Aku Ini Besar atau Kecil?

Jadi orangtua gak ada sekolahnya. Ditambah lagi saya bukan tipe yang suka hadir di aneka seminar parenting. Jadi ilmu per-orangtua-annya cetek.

Kemarin Alun (6 tahun) mencoba colokin charger tablet ke stop kontak. Karena stop kontaknya tinggi, dia nekad naik pakai kursi.

Bukan soal jatuhnya yang saya ngeri, tapi soal kesetrum. Spontan saya langsung ngomong: “Alun jangan! Kalau mau nge-charge minta tolong ibu. Kamu masih kecil, belum ngerti listrik, nanti ibu takut kamu kesetrum!”

Kemudian setelah kejadian itu, satu jam berikutnya sudah masuk waktu sholat maghrib.

Ibu: “Ayo ambil wudhu, kita sholat. Alun tuh udah besar, udah waktunya sholatnya mulai tertib yang 5 waktu.”
Alun spontan: “Tadi kata ibu aku kan masih kecil? Sekarang katanya udah gede. Gimana sih?”

young boy scratching his head isolated on white

gambar dari sini

HAKDEZIGGGGG! Emaknya asli langsung pengen ngumpet di kolong ranjang. Malu men!

“Makanyaaa….kalo mau ngomong atuh dipikirin dulu. Ini yang dihadapin anak jaman kekinian, yang kritis polos apa adanya. Emaknya kagak konsisten ya jelas anaknya protes.”

Dari situ saya jadi dapat pelajaran baru. Next time harus lebih hati-hati menggunakan perbendaharaan kalimat. Harusnya kan bisa diganti pake : “Kamu belum cukup menguasai listrik-listrik begituan, ibu takut kamu kesetrum” tanpa harus pake kosakata besar atau kecil. Pun yang mengingatkan sholat juga bisa diganti pakai: ” Sholat 5 waktu itu wajib dalam agama kita, makanya Alun harus sholat ya!”

Ah bener-bener deh mesti kudu wajib makin belajar makin ke sini. bukan hanya dalam sikap, tapi yang terutama dari tata bahasa yang kita gunakan untuk menyampaikan sesuatu ke anak. Ngomong sesuatu yang gak bikin bingung anak. Dan ini gak ada kamusnya. Tetep harus pinter-pinternya kita aja.
Perjalanan panjang sebagai orangtua masih terbentang di depan mata.
signature

Advertisements

7 thoughts on “Aku Ini Besar atau Kecil?

    • imeldasutarno says:

      Mbak salam kenal juga. Makasih banyak udah berkunjung dan membaca blog abal2 ini hihihi. Iya alhamdulilah anaknya jadi pelajaran buat orangtuanya yang cetek elmu ini πŸ™‚

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s