Serba “yang” di 2020

Pandemi ini memang membawa banyak cerita. Tahun 2020 menjadi sangat istimewa buat kita semua. Pertama kali seumur hidup kita satu sama lain menyaksikan dan terbiasa melihat semua orang menggunakan masker. Di seluruh dunia loh ya, bukan hanya di negara kita aja. Nonton siaran langsung MotoGP di TV, saya lihat semua panitia pakai masker tanpa terkecuali. Liat berita pertemuan para petinggi negara-negara di Jerman, semua juga pada pakai masker.  Mask is the part of new normal.

Di tengah new normal ini, banyak pula yang kemudian menjadi new pada kehidupan saya sehari-hari. Yang menjadi berkurang, yang menjadi bertambah. Yang semula ada menjadi tiada. Berikut rangkuman apa saja new yang terjadi dalam hidup saya di 2020 ini.

Yang Tidak Dikunjungi
Semenjak pemberlakukan PSBB pertama kali banget, sampai gak kerasa sudah 8 bulan sesudahnya, saya belum pernah lagi menjejak ke: pasar becek tradisional, mal, salon, tempat wisata, pesta pernikahan, dokter. Pasar becek dan mal cenderung tertutup, minim sirkulasi udara. Makanya saya belanja sayuran cuma di tukang sayur pinggir jalan yang lumayan banyak di sekitaran rumah. Berbelanja di outdoor minim risiko penularan, begitu harapannya. Lalu kalaupun harus ke supermarket ya saya pilih yang sepi pengunjung (kebetulan dekat rumah juga ada, alhamdulilah).
Akibat ga pernah berani ke salon, rambut saya yang biasanya cepak, sekarang sudah panjang sebahu. Saya tahan-tahan saja ga dipotong, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Tempat wisata, walaupun banyak yang outdoor dan semua mengklaim menerapkan protokol kesehatan, tetap saja belum menjadi prioritas untuk dikunjungi. Pesta nikahan? Terlalu sering terpapar berita banyaknya klaster pesta pernikahan, membuat saya menahan diri untuk hadir jika ada undangan. Lalu perihal ke dokter, terutama dokter gigi untuk sekadar check up, juga ditahan-tahan dulu. Selama gak emergency, insya Allah tetap di rumah aja.

Yang Dikurangi
Seiring pandemi, kondisi finansial pun ikut terimbas. Akibatnya mesti pandai-pandai atur kanan kiri atas bawah agar bisa tetap bertahan hidup. Ahahaha lebay bener. Pengeluaran yang terpaksa dikurangi: beli makan jajan kayak Hokben, KFC, Ayam Bakar Mas Mono, dll, dikurangi. Lalu barang-barang yang digunakan sehari-hari seperti sabun, woman stuffs (pantyliners, body lotion, dll) juga diakali. Sebagai contoh: sabun cuci muka yang biasanya tiap bulan dibeli seharga Rp21,000 sekarang diganti hanya menggunakan sabun batang bayi seharga Rp4,000 perak. Pantyliners diirit pemakaiannya, apalagi WFH begini. Demikian pula body lotion. Ditambah faktor lain yaitu: emang males aja pake-pake lotion kalo cuma di rumah wahahahah…. Pun penggunaan mouthwash udah dicoret dari list. Cukup rajin sikat gigi dengan pasta gigi saja dulu. Gak kerasa, mengurangi pos-pos pengeluaran seperti ini lumayan membuat bisa tetap punya uang hingga gajian berikutnya 🙂

Yang Bertambah
Berat badan! Wahahaha……gara-gara kebanyakan di rumah jadi ya pasrah aja timbangan geser ke kanan terus. Lalu yang juga bertambah, masih ada kaitannya dengan point satu tadi, yaitu rambut. Nambah panjang karena gak ke salon. Apalagi yang nambah? Oh ya frekuensi olahraga di weekend. Alhamdulilah Sabtu Minggu sekarang ya bisa rutin olahraga. Kenapa? Karena di weekend sudah ga ada lagi yang namanya arisan keluarga, kondangan sunatan, acara reunian, dan sejumlah kumpul-kumpul lainnya yang terkadang menyita waktu.
Eh masih ada lagi ding. Pengeluaran untuk bayar internet. Ini jelas bertambah karena WFH dan sekolah online. Akhirnya saya pasang First Media di rumah, daripada bolak balik beli kuota.

Yang Muncul Kembali
Keseringan di rumah membuat saya mulai mencari kegiatan apa yang kira-kira bisa menyenangkan hati sekaligus mengisi waktu luang? Pilihan jatuh pada: back to old memories dan menghidupkan jiwa giveaway kembali.  Soal old memories…entah ya saya ini kok purbakala sekali orangnya. Rasanya ga pengen move on kayak orang-orang yang udah K-pop an, atau Netflix-an. Saya malah seru sendiri mengenang masa kecil dan remaja. Mungkin karena memang kedua masa ini adalah masa paling membahagiakan, makanya pengennya diingat terus. Instead of mempelajari K-pop, saya malah menenggelamkan diri ke memori masa lalu. Follow akun-akun IG yang bahas budaya pop di tahun 80an, membeli majalah bekas HAI tahun 1990-an, mendengarkan lagu-lagu kesukaan tahun 80-90an. Kemudian jiwa giveaway muncul kembali. Sudah pernah saya tulis di Random Activity di Tengah Pandemi dan di 9 Hal yang Kuamati dari Dunia Per-Giveaway-an  
Silakan dibaca ya 🙂

Yang Tiada
Hmmm….part paling malesin buat nulisnya. Karena bawaannya sedih. Yang menyisakan duka ya buat saya yaitu meninggalnya Didi Kempot dan Glenn Fredly. Almarhum Didi Kempot lagi naik daun banget, dan saya mulai bisa menikmati beberapa lagu campur sarinya. Lagi seneng-senengnya, dan tiba-tiba tepat tanggal 5 Mei 2020, beliau meninggalkan kita semua. Padahal sudah ada planning buat bikin big concert di GBK bulan November 2020.
Lalu Glenn Fredly. Ah siapa yang gak suka sama semua karya beliau? Selalu mengharu biru, selalu berada dalam play list kita semua, selalu bagus, selalu ditunggu. Dan tanpa banyak yang tahu mengenai riwayat perjalanan penyakitnya, beliau berpulang  di tanggal 8 April 2020. Saya masih ingat hari itu, saya langsung muter semua the best-nya beliau, ikut menyanyi dalam balutan rindu sambil berucap dalam hati “Ya Allah kapan lagi Indonesia punya musisi multi talenta sebagus bung Glenn?”
Itu jika bicara tentang public figure. Di sisi lain, alhamdulilah sampai saat ini saya belum menerima berita duka dari kerabat maupun saudara yang terinfeksi Corona bahkan sampai meninggal dunia. Ya Allah, jangan sampai ya. Mudah-mudahan kita semua sehat terus dan tetap bisa bermanfaat bagi sesama.


Semua serba “yang” di 2020. Mungkin masih banyak “yang” lain, tapi belum kepikiran untuk ditulis. Kalau teman-teman, new condition apa yang berubah di tahun ini? Share di komen yuk.

 

5 thoughts on “Serba “yang” di 2020

  1. ndu.t.yke says:

    No ART atau suster buat anakku. Alhamdulillah masih ada suster buat urus nenekku sih dan dia bisa bantu masak klo pagi. Tp sisanya ya dikerjakan berdua aku n mamahku. Semoga semua diparingi sehat ya. Aamiin

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s