9 Hal yang Kuamati dari Dunia Per-Giveaway-an

Gambar diambil dari 123rf.com

Gak kerasa udah mau November aja. Awal-awal pandemi, waktu berasa lambaaat sekali. Makin ke sini, eh kebalikannya. Perasaan kemarin baru weekend, eh sekarang udah mau weekend lagi πŸ™‚ Dan berarti sudah 8 bulan juga kita berkutat dengan Corona, dan terus berharap wabah ini cepat berlalu.

Sudah ngapain aja guys 8 bulan ini? Jawabannya pasti muacem-muacem ya. Saya pernah bikin postingan bahwa gak perlu ada achievement yang extraordinary kok selama #dirumahaja. Bisa baca di postingan Jangan Benci Rehat Hingga Mengorbankan Sehat. Saya pribadi mengisi 8 bulan ini ya dengan biasa-biasa aja. Tiap hari ya masih nemenin anak sekolah online, kerja/ngantor, gowes di weekend, masak buat keluarga, nothing special. Itu aja udah menguras waktu kalo buat pecinta rebahan macam awak ni. Hehehe…..

Sampai suatu pikiran tiba-tiba melintas di otak. Daripada iseng, mungkin di saat idle time, ketimbang nonton TV kabel atau main sosmed….kenapa ga coba menghidupkan kembali jiwa giveaway ya? Alias…menjadi pejuang giveaway.

Namanya manusia yekaaan….mana ada sih yang ga demen ama gratisan? Even cuma dikasih gretongan sebungkus keripik kentangΒ  atau selembar masker kain sebagai gratisannya, bahkan pulsa 25,000 perak.
Entah pernah posting di blog atau engga ya, lupa deh. Intinya saya udah main giveaway dan kuis itu sejak 2009-an. Dulu di Twitter. Intens banget sih enggak. Cuma iseng sesekali aja. Eh dapet dong alias menang. Mulai dari dapet koper travel dari Unilever, tiket masuk Kidzania dari BellsFood, sampai pernah dapat Body Mist dari Body Shop juga. Mayan lah.

Nah sekarang ini, karena eranya Instagram, saya ga lirik Twitter lagi untuk memulai per-giveaway-an. Sejujurnya, begitu nyemplung kembali di area gratisan untung-untungan ini….saya menemukan banyak hal baru, yang gak pernah kepikiran waktu zaman di Twitter. Dan akhirnya, apa yang semula cuma berawal dari keinginan pengen dapat gretongan, eh malah jadi mengamati banyak hal. Jadi pemerhati dadakan gitu haha.
Apa saja sih yang ditemukan di dunia kuis-kuisan ini? Berikut beberapa di antaranya:

1.Pejuang giveaway itu sangat spartan
Usaha dan keukeuhnya mereka gila-gilaan. Pertama:Β  mereka bikin akun khusus untuk ikut giveaway.Β  Mereka ini khusus bikin second account . Kadang akunnya beranak alias banyak. Nah friend’s circle nya pun ya sesama pejuang. Akun dibuat sama persis dan seolah-olah hidup, dengan cara tetap menampilkan postingan normal sehari-hari, agar panitia kuis melihat bahwa yang ikutan memang bukan akun abal-abal atau khusus ngincer giveaway. Kedua: mereka benar-benar berdaya juang tinggi untuk mendapat hadiah. Kalau dibilang syaratnya disuruh komen dan bom likes ke semua postingan panitia penyelenggara, ya mereka jabanin dong. Padahal panitia punya 200 postingan yang kudu di-like misalnya.
Sampai akun IG mereka kadang diblokir sementara sama Instagram saking kebanyakan spam komen dan likes. Gokil banget emang.
Makanya kalau kita lihat ada postingan giveaway, perhatiin deh kolom komennya….duh bisa sampe ribuan, apalagi kalau hadiahnya mahal kayak hape atau laptop. Satu orang bisa spam komen sampai sepuluh kali. Tinggal kalikan aja sama berapa ratus orang yang ikutan giveaway tersebut.
FYI: dari sini pun saya jadi tau bahwa IG memang diam-diam memantau aktivitas kita. Ada limit tertentu sampai akhirnya akun kita diblokir sementara (ada yang diblokir hanya 24 jam ada pula yang berhari-hari). Blokirnya pun bisa beda-beda. Ada yang diblokir ga bisa komen aja (ini akibat kita terlalu banyak spam komen copy paste di satu akun kuis), ada yang diblokir ga bisa nge-like, komen dan story tapi masih bisa ngeliatin story orang lain, ada yang diblokir gara-gara terlalu banyak follow orang lain dalam waktu yang sangat berdekatan, macam-macamlah.

