Tentang Hestek #bekaluntuksuami

Awalnya ingin nulis soal hidup sehari-hari dengan corona. Tapi tiba-tiba putar balik ke topik yang lumayan membuat kesel.

Jadi beberapa hari lalu, ada trending topic di Twitter. Hesteknya #bekaluntuksuami. Awalnya saya malah tau trending ini karena iseng baca Quora. Sesudah itu malah penasaran ada apa sebetulnya? Mulailah membuka Twitter……

Saya asli gak ngerti lagi. Hanya ada seorang ibu/istri yang bikin thread dan memposting aneka foto dan resep-resep masakannya, yang mana masakannya itu sekaligus bekal untuk suaminya ngantor. Ga ada kata-kata provokasi samasekali dari sang ibu.
rsz_image_4

Saya baca thread sang ibu sampai habis. Hanya ada susunan menu dan resep.

Dan kalian tau apa reaksi netizen di Twitter? Banyak yang julidin parah. Apa yang salah ya dengan membuatkan bekal untuk suami? Sebelum lebih jauh, mari kita lihat beberapa screencap dari akun yang menentang bekal untuk suami ini

image

Dengan nyinyirnya beliau berniat julid kepada pembuata thread bekal untuk suami. Ini ada satu twitnya yang ga saya tampilkan di sini karena dengan kasarnya beliau ngatain pembuat thread dengan embel-embel *nj*ng. Duh sampai di sini saya speechless, entah terbuat dari apa hati beliau.

Ada pula akun ini

image (2)

image (3)

Saya gak terlalu paham bahasa Inggris, jadi gak seberap ngerti maksud yang ngetwit itu soal unpaid labour segala.

Nampaknya beberapa yang julid mengaku diri sebagai Feminis. Mungkin dalam kategori Feminis Nazi kali ya, karena sangat garis keras sekali. Dari yang dicuitkan terasa sekali bahwa mereka anti laki-laki atau gimana ya? Saya memang ga terlalu paham soal Feminisme pun ga berusaha dan ga niat untuk mendalami isme ini lebih dalam.

Intinya: kita sayang sama keluarga, suami, anak-anak, kita masakin mereka, dimakan, habis apalagi diberi pujian….rasanya udah subhanallah sekali. Samasekali ga terlintas nanti bakal diselingkuhi suami lah, istri itu bukan pembantunya suamilah, dll. Dari sudut pandang agamapun, bukannya malah pahala ya kalo kita membahagiakan keluarga?

Buat saya pribadi, masak itu lifeskill. Sama kayak berenang. Mau kamu perempuan atau laki-laki, usahakan bisa masak, even cuma masak ikan goreng atau ngedadar telur. Kita ga pernah tau suatu saat berhadapan dengan kondisi force majeur yang mengharuskan kita masak karena kita butuh makan agar tetap hidup.

Dan satu hal lagi, nampaknya Twitter memang kurang terlalu cocok untuk memposting foto masakan. Makanya lebih banyak orang lari ke FB atau IG untuk akun masak memasak. Dan di IG saya rasakan sendiri, auranya jauh lebih positif. Super banyak  (saking banyaknya) loh sesama emak-emak yang pamer foto masakan mereka lengkap dengan resepnya,  dan hati ini selalu berasa hangat dan semangat melihatnya. Saling follow, saling nyobain resep satu sama lain, itulah yang saya rasakan di pertemanan IG. Saling kompetitif memposting foto masakan terbaik supaya orang lain yang ngeliat iri dalam makna positif. Kalo udah iri akan berusaha re-cook dengan lebih yummy dan tampilan yang lebih menarik lagi.  Dan belum pernah nemu yang komen-komen jahat-jahat nyinyir dll. Sementara netizen di Twitter rasanya jauh lebih “berbahaya” ya. Pfiuuh…

Out of topic:

1. Apa yang kita tulis di medsos, itulah refleksi diri kita. Nah silakan kalian simpulkan sendiri ya apa korelasinya dengan screenscap-screencap di atas. Saya kutip juga tulisan dari mbak @fernandaazaria763 di Medium

“Selain itu, kebanyakan orang yang menghujat sang wanita karena telah memilih untuk menjalani kehidupan domestik tradisional sebagai seorang istri, kebanyakan berada di usia muda di mana hubungan personal mereka mungkin tidak semulus apa yang dilihat di layar kaca. Karena ini, mereka pun memproyeksikan pengalaman pribadi mereka yang kurang baik dan di sinilah asumsi-asumsi buruk dan beribu alasan mengapa menurut mereka sang suami tidak pantas diperlakukan begitu baik oleh istrinya”.

