Siapkah Kita Menjalani New Normal?

Galau sekali. Bagaimana tidak? Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Corona di Indonesia kasusnya masih terus bertambah setiap hari. Belum bisa di angka puluhan bahkan satuan. Setiap hari yang terjadi adalah ratusan kasus positif.

Ya kita semua tau ekonomi negara ini lama kelamaan akan anjlok jika terlalu lama diberlakukan PSBB di mana-mana. Dampaknya ya sudah pasti ke kita-kita juga. Ini saja selama masa Corona, salary dan THR sudah dipotong 50%. Alhamdulilah walau dipotong masih ada pemasukan untuk melanjutkan hidup. Sambil terus harap-harap cemas perusahaan tetap bisa menafkahi semua karyawannya, gak tutup atau bangkrut.

Di tengah kasus positif dan meninggal yang tetap bertambah setiap hari, saya pribadi sangat ngeri jika Keputusan Menteri Kesehatan tersebut keukeuh dijalankan. Demi bergeraknya lagi perekonomian, ya memang mungkin itu satu-satunya cara yang harus dilakukan. Tetapi harap diingat nyawa kita juga cuma satu.
Di saat PSBB yang jelas-jelas ada sanksi hukumnya saja, masyarakat Indonesia cenderung cuek sebodo amat. Tetap memadati pasar dan kumpul-kumpul di mana-mana tanpa masker, seolah-olah Corona ini gak bakal kejadian di mereka.

Baca juga: Sakit tapi Tidak Berdarah

Lebaran hari kedua kalian tau yang terjadi? Pasar mainan paling ngetop se-Jakarta yaitu Pasar Gembrong padat banget sama anak-anak yang memanfaatkan uang THR  buat ngeborong mainan. Ada sanksi? Sudah tentu ga ada. Bisa jadi karena jumlah petugas sama pengunjung tidak sebanding.

51539-warga-masih-berkeliaran-di-pasar-gembrong-prumpung-jakarta-timus-saat-psbb-suaracomarga

Suasana pasar Gembrong. Foto dari suara.com

Ada lagi? Mau yang lebih ironis? Udah tau di tengah pandemi begini wisata di mana-mana gak dibolehin untuk mencegah orang berkerumun dan menularkan satu sama lain….di Pandeglang dan Serang pantainya padat sama pengunjung dong. Padahal kepala daerahnya udah menetapkan objek wisata tutup sampai 3 Juni 2020. Orang-orang tetap keukeuh berwisata. Patah hatilah pokoknya mbaca berita-berita selama lebaran 2020 ini.

15196-penampakan-pengunjung-padati-pantai-karangsari-carita-kabupaten-pandeglang

Kondisi di salah satu pantai di Pandeglang. Foto dari Bantenhits.com

Yang pake sanksi aja dilanggar….apa kabarnya Keputusan Menteri Kesehatan yang sifatnya cuma “panduan” ini? Sejauh yang saya baca dari A-Z di keputusan tersebut, gak ada sanksi blas (atau saya yang salah baca?)

Kebayang kalau PSBB berakhir dan kita semua beraktivitas biasa dalam situasi normal, berdasarkan “panduan” itu saja. Orang mulai ke mal, KRL mulai banyak penumpang, kantor-kantor mulai beroperasi. Melaksanakan semua protokol kesehatan sesuai panduan? Gak njamin bro.

Saya parno sendiri. Beneran. Ditambah kalau sekolah malah diwajibkan masuk kembali. Korea Selatan baru saja membolehkan sekolah dibuka kembali, tapi dua hari kemudian ketakutan membayangi dan semua dibatalkan. Sekolah kembali ke PJJ/School From Home. Karena dua siswa ada yang positif Corona. Dalam bayangan saya, Korea Selatan ini masyarakatnya jauh lebih disiplin dan sanksinya jauh lebih tegas ketimbang Indonesia. Tapi Korea aja kejadiannya seperti itu…..gimana nanti di Indonesia?

Trus kepengennya gimana? Sudah pasti inginnya adalah: kasus positif, kasus meninggal benar-benar turun dulu, bahkan bila memungkinkan nol kasus, barulah new normal diberlakukan. Asli deh, risikonya terlalu tinggi kalau di tengah jumlah kasus yang masih tinggi, skema new normal ini dipaksakan. Kitanya disiplin mati-matian, orang-orang di luar sana ignorantnya ampun-ampunan.

Di tengah kegalauan ini tiba-tiba pengen pindah ke Vietnam. Hiks…hiks….kalian pasti taulah kenapa.

Kalau menurut kalian, siapkah kita untuk new normal ini?

Jakarta, 26 Mei 2020
signature

6 thoughts on “Siapkah Kita Menjalani New Normal?

  1. Rahma Balci says:

    agak ngeri memang mba saya ikutin berita covid di indonesia-.-‘ disini saya tinggal termasuk ketat , hari raya kemarin justru di lockdown 4 hari, yg bepergian kena denda kalau dirupiahkan bisa 6 juta lebih kalau ketangkap polisi

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Iya ngeri sangat mbak. Di Indonesia peraturan dan sanksi banyak tapi ya dilanggar kabeh. Kayaknya sampe detik ini yang namanya sanksi bayar 250rb kalo ke luar rumah tanpa masker belum ada beritanya deh. Artinya ya emang ga tegas penerapannya, hiks hiks. Kepengen kayak di negara2 lain termasuk Turki yang disiplin menjalankan sanksi supaya pada tertib. Btw mohon maaf lahir batin ya untuk mbak Rahma sekeluarga

      Like

  2. Bawangijo says:

    Hari ini aku ke kantor, liat parkiran udah penuh aja. Ngebayangin mulai ngejalanin rutinitas baru di kala pandemik ngeri. Pemerintahnya mungkin sudah lelah ngurusin rakyatnya. Kasian tenaga kesehatan yang kerja keras mempertaruhkan nyawanya. Kalo gini mending aku ke hutan aja dah hiiy

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s