2. Paling banyak ya perempuanΒ 
Pejuang giveaway paling banyak berjenis kelamin perempuan. Terutama emak-emak. Mungkin para emak ini punya tujuan sama seperti saya yaitu mengisi waktu luang dan sukur-sukur dapat gratisan.

3. Saling follow hanya untuk kepentingan nge-tag
Iya karena saling follownya hanya untuk tujuan bisa nge-tag satu sama lain saat ada kuis, maka yang dipedulikan hanyalah informasi tentang kuis lain, dari sesama pejuang. Biasanya informasi itu ditaronya di story, bukan feed. Saya beberapa kali nge-test dengan melakukan posting foto normal pada feed. And nobody cares, nobody says any comment, and nobody tap any like. Teman sesama pejuang sibuk nge-tag ke saya untuk aneka kuis, yang menyebabkan mention saya jauh lebih banyak ketimbang likes haha. Tidak ada interaksi tulus saling bertukar komen seperti kalau berada di akun IG real.

4. Hadiahnya receh tapi selalu diserbu peminat
Hadiah giveaway tuh kadang hanya saldo Gopay/Ovo 50,000 perak, sebotol hand sanitizer, atau selembar kaos oblong. Tapi yang ikut buanyaaaak banget. Iyes, karena naluriah manusia mendapatkan gratisan itulah yang mendorong para pejuang ini rela berjibaku, bersaing dengan ratusan orang demi hadiah receh. Dan ketika berhasil menang di antara ratusan peserta, feel-nya udah kayak menang Indonesia Idol, hahaha…..

5. Yang penting dapat hadiah
Saya ibu dua anak yang udah usia SD. Ketika ada giveaway berhadiah dot bayi, baby chair, baju bayi, sudah pasti saya skip. Mendingan kasih kesempatan ke yang memang masih punya anak dengan usia sesuai hadiah. Tapi buat para pejuang sejati, terkadang enggak peduli. Mereka tetap ikutan dong walau hadiahnya gak bakal kepake kalo mereka menang. Hmm….atau bisa jadi mereka ada niatan menjual hadiah tersebut ya? Atau dikasih sebagai kado ke kerabat yang membutuhkan. Masuk akal juga sih kalo asumsinya begitu hehe.

6. Giveaway patungan didominasi remaja/ABG

Imbalannya followers.
Selain berbagai akun brand yang jelas mengadakan giveaway, banyak pula perorangan yang saling patungan beli hadiah dan menyelenggarakan giveaway. Biasanya mereka ini ABG (SMP sampai usia sekitar kuliahan) dan hadiah yang ditawarkan cukup menggiurkan yaitu berupa hape . Konsekuensinya, peserta giveaway wajib follow para patungan-ers ini sebagai syarat ikut kuis. Kalau yang ikut kuis 1.000 orang, otomatis satu orang patungan-ers langsung punya 1.000 followers baru kan?

Benar-benar ala kadarnya.
Akutu bingung bahasanya apa ya? Jadi gini, saya perhatikan tiap kali akun giveaway patungan ini bikin IG Live pengumuman hadiah yang tentunya ditunggu pejuang giveaway yang ikutan, IG Live dishoot di sebuah ruangan yang mungkin entah kamar salah satu panitia, dengan cahaya yang lumayan gelap, trus cuma nampilin sebuah hape tengah memvideokan hape lain yang sedang diutak atik buat nyari siapa pemenangnya. Bahkan pernah saya lihat hape tersebut cuma ditaro di alas berupa tikar plastik yang sering ada di mushola/kendurenan gitu. Plus narasi dari panitia yang ngomong-ngomong ngumumin gitu bahasanya rada alay. Beda jauh kalau yang ngumumin pemenang atau ngadain IG Live adalah brand yang jelas.

Tikar plastik kayak gini loh maksudnya. Gambar dari tokosodara.blogspot.com

7. Penyelenggara giveaway mulai dari swasta sampai pemerintah
Kalau swasta apalagi brand ternama misalnya Mayora, Unilever, Nestle, dll, gak kagetlah kita. Nah ini….ternyataΒ  berbagai lembaga pemerintah ikutan juga loh membuat kuis. Kaget saya awalnya. Mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum, Bea Cukai, Lembaga Penjamin Simpanan, Perusahaan Gas Negara, dan masih banyak lagi. Dan yang lebih uwow lagi, institusi negara ini, bikin kuis di cabang daerahnya masing-masing. Contoh nyata yang saya alami ya: kamu pikir yang bikin kuis kantor Bea Cukai Pusat? Oh Anda salah besar……Bea Cukai cabang Makassar khusus bikin kuis berhadiah powerbank, atas nama cabang mereka sendiri, begitu pun cabang daerah lainnya. Pertamina bikin kuis di cabang Cilacap, bukan Pertamina pusatnya. Keren ya? Cabang-cabang ini berlomba menampilkan citra positif sekaligus menarik perhatian masyarakat akan eksistensi mereka, salahΒ  satunya ya dengan ngadain kuis.

