Belajar Beberapa Hal dari Lomba Mewarnai

Lintang sangat suka menggambar dan mewarnai. Sepulang sekolah pun, ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk corat coret, walau kadang-kadang gambarnya diulang itu lagi itu lagi. Dukungan pak suami semakin membuat Lintang bersemangat melakoni hobinya. Di setiap kesempatan, pak suami tekun melatih dan makin mengasah skill gambar dan warna Lintang. Baik menggunakan alat pensil, spidol, maupun cat air.

Di sekolah Lintang cuma mau ekskul melukis. Gak mau ikutan menari apalagi drum band seperti teman-temannya yang lain.

Kalau hanya jadi “jago kandang” kok kasihan juga ya? Tiap hari cuma ngegambar di rumah, hasilnya diposting emaknya di IG atau status WA. Anaknya kudu punya jam terbang buat ngasah percaya diri dong ah. Lewat kompetisi tentunya. Btw budhenya udah sempat bilang bahwa Lintang baiknya masuk sanggar aja supaya lebih fokus dan terasah. Ada benarnya juga, namun karena keterbatasan (finansial dan waktu) kayaknya dilatih di rumah dulu aja deh.

Back to competition. Iya diikutin lomba. Nah lomba perdana yang Lintang pernah ikuti adalah lomba mewarnai Timezone di salah satu mal di wilayah Jakarta Timur. Tapi…semua pesertanya full anak-anak di sekolah Lintang saja. Jadi pihak Timezone datang ke sekolahan di jam pelajaran, membagikan gambar untuk diwarnai semua anak di TK nya Lintang, lalu dinilai. Dengan peserta yang cakupannya hanya sekolahannya sendiri, alhamdulilah dia menang juara pertama. Waktu itu hadiahnya piala, sertifikat sama voucher main di Timezone kalo gak salah.

Lomba mewarnai berikutnya yang diikuti adalah di toko hijab Zoya Super Store. Lagi-lagi peserta yang ikut serta hanya sedikit. Palingan cuma 20-30 orang saja. Ini karena pihak panitia juga kurang promosi atau gimana gitu.
Nah di lomba mewarnai kali ini, rasanya sudah pasti beda. Kompetitor Lintang bukan lagi teman-teman sekelasnya sendiri, tapi anak-anak lain dari berbagai TK yang dia enggak kenal.

Hari minggu alias hari H tiba. Lomba dimulai pada pukul 09.30 WIB dan selesai  satu setengah jam kemudian. Berbekal krayon dan meja gambar, Lintang mewarnai sesuka hatinya. Tidak ada arahan apalagi main curang (dari emak bapaknya). Ga ada target mesti menang atau gimana gitu. Terus terang ini adalah lomba umum pertama kali yang Lintang ikuti (Timezone ga umum karena ya itu tadi: pesertanya cuma sekolah Lintang aja). Dan juga perdana bagi kami orang tuanya nganter nona kecil ikutan kompetisi. Baik anak maupun ortu sama awamnya, dan cuma ngikutin petunjuk panitia.

20181021_101539-600x800

Selesai lomba, penilaian langsung dilakukan saat itu juga. Alhamdulilah ia meraih juara kedua dan berhak atas piala dan hadiah voucher belanja di Zoya Super Store senilai 400,000 Rupiah. Kaget sekaligus senang. Perdana dan langsung menang.

20181021_102753-1-800x495 (1)

20181109_154457-800x600

Berhubung penyelenggara lombanya toko hijab, mamak preman pun menyesuaikan kostum yekan?

Lalu kami perhatikan hasil mewarnai dari pemenang pertama. Ternyata sudah main warna gradasi. Untuk anak TK usia 6 tahun, plus kami yang super awam….hasil gambar sang juara pertama sungguh uwow……. Lintang sendiri levelnya masih pada warna-warna blok aja.

Sampai akhirnya kami pulang ke rumah dan mulai browsing soal lomba mewarnai………

Rada hampir pengsan dong ya….rupanya di luar sana, buanyaaaak sekali anak-anak yang wara wiri langganan ikutan lomba mewarnai dan seusia Lintang, gradasinya udah luar binasa canggihnya! Gak ada apa-apanya deh juara pertama di lomba bareng Lintang kemarin. Di situ mata kami mulai terbuka, sekaligus ciut. Berasa anak kami skillnya gak seujung kuku anak-anak di luar sana.

Ditambah lagi, anak-anak ini nampaknya memang difokuskan ortunya untuk ikut sebanyak mungkin lomba. Buktinya saya lihat satu akun IG ibu-ibu yang foto-fotonya didominasi oleh sang anak di podium juara namun lokasinya berbeda-beda dan jauhnya gak kira-kira. Jadi misalnya begini: di foto pertama anaknya ikutan lomba mewarnai di area BSD Tangerang. Di foto berikutnya lomba di Sunter Jakarta Utara. Lalu foto berikutnya lagi lomba di Cimanggis-Jawa Barat. Dan waktu pelaksanaan lombanya berdekatan. Ada yang cuma selang satu minggu, ada yang selang satu bulan.

Mbaca lokasinya aja udah bikin mamak butuh Panadol 500 mg. Gak kebayang capeknya mengejar aneka lomba di berbagai tempat. (tapi kalau anaknya senang sih gak papa, gak masalah).

