Postingan Saat Mood lagi Ngaco

Entah sudah berapa bulan blog ini berdebu. Ups and downs dalam kehidupan ini membuat yang punya blog belum ada kesempatan sekedar beberes dan bebenah di sini. Hantaman pandemi ini, yang berimbas ke semua sektor tak ayal turut berkontribusi pada kekosongan postingan baru di sini.

Tiba-tiba harus WFH…ya Allah jangan ditanya capeknya. Hati njerit tiap hari, rasanya pengen ngantor aja. Bagaimana tidak capek, karena di rumah selalu terdistraksi oleh krucils yang terkadang belum 100% paham kalau emaknya di rumah bukan main-main doang. WFH ditambah PJJ semakin membuat pengaturan waktu kacau balau. Iya saya memang belum seperfect emak-emak di luar sana yang sanggup teliti dan detil me-manage semua waktu dalam 1 hari sehingga semua bisa kehandle.
Sesekali masih ke kantor kalau urgent ada yang ga bisa diselesaikan cuma via Zoom atau Video Call. Pas di kantor, wuiih top jaya gemah ripah loh jinawi! Kerjaan kelar semua selancar air mengalir, gak ada gangguan ini itu.

Di tengah pandemi ini, hanya sabar dan disiplin yang kita butuhkan. Patah hati, patah semangat ketika melihat kita yang sekuat tenaga menjaga tetap di rumah saja namun di luaran sana masih banyak yang menganggap kondisi ini normal-normal aja, asik-asik nongkrong, berkerumun, seolah nothing happens. Gak usah jauh-jauh, di area gang sekitar saya tinggal, Corona ga ada harga dirinya. Orang-orang bebas aja saling bertemu, anak-anak malah pada playdate main bareng karena dianggapnya ini liburan sekolahan, gak pake masker, pengurus RT yang kurang tegas, belum lagi malam-malam anak remaja cuek pada nongkrong sambil gitar-gitaran. Ditambah sekarang Ramadan, sore-sore pembeli dan penjual takjil sama banyaknya, ga pake jarak, berkerumun di sana-sini.
Mungkin inilah salah satu kesulitan pelaksanaan disiplin selama wabah, karena memang area lingkungan pinggiran kota yang didominasi masyarakat menengah ke bawah sulit memahami bahwa ini masalah serius.

Udah makanan sehari-hari, sampai akhirnya capek hati sendiri. Entah sampai kapan ini berhenti.

Rindu berkehidupan normal. Rindu liat anak berangkat sekolah. Rindu liat dunia luar. Rindu orang tua dan saudara-saudara. Rindu kumpul dan silaturahmi lebaran. Semua rindu harus ditahan.

Postingan galau ini disudahi dulu. Bingung mau nulis apa lagi. Mood lagi ngaco, yang meninggal akibat corona makin bertambah, ah sudahlah……

signature

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s