Salah Mendarat

Ini sebetulnya cerita dari teman saya. Pakai nama samaran ya. Namanya mbak Chitato. Bermula dari masuknya suami mbak Chitato ke grup WA RT rumah mereka. Oh ya, mbak Chitato ini baru pindah satu tahunan ini ke sebuah lingkungan yang nano-nano. Jadi di sekitar rumah yang sekarang, kelas ekonomi masyarakatnya campur. Ada yang menengah ke bawah, namun ada pula yang golongan the have-nya lengkap dengan rumah megah tingkat dua. Lokasi rumahnya memang bukan komplek, tapi di jalanan ngepas dua mobil yang di banyak sisinya juga dipenuhi gang sempit.

Lingkup RT nya mbak Chitato ya termasuk rumah-rumah di gang padat penduduk tersebut. Tetangga kiri kanannya berprofesi mulai dari penjahit, tukang jualan makaroni telor/maklor yang dagang keliling kampung, buka warung kelontong, tukang mie ayam, dan lain-lain.

Pak suaminya mbak Chitato termasuk aktif di RT. Selalu ikutan kerja bhakti, ikut arisan bapak-bapak, dan kegiatan lainnya. Pun ikut jadi member grup WA RT.
Nah di grup WA RT inilah, pak suaminya merasa bahwa keluarganya salah mendarat. Harapan pak suami: grup RT diisi dengan info-info penting seputaran RT, malah terkadang berisi forward-an berita termasuk hoax. Belum lagi soal perang stiker, saling lempar candaan yang ujungnya gak jelas. Pak suami mbak Chitato yang cukup well educated merasa agak gak sreg. Pernah saat hari Batik Nasional 2 Oktober, pak suami mengirimkan ucapan selamat memperingati hari Batik di grup, respon yang didapat dari salah satu member (yang kebetulan berprofesi sebagai montir bengkel) adalah: ya, kita cari makan ajalah jaman sekarang. Udah susah hari gini. Jadi mungkin maksud yang merespon itu: ngapain ngurusi hari Batik segala, lha wong zaman pandemi begini juga ekonomi sulit? Di mata pak suami mbak Chitato? Astaga elu kagak nyambung banget malih. Gue ngomongin apa, elu jawabnya apa.Β 

Lalu setelah itu disusul dengan perang stiker dari sesama member dan memenuhi grup tersebut.Β  Pak suami merasa bahwa lingkungan RTnya berisikan orang-orang yang gak selevel edukasi dengannya.

Istilah salah mendarat ini, sebetulnya bukan cuma dalam lingkup di mana kita tinggal. Di grup WA keluarga besar, teman sekolah, grup kelas di sekolah….semuanya. Pasti teman-teman semua merasakan hal yang sama ya, misalnya dalam grup keluarga besar, ada aja yang menurut kita beda pendapat, pro kontra, suka nyebar hoax dan keukeuh, dan ujung-ujungnya kita ngerasa bahwa kita gak level sama mereka.

Terus gimana dong solusinya? Ya ga usah nyari solusi. Lha wong di saat kita ngerasa salah mendarat, di saat yang bersamaan pula orang lain dalam grup tersebut juga merasakan hal yang sama kok. Mereka pasti juga ngerasa bahwa suami mbak Chitato itulah salah lingkungan. “Kita mah santuy dan demen becandaan, situ serius aja bawaannya“, mungkin member lain mikirnya kan gitu ya?

Toleransi aja. Itu sih kalau menurut saya jalan tengahnya. Kita ini kan gak bisa kontrol siapa saja yang jadi tetangga kita, kecuali situ emang milih tinggal di komplek perumahan mewah sekalian kali ya. Kita ga bisa kontrol tingkat edukasi, karakter, attitude dan latar belakang keluarga dari para tetangga sekitar rumah, anggota keluarga besar, teman sekolah dan segala rupa grup WA lainnya. Ya sudah, yang bisa kita lakukan ya toleransi. Ngeliat yang menurut kita gak level, gak sreg, yo wis diem aja. di-skip aja bila perlu. Berusaha memahami aja bahwa ga semua orang dalam grup itu punya kepala yang sama dengan kita.
Seperti apa yang dikatakan sebuah quote: “Berbeda pendapat itu wajar, yang tidak wajar itu jika tidak menghargai perbedaan tersebut. Mari kita saling menghargai.”

Teman-teman punya pengalaman salah mendarat kayak suami mbak Chitato? Share di komen yuk πŸ™‚ Terima kasih sudah membaca ya.

13 thoughts on “Salah Mendarat

  1. Ditaa says:

    WAG besar itu memang agak-agak sensitif sih. Komunikasi via text itu nuansanya banyak, jadi bisa dibaca bermacam-macam. Ini sudah terbukti di berbagai WAG yang aku ikuti.

