Tidak Eksis di Sekolah Anak

Sebagai ibu-ibu yang punya anak usia sekolah, jamak hukumnya kalau kita tergabung dalam WA Grup kelas anak. Karena di zaman sosmed ini, semua info seputar proses belajar mengajar anak ya komunikasinya via WA.
Saya gak mau bahas soal apa saja isi materi percakapan dalam WAG. Tapi cuma iseng pengen membahas bahwa dalam WA Grup Kelas…..maka di sana akan ada WA grup “sampingan”. Entah apa istilahnya ya, saya terpaksa mengistilahkannya sampingan atau another WA Group. Yang isinya adalah para emak-emak itu-itu juga tapi tanpa si A, si B si C si D dll.

Biasanya isi another WA Group adalah para emak-emak yang sama style bergaulnya, klop, cucok, dll. Mereka membuat another WA Group agar lebih leluasa untuk ngobrol apa saja yang menjadi favorit mereka. Termasuk nantinya janjian arisan, nonton, travelling, dan masih banyak lagi. Dan sama seperti WA Grup kelas yang resmi, maka another WA Group ini pun jamak. Jadi, mungkin seorang ibu bisa punya 2 bahkan 3 grup WA yang merupakan WA Group kelas dan pecahannya.

Sementara saya? Ndak punya. Wahahahaha. Saya cuma tergabung dalam WA Group kelas yang resmi, dan WA Grup kelas resmi tanpa wali kelas. Nah kalau yang WA Grup tanpa wali kelas ini biasanya kan untuk ngobrolin hal-hal seputar kegiatan belajar mengajar anak tetapi tanpa mengganggu bu guru atau pak guru. Misalnya bu guru besok ultah, maka para mamak pun merencanakan bikin surprise. Gak mungkin kan di grup yg ada walasnya? Lalu misalnya ngobrolin bahan-bahan prakarya Pe-er anak, belinya di mana, kalo ada yang pas lagi beli boleh pada nitip gak, dll.

Back to ndak punya grup sampingan, ya soalnya saya tergolong gak aktif juga sih di sekolahan. Dan gak ada ibu-ibu lainnya yang berminat untuk memasukkan saya ke grup sampingan akibat kepasifan saya.
Gimana gak pasif, lha wong mamak bekerja begini? Muncul di sekolahan juga jarang-jarang. Paling pol muncul ya kalo bagi raport atau anak pas wisuda. Ngobrol di sekolahan sama ibu-ibu lain juga seperlunya, ga pernah intens banget apalagi sampe ikutan arisan misalnya. Sejujurnya, sampe anak saya naik kelas 4 pun saya belum pernah sekalipun hang out di cafe/tempat makan, apalagi travelling bareng dengan mamak yang lain.
Gak semua ibu-ibu pekerja sama. Ada juga ibu-ibu pekerja di sekolah anak saya yang masih bisa nyempetin diri gabung dan gaul sama sesama ibu-ibu lain, dan ikutan dalam aneka event yang diadakan para ibu tersebut. Salut juga, karena beliau masih bisa bagi waktu antara pekerjaan dengan bersosialisasi dengan lingkungan sekolah.

Terkadang kalau melihat foto-foto kegiatan para ibu beserta anaknya masing-masing misalnya nonton bioskop bareng (ngeliatnya via sosmed), suka merasa terkucil sendiri. Kok kayaknya keberadaan eikeh di sekolahan itu cuma formalitas belaka ya? Cuma karena anak terdaftar di sekolahan itu, that’s it. Hahahaha….insecure dan baper bener yak orangnya?

Adakah teman-teman yang punya pengalaman serupa dengan saya? *postingan nyari temen ini mah namanya.
signature

Advertisements

11 thoughts on “Tidak Eksis di Sekolah Anak

  1. sinyonyanyablak says:

    Aku juga sering tuh di IG liat emak2 foto ramean sama geng sekolah anaknya, kalo aku liatnya aneh aja, mereka berasa geng AADC wkwkwk.. klo aku punya anak jg kyny aku ga mau masuk kumpulan ibu2 yg doyan nongki2, selain bikin boros, mending waktunya dipake buat fokus ngurusin rumah dan anak aja.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s