Rekreasi ke Taman Nasional Gunung Halimun

Long weekend di bulan Mei kali ini, kami sekeluarga pergi ke dua tempat. Hari pertama long weekend ke Ancol saja, menemani anak-anak main di pantai sampai malam menjelang. Kemudian hari kedua di rumah karena mempersiapkan badan agar fit. Kenapa? Karena….hari ketiga kami pergi ke………………..

Taman Nasional Gunung Halimun, Salak, Bogor- Jawa Barat

Sudah lama bapaknya Alun dan Lintang ingin membawa anak-anaknya mengenal alam pegunungan dan hutan. Anak diarahkan untuk mengenal dan mencintai alam, bukan hanya taunya ke mall aja. Kalau ke pantai sudah, nah sekarang giliran ke pegunungan ya 🙂

Singkat cerita, karena ini libur panjang, kami berinisiatif berangkat pagi-pagi sekali. Untuk menghindari macet. Dari rumah jalan setelah sholat subuh. Kami mampir sebentar ke rumah orangtua saya di daerah Gunung Putri untuk menjemput kakak dan keponakan saya yang ingin ikut serta. Setelah sarapan di rumah orangtua, kami meneruskan perjalanan.

Rutenya: lewat jalan tol Jagorawi, keluar di gerbang tol Sentul Selatan, kemudian ke arah kanan, masuk ke tol Bogor Outer Ring Road. Setelah itu, mauk jalan baru, belok ke Dramaga (Kampus IPB), lurus terus. Hingga sampai dan melewati Pasar Ciampea. Tidak jauh dari situ ada pertigaan, kemudian ambil arah kiri. Kalau masih bingung-bingung bisa cek ke Google Maps ya cyiiin….

Masuklah ke kawasan bernama Gunung Bunder. Dan sampailah akhirnya di pintu gerbang Taman Nasional Gunung Halimun. Sebenarnya, pintu masuknya bisa dari beberapa arah, namun kebetulan kami lewat yang ini.

IMG-20160507-WA0018_1[1]

Setelah membayar retribusi, kamipun mulai menyusuri jalanan aspal yang sayangnya di beberapa titik banyak yang rusak. Sehingga mobil pun harus pelan-pelan. Alhamdulilah selama kami berwisata ke sini, tidak hujan. Berkunjung ke sini, asik juga kalau bawa motor loh, karena lebih praktis. Namun karena kami beramai-ramai, mau tidak mau ya pakai mobil. Apa saja yang bisa kita nikmati dalam Taman Nasional ini?

1. Hutan pinus.
Lokasi ini terbentang sejak gerbang masuk tadi. Suasana hutan sangat terasa. Kami mendengar banyak sekali burung bercuit sahut-sahutan. Serasa berada dalam taman burung loh. Duh, adem rasa hati dan pikiran ini. Stress langsung hilang. Kemudian dertan pepohonan pinus di hutan ini pun tak pelak menjadi lokasi foto-foto para wisatawan yang datang. Kami pun tak ketinggalan berfoto.

Jpeg

Jpeg

 

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

2. Aneka Curug. 
Dalam area taman nasional ini, ada setidaknya 7 curug yang bisa kita kunjungi. Masing-masing curug tentunya memiliki tiket masuk sendiri-sendiri. Curug terbesar dan paling ramai pengunjung adalah Curug Cigamea. Kami tidak berminat ke sini, karena pas sampai area parkirannya, baik parkir motor maupun mobil penuh sesak. Jadi sudah terbayang di dalamnya pun seperti apa. Lebih baik mencari curug-curug kecil yang pengunjungnya tidak terlalu overload, sehingga main airnya juga lebih nyaman.Setiap curug tiket masuknya enggak mahal kok. Berikut dua curug yang kami kunjungi:

a. Curug Cihurang. Curug ini adalah curug pertama yang akan kita temui. Kami terdiri dari 3 orang dewasa dan 3 anak kecil, semuanya hanya dikenakan tarif Rp40,000 an. Dari area parkir, curug hanya berjarak 50 meter saja. Dari petugas loket, kami mendapat informasi bahwa kalau kita mau berkemah di sini, dikenakan tarif Rp15,000 per orang per malam. Tenda bisa disewa. Harga sewa untuk tenda ukuran 10 orang adalah Rp300,000. Jadi kalau patungan, per orang cukup bayar Rp10,000. Murah ya. Kami melihat banyak yang mendirikan tenda di lahan seputar curug. Lalu kami pun berbasah-basahan mandi di curug ini. Memang tidak seberapa jernih airnya. Cenderung cokelat. Airnya sangat dingin untuk ukuran orang Jakarta seperti kami, hehe…… Setelah puas bermain air di curug ini, kami pun mandi di kamar mandi umum dan dikenakan tarif mandi Rp2,000 per orang. Kamar mandinya hanya terbuat dari tripleks sederhana. Jangan bayangkan kamar mandi keramik ya guys. Ini cuma kamar mandi ala kadarnya, tapi lumayan untuk mandi dan membersihkan diri.