8. Literasi masyarakat Indonesia masih rendah
Sad but true. Terpaksa saya katakan begitu. Rata-rata kuis ini kan memang berhadiah receh. Alhasil, persyaratan yang diminta dari penyelenggara pun sebetulnya formalitas belaka ga pake mikir. Soal kuisnya misalnya 1+1 = berapa? Lalu tinggal jawab di komen sembari nge-tag 3 teman kita. Dengan begitu riuh rendahnya aneka giveaway dan keinginan untuk bisa ikutan semuanya, mungkin membuat para pejuang hanya membaca sekelebatan saja, yang penting banyak-banyakan komen/likes.
Nah, pada beberapa kasus, ada pula beberapa brand (terutama yang eksklusif dan high profile) membuat syarat yang mengharuskan kita sedikit keluar effort. Saya kasih contoh kasus ya. Sebuah perusahaan karangan bunga premium mensyaratkan kita mention/tag kerabat atau teman yang saat ini tengah mengidap kanker payudara. Sebagai hadiah giveawaynya, panitia akan mengirimkan buket bunga ke kerabat yang dimention tersebut sebagai penghargaan untuk memperingati Hari Kanker Sedunia. Dan kalian tau siapa yang menyerbu giveaway ini? Pejuang yang sembarangan nge-tag temannya, yang bahkan ga mengidap kanker, dan cuma sesama pejuang giveaway. Spam komen. Iseng saya DM ke panitia mengonfirmasikan apakah saya yg salah baca persyaratan atau memang orang-orang ini yg gak gak ngerti aturan mainnya? Ternyata panitia membenarkan saya, dan berjanji untuk mendiskualifikasi peserta yang asal nge-tag tersebut.
Contoh kedua: sebuah akun parenting premium meminta kita menjelaskan di komen, kenapa kita kepengen banget dapat hadiah yang dijanjikan panitia (kebetulan hadiahnya itu adalah mendapat kesempatan bikin foto keluarga di studio foto premium). Dan kalian tau jawaban apa yang “menyerbu” kolom komen? Pada ngasal! Ada yang nyebut pengen dapet uang tunai dari panitia, ada yang komen pengen dapat logam mulia segala…hadeuuuh. Saya perhatikan panitia sibuk jawabin orang-orang ngasal tersebut satu per satu, meminta mereka membaca ulang rules giveawaynya πŸ™‚
Saya mbatin…oalah sampai sebegitunya ya. Tapi ya inilah kenyataannya.

9. Jarang ada yang berhadiah buku
Paling banyak yang bisa kita temukan di dunia per-giveaway-an adalah hadiah pulsa, saldo OVO/GoPay, produk (kecantikan, makanan, teknologi, alat masak, baju, dll). Sementara yang hadiahnya buku/novel, super jarang. Apakah ini ada kaitannya dengan point nomor 8? Hmmm…bisa jadi. Tapi sejujurnya saya masih penasaran, ada gak ya akun brand yang mau kasih hadiah buku? Coba bisikin ya guys kalo memang ada, saya pengen coba ikutan kuisnya πŸ™‚

Nah itulah 9 hal yang saya amati selama ikut dunia dalam per-giveaway-an belakangan ini. Yang pasti, ketika kita terjun ke sebuah hal baru, di situ selalu ada hikmah dan pengetahuan baru pula. Next saya pengen nulis tentang tips-tips ngikut giveaway. Ahahaha shombong amat, kayak yang udah pernah menang banyak aja πŸ™‚

Semoga bermanfaat buat yang baca ya. Sampai jumpa di postingan berikutnya πŸ™‚

 

 

25 thoughts on “9 Hal yang Kuamati dari Dunia Per-Giveaway-an

  1. reyneraea says:

    Sejujurnya, saya salut pakai banget buat pejuang give away, beneran Spartan banget hahaha.
    Saya kadang mikir, saya jarang banget beruntung kalau ikutan give away gitu, terus saya sadar bukan jarang beruntung, emang jarang ikutan wakakakakak.
    Gimana mau menang cobak, orang jarang ikut πŸ˜€

    Liked by 1 person

  2. Ai says:

    Pengamatan yang menarik Mbak 🀩

    Poin nomor 9, biasanya paling penerbit buku yang kasih hadiah giveaway buku fiksi atau non fiksi Mbak. Yg cukup rajin ngadain setau saya @bukurepublika

    Liked by 1 person

  3. Dodo Nugraha says:

    Saya dulu pernah dapat give away dari Facebook. Rasanya waktu SD. Hadiahnya, tiket nonton bola di stadion untuk Sriwijaya FC bertanding. saya ikut menjawa pertanyaan dari Facebook manager sriwijaya. Tapi apa boleh dikata, tiketnya tidak saya ambil. Belum bisa leluasa pergi jauh sebab saya saat itu masih bocah πŸ˜…

    Liked by 1 person

  4. CREAMENO says:

    Wah mba Imelda detail sekali pengamatannya hehehe 😁

    Ternyata memang ada yang sampai sebegitu niat untuk menang. Tapi saya suka usaha mereka, meski menyayangkan kalau sampai nggak baca rulesnya dengan jelas πŸ™ˆ hehehehehe.

