Ikutan Pasang Twibbon Sekolah Anak, Yay or Nay?

Teman-teman tau Twibbon? Zaman main Twitter dulu (sampe sekarang masih main sih walopun jarang-jarang banget bukanya hehe) adalah kali pertama saya mengenal istilah twibbon. Arti dari twibbon sendiri kurang lebih adalah bingkai foto vektor/softcopy yang bisa digunakan untuk kebutuhan promosi. Tema twibbon bisa macam-macam, mengikuti kebutuhan.

Ini saya capture-kan dari Google ya contoh gambar-gambar twibbon.

Nah yang ingin saya bahas di sini khusus twibbon sekolah. Sudah lazim nampaknya, seiring dengan makin merasuknya ((MERASUK)) digital things dalam setiap sendi ((SENDI. MAK, LU GENERASI TAON BERAPA?)) kehidupan kita, setiap sekolah berlomba-lomba membuat twibbon sendiri. Beberapa manfaat twibbon sekolah antara lain:

1. Secara umum tentunya merupakan sara promosi sekolah tersebut. Publik jadi tau kalau sekolah itu exist, dan aktif di media sosial. Ya, twibbon ini biasanya ujung-ujungnya dipajang di sosmed, entah sosmed sekolah, murid-murid, maupun guru dan staf lainnya. Semakin terlihat keaktifan di sosmed, semakin publik mudah mencari info apalagi jika memang ada yang berminat mendaftarkan buah hatinya di sekolah yang bersangkutan.

2. Untuk para guru dan staff. Bisa sekaligus menjadi sarana show off achievement or their career. Especially kalau sekolah tempat ia mengabdi adalah sekolah favorit ya, entah terfavorit satu kota maupun satu provinsi. Dengan menggunakan twibbon, semua yang kenal dengan guru tersebut jadi tau bahwa beliau bekerja di institusi pendidikan yang cukup punya nama. Dan ini tentunya juga baik untuk portofolio/karir sang guru. Ambil contoh universitas ya, bukan sekolah. Ada dosen yang pasang fotonya disertai twibbon tempatnya mengajar yaitu Universitas Indonesia misalnya. Ini akan punya value yang lebih di mata publik yang lihat. Siapa sih yang gak tau kalau universitas tersebut adalah universitas nomor wahid terfavorit se-Indonesia Raya? Nah ilustrasinya kira-kira gitu guys.

3. Untuk siswa. Memasang twibbon sekolah dan upload ke sosmednya, adalah sarana informasi ke publik kalau ia merupakan bagian keluarga besar sebuah institusi pendidikan yang keren dan membanggakan. Sebuah achievement juga bisa masuk ke institusi yang bersangkutan, apalagi jika sekolahnya itu sekolah favorit banget yang untuk masuk ke situ aja persaingannya super ketat.

Yes, all are positive benefits ya guys. Twibbon banyak manfaatnya.

Beberapa minggu lalu pun sekolah anak saya membua twibbon. Melalui WA Group ortu diajak untuk ikutan pasang foto anak ber-twibbon dan bisa diupload di sosmed masing-masing lalu tag ke sosmed sekolah. Maka para ortupun berbondong-bondong melakukannya. Dalam twibbon tersebut captionnya adalah “bangga menjadi keluarga besar SD xx” lalu disertai ajakan untuk publik mendaftarkan putra putrinya ke sekolah ini, ditambah nama PIC Guru dan nomor telepon PIC yang bisa dikontak. Ya memang sekaligus sarana promosi mencari murid baru. Lazim dilakukan oleh banyak sekolah.

Dan saya tidak mengikuti ajakan ini.

Simple reason. Once i post my kids’ photo with that twibbon, publik jadi tau di mana anak saya bersekolah. Kita ga pernah tau dunia jahat di luar sana. Katakanlah saya ini parnoan gara-gara kebanyakan baca berita di media, tapi saya memilih meminimalisir info tentang sekolah anak-anak, demi keamanan mereka. Bisa saja ada oknum gak bertanggung jawab yang mengintai anak kita di sekolahan, hanya gara-gara mengetahui dari informasi twibbon. Bisa jadi the kids menjadi sasaran predator ataupun penculikan anak. Kita sendiri kadang gak melakukan pengawasan 100% full apalagi pas anak sudah ada dalam lingkungan sekolah ya.

Mungkin jika anak saya sudah SMA, saya bolehin banget dia mau pasang foto bertwibbon. Karena usia SMA sudah sangat cukup umur untuk mengerti soal kejahatan, dan sudah cukup paham mengenai tanggung jawab dan konsekuensi yang akan terjadi jika ia upload foto ke sosmed. Tapi kalau masih SD begini, wah mending saya mundur teratur dulu deh.

Semua kembali ke ortu masing-masing. Ada yang memilih memakai twibbon karena memang bangga dan support banget sama sekolah yang telah membantu mendidik sang anak sampai berhasil dan berprestasi. Ada pula yang sebaliknya. Yang penting masing-masing paham tentang konsekuensinya.

Kalau kalian bagaimana temans? Yay or nay? Share di komen ya πŸ™‚

12 thoughts on “Ikutan Pasang Twibbon Sekolah Anak, Yay or Nay?

  1. Peri Kecil Lia πŸ€ΈπŸ»β€β™€οΈ says:

    Mengingat tindak kejahatan jaman sekarang sungguh tinggi, apalagi didukung kemajuan teknologi, aku pikir ketika aku nanti punya anak, aku mungkin akan melakukan tindakan yang sama seperti Kak Imel. Aku akan sangat memperhatikan privasi anakku sampai dia agak besar dan paham konsekuensi dari segala perilakunya. Toss dulu dengan Kak Imelda πŸ™‹πŸ»β€β™€οΈ

    Liked by 1 person

  2. CREAMENO 🐰 says:

    Kalau saya pilih NAY mba, hehehe ~

    Menurut saya itu bisa berbahaya untuk anak kita, apalagi kita nggak bisa memantau mereka ketika di sekolah. Kawatir jadi incaran orang jahat yang mau menculik dan lain sebagainya 😒 Jangankan anak, kita yang sudah dewasa saja harus selalu berhati-hati, karena era digital seperti ini, semua bisa diakses bermodalkan handphone and laptop, kalau kitanya nggak jaga diri, dikawatirkan kita justru menyusahkan diri kita sendiri nanti πŸ™ˆ

    Terima kasih untuk pengingatnya, mba Imelda πŸ˜πŸ’•

    Liked by 1 person

  3. jessmite says:

    Sekolah anak-anak saya nggak pernah bikin twibbon gini dan nggak ada ajakan buat pasang foto anak di sosmed hehe. Tapi saya pernah dong pakai twibbon buat saya sendiri di acara Kampanye Tolak Sekali Pakai dan Pekan Menyusui πŸ™‚
    I prefer to use twibbons for myself and for issues that really matter to me πŸ˜€

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s