Ketika Sekolah Anak Lomba Tujuhbelasan Virtual

Hari kemerdekaan Republik Indonesia pun tiba. Namun kali ini saya bukan mau membahas bagaimana perayaan tujuhbelasan di lingkungan saya, karena pada kenyataannya memang tidak ada rame-rame samasekali, terkait pandemi.

Yang pengen diceritain justru kegiatan sekolah online-nya anak-anak. Ya, pihak sekolah mengadakan beberapa lomba secara virtual. Boleh milih: mau baca proklamasi, puisi, bikin komik tema kemerdekaan, bikin yel-yel bersama keluarga, dan lain-lain. Ketika info lomba diumumkan di grup…..reaksi spontan beberapa ortu termasuk saya adalah: ini wajib gak bu guru? Boleh gak ikutankah?

Hehe….iya sespontan itu. Karena zuzur kacang ijo, jangankan ortunya…anaknya aja males ngikut-ngikut lomba virtualan begini. Mungkin buat bocah-bocah kurang greget, kurang energik. Beda sama lomba offline kayak misalnya balap karung dll.

Nah selain boleh milih lomba, syarat lain yang dimumkan walas di grup WA adalah: hasil karya diupload ke sosmed ortu, siapa yang dapat likes paling buanyak itu yang menang.

Sampai di sini freeze. Dan ternyata bukan saya aja, tapi ada beberapa ortu lain. Wajibkah upload ke sosmed? Kemudian kami bertanya ke pihak sekolah. Jawabannya baru keesokan harinya.
Pihak sekolah akhirnya bilang bahwa lomba ini, akan masuk dalam penilaian mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP), jadi wajib setor. Perkara upload di sosmed, menjadi tidak wajib. Buat yang mau aja.

Kenapa ada beberapa ortu termasuk saya ga pengen upload di sosmed? Sederhana sebetulnya. Gak semua pengen ekspos anaknya di sosmed, apalagi lomba sekolah begini yang mewajibkan pakai hestek kalo mau upload. Nanti ketauan dong sekolah anak kita di mana. Belum lagi dari pribadi anaknya sendiri, mereka juga ga semua pede tampil di sosmed. Banyak yang malu juga, termasuk anak-anak saya. Intinya perihal privasi sih.

Nah dua hari sesudah info lomba ini, saya perhatikan di timeline sosmed, banyak juga teman-teman saya yang upload tugas lomba anaknya entah di FB atau IG. Padahal mereka berasal dari sekolah lain. Kayaknya emang serentak ya, banyak sekolah yang menyelenggarakan lomba virtual lalu pemenang akan ditentukan based on likes di sosmed. 

Semuanya balik ke pribadi masing-masing. Jika pede dan anaknya pun sepakat, it’s ok mau upload di sosmed manapun. 

Back to lomba anak-anakku. Saya perhatiin pada akhirnya banyak juga yang ” yang penting setor”. Video atau foto diupload seadanya di Google Classroom, yang penting memenuhi syarat lomba. Misalnya ada yang menyanyi lagu Hari Merdeka lengkap dengan seragam sekolah tapi…ga pake alas kaki, karena ngambil videonya di rumah. Atau kayak anak saya yg ikut lomba mbaca teks proklamasi dengan map seadanya di rumah (map untuk meletakkan naskah proklamasinya, ceritanya hehe).
Lho kok bisa tau hasil setor orang lain? Karena bu guru selalu rajin memajang hasil karya murid-muridnya di status WA, dan sayapun rajin mantau.

Sekian cerita receh untuk kali ini. Kalau anak-anakmu ikutan lomba tujuhbelasan apa? Share yuks di komen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s