Kokokrunch untuk Market Day

September lalu sekolah anak saya sudah menyelenggarakan market day. Ceritanya bisa dibaca di  Popcorn yang Laris Manis di Market Day.
Nah minggu kemarin, kembali diadakan acara serupa. Tapi kali ini lebih spesifik. Khusus kelas 2, dan dalam rangka pembelajaran mengenal pecahan uang, pada mata pelajaran Tematik. Waktu berjualan pun tidak seharian, namun hanya memanfaatkan 2 jam waktu mata pelajaran Tematik itu sendiri.

Persiapan yang kami lakukan tidak seheboh market day pertama. Walau sempat terjadi tarik ulur tentang apa yang mesti dijual. Alun ingin sekali berjualan es cendol atau es cincau, padahal jam pelajaranTematik itu jam terakhir. Artinya, kalau barang dagangan sudah dibawa sejak pagi (karena orang tua samasekali tidak diperkenankan masuk ke area sekolah apalagi membantu jualan). Nah apa kabarnya kalau es cincau baru dijual di jam menjelang pulang?

Saya dan bapaknya keukeuh Alun sebaiknya jualan sesuatu yang bersifat kering dan tidak mudah basi. Akhirnya Alun ngalah. Terserah ibu aja, begitu katanya. Awalnya sempat galau: mau jualan brownies kukus bikin sendiri, atau kerupuk? Kerupuknya bukan kerupuk putih abang-abang yang Rp2.000 per piece ya haha. Tetapi kerupuk kayak di postingan ini yang rasanya kriuk-kriuk asik. Terus akhirnya saya lontarkan ide ke pak suami dan Alun: kita jualan kokokrunch kiloan aja gimana?

Ide ini disambut dengan gegap gempita dong sama anaknya, secara deshe doyan gila sama kriuk-kriuknya kokokrunch. Kalo gak ditahan-tahan makan sereal itu, bisa sekarung sendiri kali saking doyannya, haha.

Karena Alun jadi semangat, ia bahkan rela ikutan saya jalan kaki ke pasar dekat rumah, untuk beli kokokrunch. Satu kilo harganya Rp48,000. Sampai di rumah langsung dibagi, tadinya mau dibagi 20 plastik. Tapi berhubung ada jatah anak-anak, jadinya hanya 17 plastik, sisanya buat Alun dan Lintang nyemil aja. Per pack dijual hanya Rp2.000 Memang market day di sekolah enggak pernah nyari untung, apalagi kali ini tujuannya untuk materi pelajaran Tematik.

Sekali lagi, karena tidak heboh, jadi ya kemasannya hanya plastik bening biasa diikat pita kawat. Lalu kepikiran, apakah pake brand lagi tapi ya cuma gambar tangan biasa aja, gak perlu sampe didesign dan digital printing gitu? Untuuuung punya laki graphic designer yeee…jadi langsung cuss dimanfaatkeun. Nama brandnya Choco Alun Crunch, dan hanya digambar pakai pensil warna.

P_20171105_191749_1_1-600x704

Sebelum berjualan, kami simulasi di rumah dengan aneka pecahan uang. Kokokrunch dijual Rp2.000 per plastik. Misalnya ada yang membeli dua plastik dan menyerahkan uang Rp5.000, berapa yang Alun harus kembalikan ke pembeli? Lalu bagaimana jika uang pembeli Rp10.000 atau Rp20.000? Apakah memberi kembalian Rp1.000 harus satu lembar ribuan atau samakah jika kita memberikan Rp500 dua keping ke pembeli sebagai kembalian? Dan seterusnya. Tak lupa di dompet untuk uang kembalian kami siapkan uang pecahan Rp500, Rp1.000, Rp2.000.

Esoknya Alun berdagang. Alhamdulilah kokokrunchnya laris. Selain teman sekelas, banyak juga kakak kelas yang ikutan membeli.

foto 4

Nah karena dibranding lagi walau sederhana, tiba-tiba saya di WA ibu teman sekelas Alun yang bilang kalau dagangan Alun keren ada namanya. Plus next time kalo ada market day lagi, deshe minta dibuatin merk juga. Wuaduuuuh…open PO nih pak suami eikeh?

Pelajaran mengenal pecahan uang telah berlalu. Semoga setelah jualan di market day, Alun makin paham soal mata uang ini. Syukur-syukur ketika besar menjadi enterpreuneur sukses. Aamiiin…..

signature

Advertisements

8 thoughts on “Kokokrunch untuk Market Day

  1. niaharyanto says:

    Wah keren si ade. Kecil-kecil udah ikut market day. Di sekolah anakku yang TK dan SD gak ada market day. Pengen deh ada. Biar anak-anak belajar bisnis, ya…

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s