Serba Salah

Seperti yang pernah saya tulis di sini, pekerjaan itu membuat saya akhirnya suka risih kalo melihat ada yang rada aneh dengan ejaan atau teks di manapun saya melihatnya. Entah di grup chatting dengan sesama teman, di billboard iklan, di TV, di mana-mana. Yaelaaah….sok bener banget yeee padahal blognya sendiri ampun-ampunan banyak salah EYDnya. Hahaha……yah begitulah saya ini.

Ngobrol-ngobrol soal kata-kata yang salah, ada satu hal atau bisa dibilang prinsip teguh yang saya anut: kalo gak terlalu paham bagaimana cara menulis istilah Inggris lebih baik pakai bahasa Indonesia saja. Karena pada dasarnya saya selalu malu kalo ternyata salah, sok Inggris malah kacau sendiri, dan lain-lain.

Nah, beberapa waktu lalu, saya pernah diceritain sama temen saya (dulu satu alumni) kalo di grup chatnya dia ada yang bikin dia ketawa-ketawa.Pas lagi pembahasan soal jalan-jalan ke luar kota pakai mobil masing-masing katanya. Nah kan sistemnya konvoi. Alih-alih menulis konvoi, si member grup itu asik-asik menulis “ok jadi nanti kita jalannya kompoy ya”. Dan itu terbaca oleh satu grup yang anggotanya sekitar 30 orang kata teman saya. Oya si penulis itu orang yang sangat berada kata teman saya. Dia bahkan punya mobil BMW seharga 5 M di rumahnya.

Another story saya dapat dari salah satu chat teman sendiri. Dia ingin cerita soal ketidakpuasannya terhadap panitia lomba di sekolah anaknya. “Aku kan jadi komplin ke panitianya, masa anakku gak kedaftar ternyata, padahal udah dari seminggu lalu kudaftarin!” Ohhh…yang dia maksud adalah complain dalam bahasa Inggris.

Masih ada lagi? Satu lagi deh saya ceritain. Sekuriti di kantornya teman (teman ketemu satu komunitas) cerita. Kebetulan dia bagian finance dan sering menerima form lemburan dari sekuriti yang suka gantiin shift teman sesama sekuriti. Di form ditulis : “lembur untuk bec up pak X yang ganti shift“. Hmmm….yang dimaksud adalah back up.

Terkadang juga saya menemukan di sosial media, bahkan brand-brand besar, masih sering terjadi salah tulis. Pernah ada admin sosmed menulis soal tenaga/energi kita jangan terlalu diforsir supaya gak gampang sakit. Tapi dia malah menulis diporsil. Oh tidak…..diporsil? Saya pun iseng jabanin. Saya pura-pura tanya sama si admin diporsil itu artinya apaan? Dan dia dengan tenang menjawab kalau itu artinya terlalu dikuras secara berlebihan tenaganya.Nah khusus soal diporsil ini, ternyata pas saya iseng Googling, buanyak orang menggunakan kata ini di masing-masing sosmednya loh. Padahal yang benar sesuai kamus Besar Bahasa Indonesia adalah diforsir.

fail typo

gambar dari sini

Sudah cukup banyak contoh. Berpikir sejenak dan sempat discuss juga dengan suami. Intinya: memang kita tidak bisa menyamakan semua orang. Dengan beragam latar pendidikan, latar budaya di keluarga masing-masing dan pola pergaulan serta keadaan lingkungan, maka terjadilah aneka ragam kesalahan dalam penulisan. Buat orang-orang yang cuek, mereka gak peduli, yang penting pesan tersampaikan dan orang lain (dianggap) mengerti. Namun ada pula orang-orang yang sebaliknya.

Bagaimana dengan kamu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s