Serba Serbi Sekolah Online – Bu Guru yang Tegas

Masih dalam rangkaian cerita seputar sekolah online anak. Kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang teman saya yang saat ini menjadi seorang guru SD di salah satu daerah sekitar Kabupaten Sukabumi. Beliau mengajar kelas VI SD, di sebuah SD Negeri.

Kemarin beliau “ngamuk” panjang di status WA. Saya kasih tanda kutip karena sebetulnya curhatan di statusnya positif namun penuh ketegasan. Penyebabnya sederhana: bu guru gak kurang-kurang memberikan info lewat WA Grup Kelas. Info soal tugas, soal belajar kelompok, dll. Tetapi ada beberapa ortu murid yang cuek dan akibatnya anaknya engga ngumpulin tugas sampai satu bulan, dan ga ikut belajar kelompok. Padahal ortu tersebut rajin banget ngintipin status WA bu guru. Rajin ngintip status artinya online terus etapi kok ada tugas buat anak enggak disampaikan ke si yang bersangkutan yo? Begitu kira-kira kesimpulan “ngamuknya” bu guru.

Chitchatlah akhirnya saya dengan bu guru. Beliau bilang sudah japri WA dan mengingatkan dengan tegas ortu murid tersebut. Setelah berkali-kali diingatkan barulah ortu itu ngeh dan anaknya mulai disuruh ngumpulin tugas yang telat. Ortunya minta-minta maaf ke bu guru.

Balada mengajar online di daerah desa. Mengalirlah banyak cerita lanjutan dari bu guru. Mulai dari siswa yang ortunya tidak punya device tetapi anaknya rajin datang pas tugas kelompok dan taat aturan. Lalu ada lagi siswa yang ortu-ortunya pada ngeramein grup WA pas ada kebijakan pulsa gratis dari Pemerintah (bikin bu guru kesel. Giliran mo dikasih gratisan pada rame, giliran tugas pada telat-telat dan abai). Ada lagi siswa yang ga pernah hadir baik di kerja kelompok maupun belajar online, dan bu guru berpapasan dengannya di warung kopi lagi nongkrong ga jelas. Dan gak ketinggalan, siswa yang saat didatangi rumahnya untuk belajar kelompok, namun siswanya belum bangun tidur dan bu guru dengan sabar nungguin sampe doi bangun.
FYI: di daerah bu guru, lagi zona hijau dan kuning, jadi ada yang namanya Jarunjung alias Jadwal Guru Berkunjung. Biasanya siswa dibagi per kelompok, dan sesuai jadwal bu guru akan menyambangi rumah salah satu siswa dari kelompok tersebut untuk mengajar. Karena menerangkan semua matpel secara daring itu extra effort terutama Matematika. Bu guru bilang Matematika mah wajib ketemu. Ambyar kalo cuma nerangin via online. Oya tentunya semua memakai masker ya. Saya tau ini karena bu guru suka update status WA pas datang ke rumah siswanya untuk kerja kelompok.

Bu guru curhat kalau sekolah online begini bikin dia mesti kerja dua kali. Ada tugas yang disampaikan via WA, dan bu guru masih on jam 22.00 WIB nyambi japri-japri ortu nagih-nagihin tugas yang delay dari para siswa. Ditambah harus berkunjung ke rumah siswa (Jarunjung tadi). Belum lagi merombak materi yang biasanya dengan mudah dipresentasikan di depan kelas setiap hari. Yang biasanya tinggal cuap-cuap di depan siswa, sekarang mesti dituangkan dalam PPT mungkin, atau lewat video pembelajaran supaya murid-murid paham, atau meriset/mencari materi pendukung dari internet untuk diposting di WA Grup.
Segala rupa yang seyogyanya bisa dilakukan dalam satu atap selama ini a.k.a sekolah normal, terpaksa dipecah-pecah. Ibaratnya punya gelas beling utuh, mesti dibanting ke lantai biar pecah, lalu setiap hari pecahan itu mestilah dipungutin satu persatu supaya genap dan sempurna lagi. Sungguh lelah memang.

Ya, sekolah online menciptakan banyak hal-hal baru baik bagi siswa, ortu maupun guru. Lelah, emosi, menjadi lebih repot dari biasanya, terpaksa enggak gaptek demi setor tugas anak, semua dilakoni. Bu guru berpesan, yang paling penting adalah kerjasama kita semua. Karena suksesnya belajar online bukan hanya beban guru, tetapi gotong royong semua pihak. Dan ini jauh lebih baik daripada membuka sekolah seperti biasa dan sangat berisiko tinggi.
Yah walaupun paradoks ya guys……sekolah ditutup tapi anak-anak di rumah tetep keluyuran, playdate, nongkrong-nongkrong, bahkan jalan-jalan sama ortunya karena ngerasa lebih bebas dari sisi waktu. Sami mawon.

Ah jadi panjang.

Terima kasih untuk chitchatnya bu guru. Bermanfaat untuk membuka wawasan kita gimana kondisi sekolah online di daerah.

Nantikan cerita-cerita saya selanjutnya tentang serba serbi sekolah online yaaa…..
Terima kasih sudah membaca 🙂

One thought on “Serba Serbi Sekolah Online – Bu Guru yang Tegas

  1. nhfauziah says:

    Iya mbak. Kalo di kampung gini sungguh tidak mungkin untuk zoom2an kaya di kota. Walhasil di pihak ortu juga extra tenaga menerangkan materi yang kadang tidak sempat diterangkan pas ketemu, tapi ujug2 dapet tugasnya. Wes, intine kabeh kudu bareng2 sabar. Semoga pandemi lekas berlalu.

    Like

Leave a Reply to nhfauziah Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s