Ultah ke-8

Bulan November adalah bulan spesial, setidaknya buat keluarga kami. Gimana enggak, di bulan ini ibu bapak dan anak sulung saya ulang tahun. Hihihih….kalo dirayain hemat karena bisa barengan *meditDetected. Etapi ya emang gak pernah dirayain meriah juga sih. Apalagi ortu saya…udah tuwir. Kadang kalo anak-anaknya ngucapin selamat, mereka sendiri yang suka bilang “wah udah tua, ngapain lah diraya-rayain…”.

Nah untuk tahun ini, mirip seperti tahun-tahun lalu, ultah anak sulung saya Alun juga enggak dirayain. Memang beberapa kali Alun sempat merengek bahwa dia iri teman-temannya ultah pada dirayain, di McD, KFC atau tempat-tempat kekinian lainnya. Yah inilah salah satu konsekuensi sekolah di SD swasta di mana hampir seluruh muridnya berasal dari keluarga mampu….kecuali keluarga eikeh deh kayaknya. Lha malah curcol gini? Bisa panjang n ke mana-mana ini urusannya hahahahaha……

Back to rengekan Alun. Bapaknya dengan bijak menasihati bahwa ultah itu esensinya bukan dirayain gede-gedein, ngundang teman-teman, tapi gimana dengan bertambah umur Alun makin mandiri, makin pinter, dan soleh. Kalau dananya cukup mungkin enggak apa-apa dirayain semeriah mungkin. Tapi berhubung ortunya Alun bukan orang mampu seperti teman-teman Alun, jadi mau tidak mau Alun harap maklum. Kurang lebih begitulah inti nasihatnya. Sejujurnya memang sulit ngomong sama anak usia 8 tahun soal kemampuan finansial ortu dll, karena ya dia emang belum sampe situ pemahamannya.

Tapi bukan berarti ultahnya benar-benar dilewatkan begitu saja tanpa apapun. Yah minimal syukuran kecil-kecilan di keluarga inti kami yang jumlahnya cuma pak suami, saya, dan kedua anak. Pagi-pagi di hari ultahnya, saya siapkan nasi kuning dan lauk sederhana saja. Untuk hiasan di atas nasi kuningnya saya browsing internet, dan akhirnya memakai ide menghias dengan potongan cabe keriting merah. Karena adanya itu dalam kulkas. Gampil dan sederhana juga hehe. Nasi kuningnya cuma dicetak pake loyang kue aja, bentuk kotak biasa.

Kemudian sebagai “hadiah”nya, kami minta Alun memilih antara 2: membuat paket goodie bag berisi aneka snack untuk dibagikan ke semua teman kelasnya, atau berenang di sini. Kenapa tidak bisa dua-duanya dikabulkan? Ya balik lagi, karena jika dua-duanya dijalankan baik goodie bag maupun berenang, artinya pengeluarannya pun double. Jadi Alun wajib memilih salah satu. Setelah mikir-mikir dia lebih baik berenang. Alun adalah anak kinestetik, wajarlah ia lebih memilih berenang.

Di usianya yang ke-8 ini, ia makin memperlihatkan sikap enggan difoto. Sebetulnya sejak usia 7 tahun lebih sebulan sikapnya ini sudah keliatan. Ia hanya mau difoto kalau memang ada kewajiban dari sekolah, atau pas lagi rame-rame sama teman sekolah. Tapi jangan harap kalau sama saya, atau bapaknya dia mau foto-foto. Gak tau deh kenapa. Alhasil, gak ada foto ulang tahun ke-8 ini. Cuma ada foto nasi kuningnya aja tanpa ada keluarga yang mengelilingi si nasi kuning. Wahahaha…ya sudah biarin aja. Yang penting udah didoain yang baik-baik untuk yang ultah.

23415512_10155840182858794_9082207524116237217_o

Itulah cerita ultah ke-8 alun. Jadi anak soleh dan makin mandiri ya, le…dan tentunya selalu membahagiakan ibu dan bapak. Aamiiin….
signature

Advertisements

13 thoughts on “Ultah ke-8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s