Jangan Anggap Sepele Operasi Minor Gigi Bungsu

Ah cuma gigi kecil ini. Ah cuma sedikit ini yang dibelek. Itulah pemikiran ngegampangin saya kala harus menjalani bedah minor untuk mengambil gigi bungsu (atau dikenal dengan wisdom teeth) geraham kanan bawah.

Sebagai informasi dikutip dari sini, gigi bungsu atau gigi molar ketiga adalah gigi yang biasa tumbuh dalam rentang umur 17-24 tahun. Jika gigi ini tumbuh miring maka muncul gejala bengkak, nyeri, atau bahkan demam. Terlebih jika gigi ini menusuk gusi, rasanya akan menjadi sangat nyeri. Gigi bungsu akan tumbuh di empat bagian rahang, yaitu kanan atas belakang, kiri atas belakang, kanan bawah belakang, dan kiri bawah belakang. Karena bentuk rahang manusia yang berbeda-beda, hal ini yang menyebabkan pertumbuhan gigi bungsu setiap orang berbeda. Gigi bungsu ini sering terhalang oleh gigi geraham lain yang sudah muncul jika rahang Anda tidak memiliki ruang yang cukup untuk gigi bungsu. Tidak ada cara mencegah gigi bungsu ini untuk tidak tumbuh miring. Pertumbuhan gigi ini bersifat alamiah dan tergantung benih giginya. Jika benihnya bagus maka gigi tersebut akan tumbuh lurus. Saat gigi ini tumbuh berpotensi sangat besar untuk sakit. Dan jika memang sudah menimbulkan keluhan yang gawat, maka jalan keluar terbaik adalah pengambilan gigi, bukan dengan cara dicabut, namun dibedah.

Inilah yang terjadi pada saya sekitar 3 minggu yang lalu. Sebetulnya yang harus dibedah adalah geraham bawah kiri dan kanan karena memang kedua wisdom teeth saya tumbuh dalam posisi horizontal. Namun yang kiri tidak ada keluhan, sementara yang kanan timbul radang yang menyebabkan saya selalu mengeluarkan darah saban meludah. Jadi saya prioritaskan bedah minor yang kanan dulu. Cerita lengkapnya bisa dibaca di sini dan di sini ya

Lalu apa yang selanjutnya terjadi? Saya disadarkan oleh beberapa hal akibat anggap sepele tadi. Nah, mungkin ada baiknya saya bagikan pengalaman dan tips pre dan pasca bedah minor yang menyadarkan saya itu ya:

1. Kita tidak selalu mendapatkan dokter yang asyik diajak berdiskusi. Terkadang ada yang malah mendapat dokter yang irit bicara atau jutek. Nah untuk mengantisipasi hal ini, persiapkan diri dengan banyak menggali informasi dari berbagai sumber valid. Di dunia serba digital sekarang ini, mudah sekali untuk mengumpulkan berbagai info do’s and don’t’s plus pengalaman dari orang-orang yang sudah pernah menjalani bedah minor gigi bungsu. Carilah dari situs kesehatan yang terpercaya, sehingga ketika kita pas mendapat dokter yang pasif menjelaskan, minimal kita sudah paham apa yang harus kita lakukan agar pre dan pasca bedah berjalan dengan baik tanpa ada infeksi lanjutan atau kondisi gawat darurat lainnya. Ini kebetulan pengalaman pribadi saya. Dokternya ramah, namun ya harus pasien duluan yang cerewet tanya ini itu. Beliau hanya menjawab dan menjelaskan saat ditanya saja, selebihnya diam. Alhamdulilah saya membekali diri dengan banyak membaca di berbagai website, bahkan memberanikan diri menonton prosedur bedah minor di YouTube. Yang terakhir ini sekaligus mengasah mental sebelum duduk di kursi pasien 😊

