Surat Cinta dari Anak

Namanya jadi orang tua, rasanya ups and downs tiap hari menghadapi tingkah laku anak-anak. Makanya udah jamak kalau mendengar banyak orang tua termasuk saya nanya: beli sabar di mana sih? Di toko sebelah ada gak ya?
Iya, saking terkadang udah emosi jiwa banget ngadepin kelakuan anak sendiri, yang terkadang ga mau nurut, gak sholeh, dan seabrek kondisi sejenisnya.

Beberapa hari lalu sayapun demikian. Tingkah laku anak lanang kebetulan sudah keterlaluan. Gak ada niatan belajar, mikirnya cuma main sama jajan di sekolahan aja. Sudah diberi uang jajan secukupnya, masih mencoba untuk ngorek tabungannya sendiri buat beli mainan yang ga seberapa penting. Intinya saya emosi jiwa aja. Ujung-ujungnya saya diemin dia dan membiarkan dia berlaku sesukanya. Eh yang punya diri ngerasa bersalah banget kayaknya. Plus takut kalo ibunya udah gak mau membimbing dan nemenin dia belajar lagi.

Akhirnya dia bikin “kejutan” untuk emaknya ini, Pas pulang kantor, emosi saya sudah semakin mereda……ia menyodorkan tulisan-tulisan ini. Sebelumnya, saat saya masih posisi di kantor, ia sms pinjam hp ART saya: bu aku ada surat untuk ibu. Begitu bunyi sms nya.

Ini coretan suratnya:

20181112_173523-600x800

Coretan berikutnya disertai tabel operasi perkalian penjumlahan dan pengurangan. Memang setiap hari, anak lanang diwajibkan bapaknya untuk terus menerus mengulang dan memperlancar perkalian. Dan wajib tertulis, gak boleh setoran lisan. Bapaknya ingin anaknya belajar mengorganisir/mengelompokkan sesuatu melalui membuat tabel tersebut. Walaupun tiap hari tabelnya masih acak adul, tapi gapapa. Yang penting terus berusaha. Nah di lembar kedua ini, isi suratnya: Surat untuk ibu tersayang banget. Ibu maafin aku dong. Aku udah janji nggak bikin marah ibu lagi. I love ibu tersayang

20181112_173444-600x800

Di lembar berikutnya: Ini Alun yang bikin tabel matematika plus surat untuk ibu tersayang. I love ibu tersayang.

20181112_173353-600x800

Penutupnya masih sama kata-katanya.

20181112_173303-600x800

Ia berusaha membujuk dan mengambil hati ibunya dengan cara seperti ini. Usahanya boleh juga. Bikin ibu senyum dan meleleh. Walaupun belum tentu janjinya beneran ditepati. Alias beberapa hari setelahnya kadang ada aja kejadian lagi yang bikin emosi jiwa hahahaha….

Itulah anak-anak. Bolak balik melakukan kesalahan, bolak balik minta maaf sambil janji ga akan mengulang lagi. Etapi besok lusanya diulang lagi 🙂 Bukan cuma saya aja yang ngalamin begini. Pas bertukar cerita dengan ibu-ibu teman sekelas Alun, ternyata semua mengalami hal yang mirip-mirip. Hehehe…..nikmati aja sebelum nanti udah pada gede-gede dan boro-boro bergantung dan ngarep dekat sama ortunya macam begini. Yang ada mereka udah pada punya urusan masing-masing dan pengen punya privasi plus gengsi yang tinggi 🙂

signature

Advertisements

One thought on “Surat Cinta dari Anak

  1. shiq4 says:

    Sama mbk imelda ,ibu malah jadi ingat masa kecil lagi, sama juga kayaknya kelakuan kita ,bikin salah mintak ma,af ee…bsknya terulang lagi, emang orang tua itu pema,af mudah melupakan kesalahan anak.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s