Oktober 2020 – Unfollow dan Form Imunisasi

Oktober tinggal 3 hari lagi. Lalu masuk November, bulan yang penuh ulang tahun. Iya, November itu bapak ibu dan anak sulung saya berulang tahun dengan tanggal yang berbeda-beda, hehe.
Ngobrolin soal Oktober, saya terinspirasi dari blognya mbak Lia The Dreamer, bikin postingan yang kurang lebih intinya: apa yang udah kamu lakukan di bulan Oktober ini?

Sebetulnya nothing special. Ada sih beberapa yang sedikit berbeda tapi ya gak extraordinary banget. Ini listnya:

1. Form Imunisasi Difteri dan Tetanus. Anak saya kelas 2 dan 5 SD. Pemerintah kan memang mengadakan secara rutin BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) ya. Biasanya sekolah akan kerjasama dengan faskes terdekat (dari sekolah) lalu mengadakan imunisasi entah dengan mendatangi faskes tersebut atau malah diselenggarakan di sekolah. Kalau sekolah anak saya biasanya ya diadakan di ruang UKS sekolahnya. Nah seharusnya pada bulan ini dan November, anak kelas 2 dijadwalkan mendapatkan imunisasi DT sedangkan anak kelas 5 mendapatkan TD. Oh ya tentang beda kedua imunisasi tersebut bisa cek di sini ya.

Berhubung pandemi dan sekolahpun online, pihak sekolah anak saya ga bisa berbuat banyak. Sistemnya hanya mengisi formulir dan diakhiri dengan kesediaan atau tidak bersedianya ortu siswa menjalankan prosedur imunisasi di faskes terdekat, bukan lagi di sekolah.

Masalahnya….pak kepsek menjelaskan ke ortu siswa: jika kita bersedia anak diimunisasi dalam bulan-bulan ini, nanti pihak Puskesmas akan telepon kita dan menjadwalkan giliran anak kita. Dan pelaksanaannya bisa di aula kelurahan atau di faskes terdekat. Kami sebagai ortu mundur teratur. Karena it means berkerumun ya. Walaupun pasti jadwalnya digilir ya, tapi tetap aja di satu hari yang sama gak mungkin cuma 5 anak misalnya yang datang ke aula. Ini cakupannya kan satu kelurahan bok.

Dengan demikian, terpaksalah kami menunda imunisasi anak, demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan di masa pandemi ini. Mudah-mudahan tahun depan wabah berakhir dan pelaksanaan imunisasi bisa balik kayak semula yaitu di dalam sekolah anak saja.

 

2. Unfollow orang
Iya terpaksa unfollow di IG.
Saya unfollow 2 orang. Yang pertama: beliau ini adalah pilot TNI AU yang saya iseng follow gara-gara saya emang demen nonton hal-hal yang berkaitan sama pertunjukan aerobatik para personil TNI AU. Biasanya saya rutin nonton HUT TNI AU tiap tahun, dan dilanjut dengan follow para pilotnya di IG atau sosmed lainnya (eeaaa…..).

Nah belakangan gowes kan lagi ngetrend lagi ya. Beliau ini juga gowes, lengkap dengan sepeda dan outfit lengkap layaknya pembalap. Suka foto-foto dan beliau pajang di IG nya. Fotonya pun proper, gak asal ambil. Foto niat kalo istilah saya . Beliau tengah melaju dengan gaya pembalapnya, namun……… ga pake masker sama sekali. Kiri kanan beliau ada teman-temannya yang melaju bersama, dan juga ga ada satupun yang bermasker.

Awalnya saya mikir: pasti engap, lagi olahraga gitu trus kudu dipaksa maskeran. Lalu minggu selanjutnya, beliau masih upload lagi foto sepedaan tanpa masker, dan kali ini ditambah fotonya lagi dine in di suatu cafe/resto abis gowes. Masih lengkap dengan jersey balapnya, nampak tersenyum ngobrol dengan teman-temannya sesama cowok-cowok pembalap dan tidak bermasker samasekali juga.

Gak ngerti ya….ini very very subjective. Visual itu ga nyaman banget buat mata saya, dan berakhir dengan tombol unfollow. In my mind: sebagai abdi negara sudah selayaknya beliau memberi contoh untuk masyarakat awam kayak kita-kita gini. Namun di situ saya melihat sebaliknya. Kejauhan ya saya? Iya saya paham banget orang lain bakal mikir saya lebay, tapi ya sekali lagi saya ngerasa ga nyaman. Jadi ya sudah saya klik tombol unfollow.

Orang yang kedua adalah seorang blogger yang cukup hits. Saya awalnya ngikutin tulisan beliau, karena gaya bertuturnya enak banget, makjleb, terutama cerita-cerita kehidupannya. Mulai dari beliau jatuh bangun sampai akhirnya menorehkan sukses lewat karya-karya di blognya. Saya yang semula silent reader di blognya lalu follow IGnya juga. Belakangan yang saya tau nampaknya yang bersangkutan hiatus dari dunia blog dan bekerja kantoran atau gimana gitu.

Dan lagi-lagi yang mengganggu mata saya: makin ke sini saya lihat postingan IG nya hanya berisi foto-foto misalnya matanya lagi dijulinginย  mulutnya dimencongin lucu-lucuan, lalu pernah juga pamer ketiak (ada captionnya kok yg jelasin soal pamer ketiak itu cuma saya lupa apaan), dan yang semakin dilakoninya adalah…..joget tiktok. Lama-lama engap juga ngeliat doi cuma jogat joget tiktok. Berasa buyar semua image yang beliau sandang ((SANDANG)) dengan content-content di blognya. Dan akhirnya saya unfollow.