2. Memang yang diambil hanya sebuah item yang sungguh kecil. Memang yang dibius hanya bagian mulut yang mau dibedah saja (bius lokal), sementara anggota tubuh kita lainnya masih bisa beraktivitas normal. Namun ingat bahwa sesudah prosedur bedah ada banyak efek samping yang akan kita rasakan. Ingatlah, bahwa sekecil apapun, tetap ada bagian tubuh yang dibelek lalu dijahit. Ada benda asing (benang jahit operasi) yang bersemayam di salah satu bagian tubuh kita sehingga mau tidak mau badan ini bereaksi.
Sesudah operasi, pastikan kita beristirahat saja, sama seperti jika kita dioperasi pada bagian tubuh lainnya. Semakin maksimal istirahat kita, proses penyembuhannya akan semakin cepat. Jangan seperti saya, yang sepulang operasi, dua jam sesudahnya malah asyik mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyetrika pakaian dan membereskan rumah. Apa yang terjadi? Kunang-kunang, sakit yang semakin menjadi di daerah pasca bedah, sampai ujungnya saya demam. Ya, seperti saya sampaikan di atas, tubuh pasti protes dan minta istirahat. Akhirnya saya membiarkan tubuh ini bedrest saja untuk menghindari hal-hal yang lebih serius.

3. Pastikan ada support system yang mendukung. Bedah minor ini memang memungkinkan kita melenggang pulang bagai tidak terjadi apa-apa sesudah prosedur selesai. Toh efek biusnya hanya berlangsung dalam mulut saja kok. Namun berkaitan dengan poin 2, pastikan ada support dari keluarga yang akan membantu kita. Ada suami/istri, orang tua atau saudara yang bisa membantu melakukan pekerjaan lainnya, termasuk mengantar jemput saat hari H bedah berlangsung. Jangan biarkan kita melakukan semuanya sendiri, apalagi misalnya menyetir kendaraan sendiri pergi dan pulang dari bedah. Rasa sakit pasca bedah sangat berpengaruh terhadap mood kita. Terbayang kan kalau dengan rasa ngilu ditambah bengkak di bagian pipi kita masih harus fokus ke jalan raya juga?

4. Terutama untuk ibu-ibu yang bekerja, lebih baik mengambil cuti beberapa hari untuk prosedur bedah plus bedrestnya. Jangan sok perkasa sehabis operasi besoknya langsung ngantor ya mentang-mentang kaki tangan mata dan otak ini masih terus dapat bekerja. Aktivitas mencurahkan pikiran dan tenaga selama ngantor sudah tentu berpengaruh terhadap proses kesembuhan. Seperti yang sudah dipaparkan pada poin 2.

5. Sekecil-kecilnya luka, pasti kita ingin lekas sembuh kan ya? Nah, pastikan asupan makanan kita bergizi. Saya memperbanyak makan protein karena salah satu fungsi protein adalah membantu proses pembentukan sel-sel tubuh dan juga berperan penting dalam pemeliharaan jaringan tubuh. Ketika bagian tubuh kita dibelek tentu harus segera mempercepat pembentukan sel dan jaringan baru untuk menutup luka ya. Selain protein tentunya vitamin dari buah dan sayur juga berguna untuk pemulihan luka. Dan jangan lupa patuhi aturan minum obat yang dianjurkan oleh dokter.

Semoga tipsnya bermanfaat bagi para pembaca. Untuk yang saat ini mungkin tengah menanti jadwal bedah minor wisdom teeth semoga dilancarkan prosesnya. Intinya, walau hanya kecil namun jangan sampai dianggap enteng ya. Karena sekecil apapun bedah/operasi terhadap tubuh kita sudah pasti memberi efek samping yang bisa menjadi gawat darurat jika kita mengabaikannya.
signature

 

 

 

Advertisements

12 thoughts on “Jangan Anggap Sepele Operasi Minor Gigi Bungsu

  1. shintadaniel says:

    Mungkin emang bener kata orang sakit gigi rasanya lebih nyeri daripada sakit hati…. gigi bungsuku juga miring posisinya dan ukurannya besar, srg bikin luka gusi kl pas lagi bengkak… tapiya sutralah yaa daripada mesti ketemu dokter bedah, aku tahan2in aja…

    Like

  2. wcarmelita says:

    Mbaaak, aku mau dioperasi juga, tapi langsung bius total soalnya 6 gigi. Betul banget, harus bedrest paling nggak sehari. Trus habis bius lokal pun nggak boleh pulang sendiri sebetulnya, karena masih ada efek obat biusnya.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s