Main ke Lapangan Banteng yuk

Ini cerita sudah mengendap lama entah dari kapan. Dan baru sempat hari ini dituliskan hari ini. Ya, cerita tentang main ke Lapangan Banteng.

Di berbagai blog maupun media, Lapangan Banteng ini sudah banyak diulas. Namun saya tetap menuliskannya, walau tau bahwa isinya akan sama persis dengan tulisan orang lain. Gapapa ya, supaya besok lusa keingetan terus gimana serunya main ke sini.

Lapangan Banteng ini letaknya dihimpit oleh Mesjid Istiqlal, Gereja Katedral, dan Hotel Borobudur. Dulu yang saya tau, lapangan ini seringkali digunakan untuk pameran Flona. Akhirnya direvitalisasi juga oleh Pemda DKI Jakarta dan diresmikan oleh Gubernur Anies Baswedan Juli 2018 lalu.

Setelah revitalisasi, Lapangan Banteng menjadi sebuah ruang terbuka publik yang sangat cantik. Apa saja sih yang bisa kita lihat dan nikmati di sini? Ini beberapa yang saya lihat ya:

  1. Ruang hijau terbuka.
    Di sana sini banyak area berumput hijau yang ditata apik dan bersih. Ada juga beberapa kolam dan patung menambah keindahan area secara keseluruhan.

    20181111_134655-800x600

    Yasalaaam….dia selfie dong. Mohon maaf mengganggu pemandangan Anda sekalian. Sebetulnya mau nunjukin lapangan rumput bekgronnya haha

    20181111_115426-600x800

    20181111_115529-600x800

  2. Ampitheatre.
    Nah ampitheatre ini mengelilingi sebuah kolam besar. Fungsinya selain untuk menonton pertunjukan air mancur, juga untuk duduk-duduk para pengunjung yang ke sini. Ada sekitar 11 undakan di sini. Kalau mau mencapai undakan paling atas, lumayan juga olahraga naik 11 anak tangga ya 🙂

    20181111_115835-800x600

    Kolam air mancur yang dikelilingi ampitheathre

  3. Dinding yang dihias kutipan dari para tokoh bangsa. 
    Dinding ini pun sering digunakan untuk selfie oleh para pengunjung. Selain itu ada pula papan yang berisi informasi sejarah lapangan banteng.

    20181111_120253-800x600

    20181111_115856-800x600

  4. Playground anak. 
    Nah ini yang paling diincar oleh semua anak. Dalam satu playground mainannya lumayan banyak. Walau penuh, tetapi tetap bisa nyaman bermain sebab varian mainannya banyak. Sebagai tips: jika bermain di area ini, jangan di malam hari ya. Entah kenapa walau ada beberapa lampu menjulang tinggi, namun tidak pernah dinyalakan jika malam tiba. Beberapa kali kami berkunjung ke sini malam hari, ya selalu seperti itu. Mungkin ya, pemda DKI sengaja agar area bisa kosong dari anak yang bermain, sebab Lapangan Banteng ini memiliki jam tutup alias tidak terbuka 24 jam. Biasanya anak-anak kalo main kan suka lupa diri ya, apalagi kalau malam libur. Mau main sampe tengah malam pun hayo wae. Nah inilah yang nampaknya dibatasi oleh Pemda.

    20181111_120846-600x800

    20181111_120836-800x600

    20181111_120613-800x600

    20181111_120607-800x600

  5. Patung pembebasan Irian Barat. 
    Icon Lapangan Banteng banget. Terletak di tengah kolam air mancur, patung ini berdiri gagah dan juga selalu menjadi pusat selfie semua pengunjung.

    20181111_115750-600x800

    Patung di siang hari

    20190105_183807-600x800

    Patung menjelang sunset

  6. Lapangan bola.
    Setidaknya ada 2 lapangan bola besar di sini. Ketika kami datang di sore hari, ada beberapa sekolah sepak bola anak yang memanfaatkan lapangan ini untuk berlatih dan bertanding.
  7. Pertunjukan air mancur.
    Nah ini yang paling ditunggu-tunggu semua pengunjung. Pertunjukan terbagi menjadi tiga waktu, yaitu pukul 18.30, 19.30, dan 20.30. Tiap pertunjukan berdurasi kurang lebih 15 menit. Untuk menonton pertunjukan gratis ini, semua orang dibebaskan. Terserah mau duduk di ampitheatre, atau mau ngegojrok duduk di depan kolam, ga ada yang larang. Memang, untuk ukuran air mancur menari, pertunjukan ini tergolong sederhana. Mesin air mancurnya belum terlalu banyak varian gerakan. Namun secara keseluruhan cukup menghibur. Apalagi lagu-lagu yang mengiringi tarian adalah lagu-lagu nasional dan daerah seperti misalnya Indonesia Pusaka, Yamko Rambe Yamko dan lain-lain.

    20190105_184730-600x800

    Yang ditunggu-tunggu

  8. Fasilitas lain seperti WC umum, musholla, pedagang makanan kaki lima. 
    Untuk pedagang kaki lima terbagi dalam dua area. Di luar pagar lapangan banyak gerobak berjejer, yang menjual makanan ringan sampai berat. Misalnya sate padang, ketoprak, pempek, nasi soto dan lain-lain. Sementara di area playground, yang berjualan adalah pedagang makan dan minuman ringan. Makanan beratnya terbatas pada mie instant cup saja.

    Lapangan ini tutup di pukul 23.00 WIB. Ketika hendak tutup, petugas berpatroli, berkeliling menggunakan mobil dan motor sambil menyerukan via toa bahwa pengunjung dimohon pulang sebab area mau ditutup.

    Jika ingin menghabiskan waktu bersama keluarga di ruang terbuka, Lapangan Banteng bisa menjadi salah satu pilihan. Pastikan keselamatan anak-anak dengan mengawasi mereka ketika berada di area sekitar kolam air mancur ya. Jangan sampai kecemplung, walau kolamnya tidak terlalu dalam 🙂

    Jadi, kapan kamu mau ke Lapangan Banteng?
    signature

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s