Oh ya saya tadinya pengen screenshot IG orang-orang yang anaknya berskill dewa dalam mewarnai, tapi kuatir nanti ditegur. Jadi kalau mau liat apa yang saya maksud, silakan cari hestek #lombamewarnaianak di IG. Nanti dijembrengin semua deh hasil-hasil canggih yang bikin emejing ortu yg ngeliat.

Etapi etapi….mari berpijak ke bumi lagi sodara sodari. Lha kan dari awal niatannya memang bukan ambisus untuk nyari kemenangan? Ikutan aja, yang penting rasa percaya dirinya terasah. Percaya diri berada di tengah kerumunan banyak orang/anak-anak sebayanya. Percaya diri untuk jadi peserta sebuah ajang lomba. Percaya diri bahwa bisa menyelesaikan mewarnai sesuai waktu yang ditentukan panitia. Kalau menang itu bonus, yang penting usaha aja dulu. Lemesin aja shaaay *kalo kata orang zaman sekarang mah.

Makanya pas ada lomba berikutnya, H-1 kita santai aja. Anak gak dibebanin ini itu. Gak disuruh melakukan teknik mewarnai ini itu. Kalopun diajarin sama pak suami, ya cuma ngajarin selintas lalu aja, gak serius banget. Kuatir anaknya kebebanan.
Sekali lagi, ya karena memang ga ada obsesi khusus dari ortunya untuk menjadikan anak ini pelukis terkenal sejak dini, misalnya. Ngalir aja. Dan kalopun memang ada ambisi itu, kita maunya murni datang dari Lintang sendiri. Bukan paksaan dan dorongan kedua orang tuanya.

Ngomongin soal lomba berikutnya, yang ngadain toserba Yogya dan susu Vidoran Xmart. Pesertanya 150 orang. Aslilah pas datang ke sini juga udah selow aja, karena udah yakin ga mungkin menang hahahahaha……yang penting anaknya hepi ketemu atmosfer baru, dapat goodie bag yang isinya kesukaan dia semua (susu UHT, mug cantik, satu set pensil warna dan sekotak susu bubuk Vidoran Xmart ukuran 350 gr). Dan ternyata pada lomba ini, lagi-lagi kami yang awam menyaksikan sesuatu yang baru lagi dari kacamata kami. Banyak anak-anak yang semacam asal ikut lomba saja. Mewarnai asal-asalan, 15 menit selesai (padahal waktunya 1 jam) lalu buru-buru menukar tanda peserta dengan goodie bag, kemudian pulang bersama orang tua pendampingnya.

Oh ternyata ada juga yang begini. Mungkin si anak juga memang cuma ngejar goodie bag aja, karena biasanya isi goodie bag memang selalu menarik, apalagi produk yang langsung bisa dikonsumsi.

Intinya, melalui aktivitas lomba mewarnai, banyak hal baru yang bisa kami lihat dan pelajari. Dan yang terpenting, khusus untuk kami, ke depannya semua mengalir aja, ga ada target, ga ada obsesi.

Terima kasih sudah membaca postingan panjang ini. Semoga menginspirasi ya 🙂
signature

Advertisements

5 thoughts on “Belajar Beberapa Hal dari Lomba Mewarnai

  1. Phebie says:

    Haha saya ingat ada sebutan utk ortu yg anaknya sering dibawa ngejar hadiah lomba mewarnai “bounty hunter”. Anaknya juga disebut anak lomba. Ada grupnya kalau tdk salah. Kdg lihat Ada yg bawa crayon utk dewasa yg kalau panitianya tahu seni sebetulnya ga boleh dipakai krn beda dg crayon anak2.

    Like

    • Phebie says:

      Terpencet haha…dan banyak hal2 dalam lomba gambar umum yg sebagai acara utk promosi produk yg saya nilai tdk membawa nilai edukasi pada anak yg penting rame aja. Jadi selektif pilih…lomba yg benar2 ada unsur edukatif tertata dan memang juri2nya org yg kompeten…Anaknya lebih hepi dan semangat, nggak ada yg nyontek, senggol sana sini crayonnya kelas militer atau ortu disampingnya ikut atur2 kayak dia yg ikut lomba hahaha..

      Liked by 1 person

      • imeldasutarno says:

        Wah mbak, asli baru tau soal bounty hunter segala macam ini. Asli nganga bacanya. Kalo anaknya enjoy dan emang pengen/ambisi buat menang sih gak papa, asal jangan ortunya yang maksa/obsessed .
        Iya paling sebel ya kalo ada lomba mewarnai tapi panitia cuek pas ortu ngarahin anak2nya. Mbok ya langsung didiskualifikasi gitu loh.
        Insya Allah ke depannya lebih selektif milih lomba mbak. Makasih ya 🙂

        Liked by 1 person

  2. dewi says:

    Ya ampun aku baru tahu mba Imel hahha. Anakku malah sama sekali belum pernah ikut lomba2 apa apa.. Sungguh terlalu selaw sekali emak bapaknya. Btw. Lintang kecee selamat yaaaa sayang. N

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Wahahaha gak papa mbak kalo baru tau sekarang. Mayanlah tulisanku bermanfaat juga buat orang, ngasih info ke mbak Dewi yang belum tau soal ini hihi. Selaw bole asal jangan melaww yo mbak. Terima kasih ucapan selamatnya untuk Lintang 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s