Jpeg

Jpeg

 

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Airnya agak cokelat

Jpeg

Jpeg

b. Curug Kondang atau juga dikenal dengan nama Curug Ngumpet. Mungkin dinamai demikian karena letaknya yang agak tersembunyi ya. Masuk ke Curug Ngumpet dikenakan biaya Rp7,500 per orang. Jika Curug Cihurang hanya berjarak 50 meter dari parkiran, maka untuk menuju Curug Ngumpet ini, kita harus berjalan sekitar 150 meter dari parkiran. Jalanannya sempit dan naik turun. Harus extra hati-hati juga karena di beberapa titik ada yang tidak memiliki pagar pembatas dan langsung bersebelahan dengan lembah sungai yang lumayan dalam.
Sesampainya di tepi curug, kita harus menuruni lagi jalan bebatuan yang licin dan agak curam untuk sampai ke bawah. Semua terbayar dengan jernihnya sungai di curug ini. kami pun main air lagi sampai puas. Senangnya kali ini double karena airnya asli lebih jernih dan bening ketimbang curug pertama. Di curug ini, ada larangan untuk tidak berenang melewati batas tali yang berada persis di bawah curugnya. Sepertinya itu area yang cukup dalam sehingga berbahaya walaupun kita bisa berenang. Nah di curug ini pun ada satu pos jaga yang diisi oleh petugas rescue. Si petugas selalu mengawasi semua pengunjung yang lalu lalang untuk mencegah insiden-insiden yang tidak diinginkan.

Jpeg

Ini gambaran jalan masuk ke Curug Ngumpet

Jpeg

Pintu masuknya

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jalan masuknya sempit dan berundak-undak

Jpeg

airnya jernih

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Larangan melewati batas yang sudah ditentukan petugas

Jpeg

Jpeg

3. Area camping dan berbagai villa/penginapan yang disewakan. Beberapa di antaranya dilengkapi dengan fasilitas outbound juga. Semuanya ada di kiri dan kanan jalan sepanjang taman nasional ini. Tarifnya tentu berbeda-beda tergantung mewah tidaknya penginapan tersebut.

4. Pemandian air panas/belerang. Karena keterbatasan waktu, kami tak sempat mengunjungi tempat ini.

Jangan kuatir kalau lapar dan haus karena di sepanjang jalan banyak warung-warung tradisional menjual aneka makanan dan minuman. Walau warungnya hanya terbuat dari tripleks seadanya, namun harga makanannya dijual dengan standar harga tempat wisata pada umumnya. Satu cup/satu bungkus mie instant dibandrol Rp15,000. Kopi atau teh hangat harganya Rp5,000 per gelas. Sementara jagung bakar dihargai Rp10,000 per buah.
Beberapa tips untuk menikmati wisata di taman nasional ini:

1. Pastikan kondisi kendaraan kita prima dan bahan bakarnya cukup. Karena jalanan yang tidak mulus dan ditambah di beberapa tempat harus menanjak  dengan tikungan yang tajam. Di dalam area ini pun tidak ada SPBU, hanya ada penjual bensin eceran saja.

2. Karena area curug penuh bebatuan nan licin, pastikan pengawasan extra ketat terhadap anak-anak kita agar tidak terpeleset. Usahakan pakai sendal yang nyaman dan solnya “mencengkeram” tanah ya 🙂

3. Air di sungai dan curug sangat dingin untuk ukuran orang kota yang tidak biasa. Jadi kalau anak terlampau kedinginan, lebih baik tidak terlalu lama bermain air di sini. Dan setelah selesai bilas/mandi, jangan lupa balurkan minyak yang hangat-hangat. Bisa juga ditambah dengan minum yang hangat atau minum cairan herbal semacam Antangin atau sejenisnya untuk menghalau kemungkinan masuk angin.

4. Letak satu curug ke curug lainnya ada yang berdekatan. Kalau naik mobil paling belum sampai lima menit sudah sampai ke curug lain. Nah, kalau memang niat main air  di berbagai curug yang berdekatan ini, sebaiknya begitu keluar dari satu curug jangan langsung buru-buru bilas/mandi dulu. Langsung masuk mobil dan berpindah ke curug berikutnya. Risikonya ya memang interior mobil kita akan basah. Terserah pemirsa aja sih kalo soal yang satu ini hehe…. 🙂  Pas kemarin kami ke sana, saya lihat ada beberapa keluarga yang melakukan hal ini loh. Berbasah ria dan pindah ke curug berikutnya.

5. Selalu patuhi peringatan yang diberikan. Jika di curug sudah di-warning tidak boleh berenang melewati batas yang sudah ditentukan, sebaiknya patuhi. Keselamatan dan kenyamanan berekreasi tentu menjadi yang utama kan?

6. Jaga kebersihan selalu. Ketika kami di Curug Cihurang maupun di hutan pinus, miris rasanya melihat lokasi ini banyak sampah yang dibuang pengunjung. Mengurangi kenyamanan. Mari kita jaga alam dan lingkungan biar bersih dan tetap asik buat dinikmati. Buang sampah dalam kantong plastik, jangan asal buang di mana-mana.

Nah itulah cerita saya di long weekend kali ini. Kalau kamu jalan-jalan ke mana?

dimuat di theurbanmama.com http://theurbanmama.com/articles/long-weekend-di-taman-nasional-gunung-halimun-salak.html tanggal 17 Mei 2016.
signature

 

Advertisements

5 thoughts on “Rekreasi ke Taman Nasional Gunung Halimun

  1. restu dewi says:

    Iih seru bangettt.. aku cuma tau curug nangka.. jaman prewed, itupun nggak tau di mana lokasinya..

    Long weekend di rumah sajaa.. (Tim ngga liburan klo longwiken)

    Like

    • imeldasutarno says:

      aaah kamu mbak…kenapa di rumah aja? Sayang euy libur 4 hari gitu. Curug nangka iya pernah denger juga cuma wujudnya aku juga engga tau hehe. *jadi pengen minum es teler yg pake nangka*

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s