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Halo mbak Eno, wahahah iya setelah nyemplung di dunia giveaway ini kok malah berasa semi social experiment ya? Jadi bukan ngejar hadiahnya semata, tapi aku malah lebih passion mempelajari behaviour para pejuang dan panitianya πŸ™‚ Penisirin aja gitu bawaannya. Iya yang gak baca rules, duh ampun dah, suka rada malu jadi sesama orang Indonesia hehe

      Like

  5. andyekopranoto says:

    Terkadang bukan hanya kejar give away nya aja ya mbak, tapi bagi saya menjadi sebuah tantangan, saya suka dengan mbak Imelda sebagai pejuang give away yang berkompeten. Salam kenal mbak Imelda, ini kunjungan perdana saya. Salam sukses. Semoga bisa saling berbagi informasi ya mbak.

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Bener mas Andy, tantangan uat para pejuang meskipun hadiahnya super receh. Makanya saya bilang di postingan, tiap diumumin jadi pemenang wuah rasanya udah kayak menang kompetisi Idol2an itu hehe. Terima kasih sudah main ke sini juga mas, oiya blog nya mas Andy apa? Supaya bisa saling BW juga.

      Like

  6. Lia The Dreamer says:

    Kak Imel, jadi ini hasil social experimentnya ya 🀭

    Para pejuang giveaway itu benar tangguh-tangguh banget. Aku pribadi kalau lihat giveaway yang hadiahnya receh, jujur aja bakal aku skip πŸ˜‚ tapi aku sendiri jarang ikutan giveaway di medsos karena udah ngerasa aja nggak bakal menang apalagi kalau yang mengadakan itu brand besar.

    Aku setuju dengan kurangnya literasi masyarakat. Nggak cuma di kolom komentar pengumuman giveaway, di kolom komentar berita online aja, seringkali aku temuin orang-orang yang kayak nggak nyimak gitu keseluruhan isi berita. Geram sekali lihat yang seperti ini, tapi CS brand yang balesin komentar-komentar ngasal itu, rajin banget ya. Hahaha.

    Oiya, aku juga belum pernah lihat giveaway buku dari brand besar. Adanya dari akun-akun kecil aja dan kebanyakan personal account gitu.

    Semoga Kak Imel bisa menang giveaway-giveaway yang sedang Kakak ikuti sekarang πŸ˜πŸ™Œ

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Awalnya beneran mau ikutan aja, mbak Lia, ga ada niatan buat social experiment. Eh blakangan pas makin sering main, malah jadi mengamati beneran hehe. Iya terkadang kita males ya ikut apalagi kalau liat pesertanya udah ribuan, wah langsung pesimis duluan deh ga bakal menang πŸ™‚ Amiiin…terima kasih untuk doanya mbak Lia

      Like

  7. Nur Rochma says:

    Salut sama pejuang GA. Apapun dilakukan untuk menangin GA, gak peduli ngetag teman atau bukan, sesuai syarat atau tidak, yang penting usaha.
    Btw, aku pernah beberapa kali ikut GA dengan hadiah buku, tapi bukan di IG. Apapun hadiahnya aku tetap senang.

    Liked by 1 person

  8. Jane Reggievia says:

    Hai Mba Imelda!

    Waaah ini pengamatan yang menarik! Aku baru tau juga lho sampai ada yang bikin account khusus untuk ikutan giveaway. Seniat itu ya bok XD tapi entah kenapa kalo soal per-giveaway-an ini aku jarang kali beruntung wkwkwk dari zaman kuis-kuis di radio atau majalah pake sms nggak pernah menang πŸ˜…

    Kalau soal hadiah buku, biasa penerbit pasti giveaway-nya buku, Mbaa. Aku juga pengen sesekali ngadain giveaway di blog hadiahnya buku hihi

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Wiii asik mbak Jane mau ngadain giveaway hadiah buku. Ditunggu yo mbak. Iya memang khusus bikin second account gitu, soalnya kalo spartan ikutan giveaway, isi IG story kita ya visual post dari sponsor semua, karena salah satu syarat ikut GA itu adalah wajib posting info GA mereka di IG story kita sendiri, plus ngetag teman2 (nah ini nyampah dan spam banget kalo gabung sama akun asli kita, makanya kudu banget punya khusus akun GA).

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s