    Dulu aku suka nyolot, sangat-sangat suka berpendapat, pada akhirnya malah lebih banyak diam karena takut salah paham. Dan jadi terlatih untuk baik-baik ngetik dan berusaha ga terlalu baper πŸ™‚

    Liked by 1 person

  2. CREAMENO says:

    Saya nggak ikut group WA satupun mba Imelda, jadi nggak mengalami accident salah mendarat seperti suami mba Chitato πŸ˜‚ *ini kenapa dikasih Chitato? Saya jadi ingin makan Chitato hahahaha* πŸ˜†βœŒοΈ

    Setuju sama mba Imelda, apabila sudah terlanjur kecebur, ada baiknya toleransi satu sama lainnya. Sebab mau dibawa ke hati juga percuma, apalagi dipikirkan sampai sakit kepala, karena kadang yang kita pikirkan justru lagi sibuk bercanda πŸ˜‚ *seperti montir sebelah rumah* *sambil membayangkan mereka perang sticker* hehehehehe.

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Hahahaha chitato tiba-tiba aja melintas di benak saya pas nulis, mbak. Jadi pengen ke Alfamart beli chiki-chikian ya jadinya πŸ™‚

      Iya, mau di lingkungan manapun dan dalam bentuk apapun (virtual maupun dunia nyata) kita berada, toleransi is a must.
      Perang stikernya ga usah dibayangin mbak, nanti ngikut capek pada akhirnya hehehe….

      Like

  3. Reyne Raea says:

    Mungkin saya udah terlalu banyak ikutan grup WA kali yak, udah banyak makan asam garam per wag an.
    jadi yang namanya salah mendarat, udah nggak ngaruh.
    Dan dimasukin di grup apa aja, saya oke ajah, nggak leave juga even ya gitu, salah mendarat, hahaha.

    Nggak risih, tentu tidak, soalnya kagak pernah dibuka, palingan sehari sekali atau paling apes ya 3 hari sekali buka grup gaje, cuman buat liat notif, kali aja saya di mention, kalau enggak ada ya udah clear chat hahahaha.

    Kalau masalah enggak nyambung udah sering banget, even di WAG blogger.
    Namanya juga tulisan kan, kadang kita ngomong apa, langsung disemprot, tapi ya karena udah terbiasa, jadinya berusaha calm aja πŸ˜€

    eh btw bener kata Eno, saya juga jadi pengen makan Chitato nih hahaha

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Mbak Rey, OOT…aku belum pernah ngikut di WAG Blogger euy. Suasananya kayak apa mbak? Mksdku apakah banyak mbahas soal perblog-an, atau mbahas segala rupa update yg ada di sekitar kita?

      Iya, lama-lama kalo udah terbiasa, ya udah flat aja ya perasaannya, walaupun disemprot, ditegur dll. Eh…flat? Chitato kan taglinenya “Life is Never Flat” ya πŸ™‚ Ke Alfamart yuk mbak Rey, kita jajan chiki πŸ™‚

      Like

      • Reyne Raea says:

        hahahaha, beragam banget situasinya.
        Tapi mostly sih kalau grup yang aktif, adminnya galak, banyak yang suka baper karenanya hahaha.
        Tapi justru karena galak gitu, jadinya grupnya terus jalan dan berfaedah, meski tetep juga ada rumpi-rumpi gaje di dalamnya.

        Kebanyakan yang dibahas soal blog sih, meski ya dalam pembahasan itu sering banget berakhir dengan situasi memanas, saya juga sering berada di posisi itu, mungkin saking seringnya, jadinya udah nggak kayak chitato lagi, tapi sedatar keping biskuit hahahaha.

        Kalau mau yang masih longgar bisa coba ikutan grup 1minggu1cerita.
        Itu bahasannya seringnya ringan-ringan aja sih, dan peraturannya juga nggak ketat.

        Caranya, daftar di webnya , klik daftar, setelah terdaftar nanti bakal di add oleh adminnya ke WAGnya, nah di situ bebas bahas apa aja, yang ringan-ringan, seingat saya belum pernah bahas politik sih ya, atau saya kelewat ya?

        Jarang banget saya buka WAG itu, palingan cuman buka cek mention, kalau nggak ada ya clear chat, bahahahaha

        Like

      • imeldasutarno says:

        Wah kayaknya mundur teratur deh dirikuh kalo baca dari komen mbak soal situasi yang sering memanas. Males kepikiran soal konflik2 gitu mbak, cari yang aman damai wae aku mah hehe. Btw tetap terima kasih infonya, aku jad tau skr ada yang namanya grup 1 minggu 1 cerita πŸ™‚

        Like

  4. Bawangijo says:

    Pernah dulu wa di grup kantor nanya ke bos2 soal kerjaan, eh responnya becandaan semua. Pertanyaanku ga ada yg jawab dong. Nanya apa jawab apa. Lah ini bijimana sih, buat apa ada grup wa kantor. Sini lg pusing, situ pada haha hihi πŸ€¦β€β™€οΈ

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s