Pesan Copas dan HOAX

Minggu lalu teman saya, sebutlah namanya Sekar, bercerita tentang habit temannya yang suka mengcopy paste broadcast message dari WA grup. Memang sebetulnya apa yang dialami Sekar, kita pun sebetulnya mengalaminya hampir setiap hari.

Dalam sebuah WA grup yang kita ikuti, seringkali beberapa member mengcopas ulang apa yang telah mereka dapat dari WA grup lain, dan mempostingnya di WA grup yang kita ikuti. Let’s say WA grup keluarga besar, ada member yang memposting hasil copas-an yang ia peroleh dari WA grup alumninya misalnya. Sehingga terkadang dalam beberapa WA grup yang ada di hp kita, ada saja message yang selalu sama berulang-ulang.

Dan yang kadang membuat miris apalagi kalau bukan: message copas-an itu adalah HOAX. Contoh paling dekat ya yang pernah saya posting di sini, soal McDonald bagi-bagi voucher gratisan.

Nah Sekar bilang bahwa ada beberapa member di WA grup alumni SMA-nya yang memiliki habit asal copas. Intinya gak cek ricek dulu apakah pesan tersebut memang real atau sekadar HOAX belaka. Yang sedikit membuat Sekar speechless adalah ketika tiap pesan copas-an itu ia baca kemudian langsung menemukan kejanggalan, saat itu juga Sekar berupaya memberitahu temannya supaya cek ricek dulu sebelum menyebar pesan. Dan memang ternyata kejanggalan tersebut setelah dicek ulang oleh Sekar, ya memang berita/pesan HOAX.

Namun jawaban singkat temannya adalah bahwa ia hanya menyebarkan dan barangkali info tersebut bermanfaat bagi yang membaca, sementara kalau sebelum copas disuruh cek ricek dulu ya dia enggak sempat.

Mendengar cerita Sekar, saya ikutan speechless. Bukankah seharusnya dibalik ya? Suatu pesan akan memberi manfaat bagi banyak orang jika pesan tersebut mengandung kebenaran. Dan kebenaran akan diperoleh jika kita sempatkan diri mengcross check, meriset, cek ulang, sebelum akhirnya memposting ulang pesan tersebut di aneka WA grup yang berbeda-beda.

Itulah kenyataan yang kita hadapi sehari-hari di zaman serba digital ini. Kita gak pernah bisa berharap semua orang punya isi kepala yang sama dengan yang kita punya. Kita gak pernah bisa berharap berada dalam sebuah WA grup yang murni orang-orangnya smart semua dan selalu detil plus teliti mengecek kebenaran sebuah berita. Akan selalu ada yang berbeda dari kita dalam sebuah grup WA. Yang kita perlukan terkadang adalah kelapangan hati untuk menerima itu semua. Yang kita butuhkan terkadang hanyalah pemakluman…kemudian pengabaian alias ya udahlah cuekin aja. Kalo bahasa anak zaman sekarang : cukup tau ajalah. Apalagi jika yang mem-broadcast pesan HOAX adalah member yang dituakan (bisa anggota keluarga yang lebih tua, atau senior di alumni sekolah, dll). Sudah pasti kita juga sungkan ya untuk sekadar mengingatkan.

Seringkah kalian berada di situasi yang sama dengan Sekar?
signature

Advertisements

18 thoughts on “Pesan Copas dan HOAX

  1. Miss Mae says:

    Paling engga enak kalau penyebar copas-an hoax adalah saudara sendiri (apalagi kalau lebih tua). Kalau orang tua sendiri sih masih bisa enak diajak bicaranya, tapi kalau paman/bibi/apa lagi saudara jauh, rasanya masih sungkan.

    Liked by 1 person

  2. sinyonyanyablak says:

    Aku sih sering, apalagi aku masuk grup WA Emak2 sini yg kalo naik motor sein kiri tp beloknya ke kanan. Jd aku emang udah biasa sm berita hoax di grup, tp aku ga berani menghakimi atau bilangin mereka suruh kroscek atau gmn, repot ah urusan sama emak2. Tinggal kitanya aja hrs pinter2 saring berita.

    Liked by 1 person

  3. Grant Gloria says:

    Sering sih dapat berita hoax. Tapi kalo yg suka nyebarin berita hoax itu orangnya bebal, gak bisa dikasih tau.. yaudah biarin aja. Dia share berita hoax, langsung clear chat. Nggak mau banyak omong drpd rusuh. 😁

    Liked by 1 person

  4. azhoma says:

    Setuju mbak imel.
    Sekarang di era digital ini nyari info nggak sulit, namun yang sulit justru memfilter info yang banyak bertebaran ini: mana yang bener atau hoax, mana yang bermanfaat, mana yang valid, mana yang layak disebarkan atau nggak..

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Iya ya mbak. Dan sayangnya terkadang kita sungkan untuk keluar dari grup, apalagi misalnya grup keluarga besar. Jadi ya sehari-hari kadang telan dan ngebatin aja saban baca berita HOAX hehe

      Like

      • ndu.t.yke says:

        Aku 3 kali di-add ke grup besar dan 3x kabur, pamitan sih. Alasannya: HP ku gak cukup kuat buat ngegrup an di WA. Dari 3 orang tsb yg pernah ngeadd aku, 1 diantaranya skrg udah gak di grup tsb lagi. 1 orang sempet keluar krn berkonflik di grup. 1 orang sisanya masih disana. Hahaha. Udah plg bener guah kabur sejak awal dahhhhh

        Liked by 1 person

  5. denaldd says:

    Sejak pindah ke sini dan ganti nomer sini, wa grup aku cuma punya 3. Semuanya grup teman dekat plus satu grup Ibu2 yg tinggal di Eropa. Pernah dimasukkan ke grup keluarga, lalu aku bilang aku mau left. Ga ikutan grup alumni sama sekali. Jadi selama 3.5 tahun ini, bebas dari berita2 copas-an yg terkadang hoax itu.

    Liked by 1 person

  6. shintadaniel says:

    Aku juga ada teman yang kayak gitu suka copas berita tanpa disaring dulu hoax atau enggak… kalau ditanya ini berita bener atau hoax, dijawab, nggak tau say cuma copas aja.. Jadi secara nggak langsung, seolah kita dikasih tugas tambahan untuk klarifikasi kebenaran berita tsb…. nanti kalau kita kasihtau beritanya HOAX bilang terimakasih juga… dikalemin aja lah shaaay…

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Nah itu yg paling banyak kita temuin. Main share dan bilang cuma main copas. Hiks hiks sedih sebetulnya hatiku ini kalo ketemu yg begitu, tapi ya kadang endingnya cuma bisa ngebatin ya mbak hehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s