kayaknya mending cerita soal pengalaman operasi gigi bungsu aja deh ya. Barangkali akan menjadi postingan berpahala dan berfaedah bagi umat manusia.

Ya, jadi sudah sejak beberapa bulan di penghujung 2018, saya itu bingung. Setiap meludah yang keluar pasti ludah+darah. Padahal kondisi lagi enggak makan, enggak sikat gigi, enggak ada sariawan. Sempat didiamin 2 bulan karena pengen ke dokter gigi puskesmas (pake BPJS) udah males ngantri duluan. Setelah dua bulan dan ga ada perubahan akhirnya saya paksain diri ngantri. Untung puskesmasnya deket dari rumah.
Nah untuk penjelasan lengkap soal gigi bungsu itu sendiri, silakan baca di link ini ya, soalnya kalau dijelaskan di postingan ini wuaduh panjang banget nanti jadinya πŸ™‚

Singkat cerita dokter gigi bilang bahwa darah itu berasal dari gigi bungsu geraham bawah kanan yang sudah busuk (ouch istilahmu dok!) dan bikin radang, makanya berdarah melulu. Lalu beliau merujuk ke bedah gigi. Iya karena geraham adalah gigi permanen, sudah pasti gak bisa cabut pake tang doang kayak nyabut gigi susu. Kudu bedah minor. Dan puskesmas tidak punya alatnya. Harus ke RS.

Saya pun dirujuk ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Angkatan Udara di daerah Halim. Tepatnya di Jalan Punto Dewo No.1, Makasar, Halim, RT.4/RW.1, Halim Perdana Kusumah, Makasar. RS ini juga dikenal dengan Lakesgilut (Lembaga Kesehatan Gigi dan Mulut TNI AU).

20190126_130138-600x800

Dokter gigi bilang lebih baik ke situ karena rumah sakit ini khusus menangani semua penyakit mulut, dan fasilitasnya sudah pasti lengkap.

Namun, dokter gigi memberikan penjelasan yang bikin ilfil: ibu mendingan langsung ke sana hari ini ya buat konsultasi. Soalnya kalau pake BPJS, konsultasi sekarang, operasinya bisa dapat giliran berbulan-bulan berikutnya. Antri bu!

Catat! Berbulan-bulan berikutnya. Gigi saya yang udah berdarah melulu ya kali masih nunggu lama lagi baru ditindak? Oh tidak. Saya pernah membaca di media online bahwa penyakit di gigi seperti gigi bolong, radang dll jangan disepelekan. Karena kuman dan bakterinya bisa sampai ke jantung dan malah menimbulkan penyakit yang lebih berat lainnya. Ya bhaiquelah……stop sampai di situ sudah cukup membuat jiper bukan?

Akhirnya, saya pun menempuh jalur pengobatan pribadi. Untungnya bisa pakai sistem reimbursed ke kantor walau hanya dicover 80%. Mayanlah daripada mesti nuggu antrian BPJS.

Lalu bagaimana prosedurnya?

Pertama, saya mencoba menelepon ke RS Gigi dan Mulut AU ini (no.teleponnya saya dapat dari internet). Sayang sungguh sayang tidak ada yang mengangkat. Akhirnya saya langsung datang saja pagi-pagi, di hari Jumat. Naik Gojek aja dari rumah. Jadi saya izin kerja setengah hari di hari Jumat. Oh ya ketika mendapat rujukan ke RS Gigi dan Mulut ini, saya banyak-banyak browsing pengalaman orang lain yang sudah pernah berobat ke sana. Supaya saya dapat ancer-ancer mulai dari lokasi RS ini di mana, pelayanannya kayak apa, gimana rasanya dibedah, dan lain-lain. Banyak juga rupanya yang menuliskannya di blog masing-masing. Thanks to you para bloggers :).

Pendaftarannya sendiri dibuka Senin sampai Jumat mulai pukul 07.15 WIB. Sabtu juga buka kok, dan khusus Sabtu bisa mulai daftar di pukul 08.00 WIB. Nah asyiknya RS ini juga menerima pelayanan hingga Sabtu sore, yaitu mulai pukul 17.00 WIB-20.00 WIB.

Sampai di sana, saya mendaftar sebagai pasien baru. Mengisi formulir dan menunggu sebentar hingga kartu pasiennya jadi. Ketika saya ceritakan ke petugas bahwa saya sebetulnya dirujuk menggunakan BPJS, beliau pun mengatakan hal yang sama seperti dokter di puskesmas…..antrinya bisa berbulan-bulan. Sembari saya menunggu, ada pasien lain yang juga ingin periksa dan mengeluh ke petugas bahwa ia coba terus menelepon ke RS ini namun tidak pernah nyambung. Barulah di situ saya tau, ternyata teleponnya rusak. Petugas pendaftaran yang mengatakan pada ibu tadi. Oalaaaah…ya panteeesss….