2. Apa yang sudah susah payah diperjuangkan Feminist yang beneran, sia-sia gara-gara segelintir orang yang sudah kelewat batas. Sepengetahuan saya masih banyak yang perlu diprioritaskan jika Feminist ingin berjuang. Misalnya kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, kesetaraan pendidikan untuk kaum perempuan, dan masih banyak lagi. Ini saya screencap salah satu respon dari netizen ya.

image (1)

Sedih akutu. Gak bisa ngomong lagi akutu. Semoga kita tidak menjadi seperti mereka. Amiin……
signature

14 thoughts on “Tentang Hestek #bekaluntuksuami

  1. denaldd says:

    Aku juga beberapa hari ini ngikutin di twitter Mbak. Dari yang awalnya santai, lalu keikut panas juga haha. Cuitan yang menguji kesabaranku itu ya yang doktor something itu (yg diSC mbak Imel di atas). Kalau suamiku musti bayar aku setiap aku masak, tanggal 10 setiap bulan dah minus duitnya😅selama seorang istri dan suami senang mengerjakan pekerjaan RT berdua, kenapa selalu ada orang2 yg resah ya melihatnya. Kelihatan ga bahagia banget mereka. Aku jarang banget masak bekal buat suamiku, karena kalau dia pengen bawa bekal ke kantor, dia akan masak sendiri nyiapin sendiri. Makan malam juga dia nyiapin sendiri. Aku jarang memang nyiap2in makanan buat suami. Sarapan dia juga nyiapin sendiri😅 barulah makan siang (selama dia WFH ini) aku yg nyiapin karena aku masak.

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Nah makanya…mereka yang ga bahagia lalu seperti punya hak untuk menyeret kita kepada ketidakbahagiaan mereka gitu. Lumayan menguji kesabaran dan emosi ya kasus ini mbak hehe…..

      Like

  2. Emaknya Benjamin br. Silaen says:

    Itu yg pada julid entah single atau yg diselingkuhi suaminya kali, persis spt ybs tulis “3 bulan kemudian diselingkuhi”. Aq sih ngeliatnya biasa aja share bekal untuk suami spt share “bekal untuk anak” juga dari duluuu banyak yg share kan. Oh ya barusan ngulik dikit haha, ternyata yg julid itu bikin thread “bekal anak kost” spy viral kali ya cari masalah aja gitu di thread org lain haha ..trus aq ga percaya sih akun bodong gitu, follower dia 1500 an, trus dia follow 1 org juga, tipe yg beli follower gitu.

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Ah masa? Hehe…jarang2 ya Quorawan main WP juga? Sebetulnya saya silent reader di Quora, mas. Pernah sih ngajuin satu dua pertanyaan dan ga ada yang tertarik buat ngejawab juga. Dan say ajuga belum terlalu paham fitur-fitur dan cara penggunaan Quora. Mungkin bisa kursus singkat dulu dengan mas Rakha? hehe…..Salam kenal ya

      Like

  3. ruthwijaya says:

    Nah… aku selama beberapa saat gak ngerti, kenapa orang mesti repot sama kesenengan orang lain sih? Kalau kubaca yg sharing bekal unt suami itu ya seneng2 aja sendiri, dan normal ajaa… kayak kita juga pamer kalo masak enak dan yg dimasakin seneng. Rang-orang makin sensitip yah…

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Nah makanya…sesederhana itu aja dinyinyirin ya…benar-benar merefleksikan siapa diri si komentaor julid itu yang sesungguhnya deh. Soal sensitif, kalau aku perhatikan di Twitter ini memang cukup banyak netizen “berbahaya” bukan hanya dalam persoalan bekal ini, tapi segala rupa topik. Makanya aku jarang nge-Twitter. Makasih sudah komen di sini ya mbak

      Like

  4. Rahma Balci says:

    rame ni kemaren..kurang kerjaan banget yg nyinyr..caper aja hehehe, kalau istrinya seneng2 aja bikin bekel ya udah kan ya…urusan dapur masing2:D kecuali minta dibikinin bekelnya sambil diancam golok gitu…teriak deh

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s