Mengejar Matahari

Kalo baca judulnya, pasti dikira saya diehard fans of film Mengejar Matahari kaaaan? Iiiih unyu-unyunya Fedi Nuril, Fauzi Baadila, Wingky Wiryawan di tahun 2004 ituh. Sekarang sudah beranjak semangkin dewasa ya mereka. Ari Lasso apa kabarnya? Oooh tetep dong, suaranya masih oke punya. Niiih orangnya lagi maen ke rumah saya. *yang nulis blog lalu disiram air bekas cucian piring sama warga sekotamadya*.

Padahal nyatanya…..saya malah gak pernah nonton film ini. Karena kebetulan bukan movie goers sih. Saya mah goers goers di kasur aja, lebih nikmaaat *itu goler. Sungguh jauh dari goers.Terlihat maksa, tapi ya sudahlah orangnya memang jayus. Diemin aja*

Musim hujan begini, hati tetiba juga ikut diselimuti mendung. Bagaimana gak mendung….cucian enggak kering jon! Besok pake apa? Baju lembab yang baunya aduhai apek? Koleksi baju tante kan gak banyak. Sedikit tapi impor dari Italia semua *asli, pengen ditampol yee rasanya*.
Ditambah lagi saya punya dua bocah kecil yang…..yah tau sendiri lah, kalau anak kecil kan satu hari bisa menghabiskan ber stel-stel baju. Yang keringatan lah, ketumpahan minuman lah, main di tanah lah, dll. Bisa 10 menit sekali ganti baju. Jadi kebayang kan banyaknya cucian eikeh? Seringkali kalau musim hujan seperti yang kita alami di bulan-bulan seperti ini, saya benar-benar memanfaatkan sinar matahari yang terkadang muncul dan tiba-tiba bersahabat (baca:terik).

Kalau jemur baju biasanya saya di teras rumah. Maklum rumahnya kecil seiprit, ga punya loteng khusus untuk mengibarkan sang saka CD pink dan kawan-kawannya di atas rumah. Jadi cukup di teras saja. Nah di teras, saya pun kudu pintar-pintar mencari tau ke arah mana si matahari bersinar yang paling terik. Kalo pas jam 9-12 siang posisinya di tengah-tengah teras yang nyambung ke carport. Nanti mulai jam 1 siangan, geser lagi dekat pintu gudang. Nanti jam 2 ke atas, bener-bener di dekat bangku tamu teras. Begitu seterusnya.

woman-drying-clothes-outside

gambar dari sini

Mengejar ke mana arah si matahari. Demi keringnya baju-baju. Kegiatan yang ibu-ibu sekali bukan? Tak lupa, saat mencuci, menggunakan cairan pelembut sekali bilas. Hemat air, wangi, tapi pada dasarnya memang pemalas makanya pakai cairan ini yang super praktis dan cepat *senyum sok manis*. Btw ih pengen gak sih macam ibu di gambar yang saya pasang di tulisan ini? Sekseh…pake tanktop doang udah cihuy. Lha kita (kita??) mah dasteran doang biasanya kalo lagi ngejemur baju.

Bagaimana ibu-ibu? Apakah ibu-ibu juga punya tutorial ciamik untuk menjemur baju yang lain? Coba deh dibagi-bagi dimari. Terima kasih untuk yang sudah membaca tulisan yang gak seberapa penting ini 🙂
signature

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s