Akhirnya kartu saya jadi dan saya dipersilakan menuju ruang rontgen. Di ruang ini gigi kita dirontgen dan istilahnya rontgen panoramik. Seluruh bagian gigi diambil gambar x-raynya, sebagai bekal untuk dokter melakukan tindakan. Rontgennya dilakukan berdiri dan dagu kita diletakkkan di atas alatnya. Gigi wajib menggigit kapas bersih. Rontgen ini tidak sampai satu menit. Hasil/gambarnya tidak menggunakan kertas film seperti rontgen zaman dulu. Tapi langsung diprint di atas kertas foto, ukuran A4.

20190119_175329-800x600

Ini hasil rontgen gigi saya. Gigi bungsu kiri kanan posisi tumbuhnya tidur alias melintang. Yang dilingkari merah yang duluan saya minta ambil karena dia si penyebab berdarah terus itu. Lalu di bagian atas pun rupanya ada gigi yang tumbuh ga wajr dan…harusnya dicabut juga. Ah nanti ajalah, yang penting yang urgent dulu πŸ™‚

Selesai dari ruang rontgen saya diminta menuju ruang pemeriksaan umum. Di sini data general saya diambil. Seperti misalnya tekanan darah, riwayat alergi obat, dll. Jadi bukan langsung diperiksa dokter ya. Nah selesai proses ini, seharusnya jika merujuk pada prosedur BPJS, saya ke dokter gigi umumnya dulu untuk diperiksa baru nanti diarahkan ke dokter spesialis bedah mulutnya. Namun oleh bapak petugas yang ramah dan baik hati, beliau bilang kalau sudah tau keluhannya apa dan menggunakan jalur pribadi, lebih baik langsung saja menuju ke ruang bedah minor. Dan menuju ke ruang tersebut pun saya ditemani pak petugas baik tersebut. Agak sedikit heran sebab bukankah seharusnya beliau stay di posnya yaitu meja pendaftaran ya? Tapi ini malah mengantarkan langsung pasien ke ruangan lain.
Sampai di ruang bedah minor, saya perhatikan banyak sekali yang sedang antri menunggu. Kemudian pak petugas langsung berbicara dengan seorang ibu yang sudah senior, yang rupanya adalah suster khusus ruang bedah mulut. Ibu ini selain bertugas menjadi asisten dokter di ruang praktik, juga mengurus berkas pendaftararan pasien. Pak petugas meminta saya menunjukkan hasil rontgen ke suster, dan suster langsung menjelaskan dengan cepat dan tegas. Bahwa memang komposisi gigi saya: gigi bungsu geraham kiri dan kanan posisinya tidur/horizontal. Operasi satu gigi adalah 2,6 juta. Dan seharusnya jika geraham bawah dibedah, maka gigi yang letaknya persis di atasnya juga wajib diambil namun prosesnya tidak bedah melainkan cabut dengan biaya 400ribuan.
Saya yang sudah mendapat banyak bekal via membaca blog orang lain tidak terkejut dengan angka yang disebutkan suster. Kemudian langsung beliau jadwalkan datang lagi besok Sabtu untuk proses tindakannya. Kemudian saya boleh pulang. Wah gak jadi izin datang siang ke kantor ini mah, karena ternyata selesainya lebih cepat dari yang diduga, hehe.

Bersambung ke postingan kedua ya …..
signature

Advertisements

2 thoughts on “Pengalaman Bedah Minor Gigi Bungsu di RS Gigi dan Mulut Angkatan Udara-Halim (part 1)

  1. Dyah says:

    Saya operasi gigi bungsu di klinik gigi di RSAL Bendungan Hilir. Sama, giginya busuk. Dan… nggak pakai BPJS juga karena antrenya panjang. Harganya juga kurang lebih sama, Mbak. Konon, kalau soal operasi gigi, yang bagus memang RSAL dan RSAU.

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Wah pengalamannya sama tapi beda lokasi faskes TNI nya aja. Tadinya pas dokter puskesmas bilang rujuaknnya ke Lakesgilut TNI, aku juga mikirnya di bendhil…etapi langsung keingetan di bendhil kan RSAL bukan Lakesgilut. Semoga gigi kita baik2 aja ya mbak…amiiin

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s