Sekali lagi ini super subjective. Kan itu IG punya dia ya, terserah dong harusnya dia mau ngapain aja, kenapa saya yang riweuh? Tapi berhubung oh berhubung, daripada ngeganggu mata saya, mbikin saya cuma mbatin dan nyinyir mulu dalam hati yang artinya saya nambah dosa, mending sekalian ga keliatan di mata saya aja. Beres.

Saya gak bisa nulis tentang buku apa yang sudah dibaca, film apa yang berhasil selesai ditonton, lalu makanan terbaru apa yang sudah dicoba di Oktober ini. Karena emang ga baca buku (riweuh ngurus rumah tangga+kerjaan kantor), nontonnya pun cuma TV Kabel (hehe…) dan asli ga ke mana-mana kayak orang-orang, jadi ga tau ada makanan baru apaan di luar sana ๐Ÿ™‚

3. Ketemu yang Unik (lagi) di Dunia Giveaway
Beberapa hari lalu saya nulis soal 9 Hal yang Kuamati dari Dunia Pe-Giveaway-an. Eh setelah nulis itu, saya nemu lagi ada yang menurut saya unik dan pengen saya bagi di sini.

Yang pertama ada sebuah akun yang mengadakan giveaway tapi khusus buat para pelaku UMKM. Dan hadiahnya bukan produk melainkan jasa seharga Rp1 juta untuk pembuatan logo plus desain packaging. Wah unik juga menurut saya. Tapi yang pasti peminat giveaway ini niche banget dan bisa jadi yang ikut ga banyak. But for me, it’s still a good innovation.

Lalu yang kedua, ada personal yang mungkin deshe ini selebgram…mengadakan giveaway berhadiah paket make up. Saya iseng baca rulesnya. Di ending rules, mbak selebgram ini noted banget: untuk semua yang udah mengikuti point rule 1-5 jangan lupa untuk say terima kasih ya ke saya dan sponsor hadiah.

Saya langsung freeze abis baca.

Biasanya udah jamak bagi pemenang untuk foto/videoinย  hadiah yang udah mereka terima dan mention ke panitia. Kalo mention pastinya udah lengkap dengan ucapan thanks ya. Misalnya ni: Alhamdulilah hadiah giveaway dari XX udah sampai, makasih ya min handphonenya kerena banget.

Tapi kok si mbak masih minta diterimakasihin ya? Apakah selama ini dia menyelenggarakan beberapa kali giveaway tapi ga satupun pemenang yang appreciate, sampai dia perlu mengeluarkan rule kayak gitu? Alias abis dapat hadiah trus ya udah ga peduli ama mbaknya. Mungkin loh ya….saya cuma menduga-duga sambil masih terheran-heran. Ada-ada aja ya ๐Ÿ™‚

Berhubung sudah 1.000an karakter aja, saya sudahi postingan ini. Mohon maaf kalo kurang berkenan ya guys ๐Ÿ™‚
Terima kasih sudah membaca.

10 thoughts on “Oktober 2020 – Unfollow dan Form Imunisasi

  1. rumaishays says:

    Corona dianggap makhluk halus seiring berjalannya waktu. :(( Saya masih keukeuh untuk disiplin pake masker dan cuci tangan (jaga jarak iya kalau lawan ga pake masker, tapi klo sama2 make, biasanya sy lebih santai). ๐Ÿ˜ท Sayangnya keluarga udah longgar. Saya stuck ide untuk mengingatkan terutama kalau mereka bertemu dengan teman ๐Ÿคฆ๐Ÿปโ€โ™€๏ธ๐Ÿ˜ช

    Like

    • imeldasutarno says:

      Bener mbak. Sama persis seperti keluarga kecilku. Kita jadi minoritas dan lama kelamaan bisa stress karena pandemi ini gak akan pernah berakhir kalau orang pada abai sementara kita yang kayaknya nanggung akibatnya dengan memaksa diri keukeuh 3M dan gak ke mana-mana/stay at home.

      Like

  2. rumaishays says:

    Semoga kita semua dilindungi Allah ya, mba. Sekarang hanya bisa minta keluarga banyak berdoa dan dzikir. Berharap dengan begitu, kita masih punya tameng dari virus corona ini.

    Liked by 1 person

  3. Lia The Dreamer says:

    Hi Kak Imel ๐Ÿ˜€
    Ngomongin vaksin difteri, aku jadi ingat sewaktu SD, aku selalu mohon-mohon sama ortuku supaya aku nggak perlu ikut suntik massal di sekolah karena aku takut banget, ditambah teman-teman suka panas-panasin setelah mereka pada disuntik dengan bilang “jarumnya panjang dan tebel banget! Sakit banget!” Jadi aku udah ngeri duluan dan selalu skip suntik hahaha. Inget juga sama teman-teman lain yang harus disuntik sampai nangis atau kabur begitu lihat jarumnya wkwk.

    Perihal unfollow orang di IG, aku merasa tindakan Kak Imel udah sangat tepat. Menghindari apa yang nggak nyaman di mata Kakak. Daripada jadi nyinyir atau jadi toxic, mending nggak usah lihat sama sekali ๐Ÿ™‚ Mata nyaman, hati senang huahaha.

    Anyway, semoga bulan November bisa jadi lebih baik daripada bulan Oktober ya, Kak ๐Ÿ˜€

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Jadi inget anakku yg sulung, pas kelas 1 mau imunisasi di sekolahan, rame2 kabur ke WC sama beberapa temannya wahahaha….

      Betul mbak, ketimbang nambahin dosa pribadi kita karena suuzon mulu bawaannya sama org, lebih baik ku-unfollow saja mereka. Semoga November bisa mendatangkan kebahagiaan untuk kita semua ya mbak, amiiin….

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s